Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Sorotan
Perlambatan belanja kelas menengah dinilai menjadi ancaman utama bagi target pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumpu pada konsumsi domestik.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- Konsumsi rumah tangga masih menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto Indonesia, namun pertumbuhannya cenderung stagnan dalam beberapa kuartal terakhir.
- Ekonom menyoroti penyusutan jumlah kelas menengah, kenaikan biaya hidup, dan terbatasnya penyerapan tenaga kerja formal sebagai faktor penekan daya beli.
- Pemerintah diminta memperkuat bantalan sosial dan menjaga stabilitas harga pangan agar momentum belanja masyarakat tidak semakin melemah.
JAKARTA — Tekanan terhadap daya beli kelas menengah kembali menjadi perhatian para ekonom seiring melambatnya laju konsumsi rumah tangga, komponen yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen produk domestik bruto, sehingga setiap pelemahan pada pos ini berdampak langsung terhadap capaian pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah indikator menunjukkan sinyal yang perlu diwaspadai. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga bertahan di kisaran sekitar lima persen tanpa akselerasi berarti, sementara indeks keyakinan konsumen bergerak fluktuatif. Pada saat yang sama, porsi tabungan masyarakat kelas menengah terhadap pendapatan dilaporkan menurun, yang mengindikasikan sebagian rumah tangga menggunakan simpanan untuk menutup kebutuhan sehari-hari.
Ekonom menilai persoalan ini bersifat struktural dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui stimulus jangka pendek. Penyerapan tenaga kerja di sektor formal yang terbatas, maraknya pekerjaan informal dengan pendapatan tidak menentu, serta kenaikan biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan membuat ruang belanja diskresioner rumah tangga menyempit. Kelompok yang sebelumnya tergolong kelas menengah pun berisiko turun kelas menjadi kelompok rentan miskin.
Dari sisi dunia usaha, pelemahan daya beli terlihat pada kinerja penjualan ritel barang sekunder dan tersier yang tidak setinggi pemulihan di segmen kebutuhan pokok. Pelaku industri manufaktur juga menyampaikan kekhawatiran atas permintaan domestik yang belum pulih sepenuhnya, di tengah tekanan persaingan produk impor dan biaya produksi yang meningkat akibat fluktuasi nilai tukar.
Pemerintah diminta memperkuat kebijakan yang berdampak langsung pada pendapatan riil masyarakat, antara lain menjaga stabilitas harga pangan, memperluas cakupan bantuan sosial yang tepat sasaran, serta mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui hilirisasi dan pengembangan industri padat karya. Insentif perpajakan bagi kelompok berpenghasilan menengah juga disebut dapat menjadi opsi untuk menambah ruang belanja.
Para analis menekankan bahwa pemulihan daya beli membutuhkan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten. Tanpa perbaikan pada sisi pendapatan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi yang ambisius dinilai sulit tercapai, karena mesin utama perekonomian Indonesia tetap berasal dari belanja rumah tangga, bukan semata dari investasi dan ekspor.
Topik
Berita terkait
- Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Sorotan
- Daya Beli Kelas Menengah Melemah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Sorotan
- Konsumsi Rumah Tangga Melambat, Kelas Menengah Jadi Titik Rawan Ekonomi
- Konsumsi Rumah Tangga Melambat, Daya Beli Kelas Menengah Jadi Sorotan
- Kelas Menengah Tertekan, Mesin Konsumsi Ekonomi Indonesia Kehilangan Tenaga