Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor, Diperjualbelikan Rp2.000

Data pribadi Menkomdigi Meutya Hafid diduga bocor dan dijual Rp2.000 per orang. Kementerian Komdigi dan BSSN menyebut data lama yang diramaikan kembali.

Oleh · · Teknologi

Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor, Diperjualbelikan Rp2.000

Rangkuman

JAKARTA — Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat ke publik dan mendadak viral di media sosial, Sabtu (3/10/2026). Kasus ini menjadi sorotan setelah pemilik akun Instagram @realmrbert mengunggah video yang menayangkan dokumen serta informasi sensitif milik sang menteri.

Dalam video yang dikutip Okezone, pemilik akun tersebut menunjukkan apa yang ia klaim sebagai foto KTP Meutya Hafid, data anggota keluarga termasuk anak dan suami yang ia tutupi demi privasi, hingga kata sandi. "Ini adalah kata sandi Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Kata sandi seorang Menteri Komdigi," ujar pemilik akun dalam videonya.

Pemilik akun menegaskan aksinya bukan untuk mempermalukan Meutya Hafid maupun melakukan doxing. Langkah itu diambil sebagai pengingat keras bahwa klaim yang menyebut kondisi kebocoran data di Indonesia baik-baik saja adalah tidak benar. Ia menuturkan maraknya kebocoran data pribadi di tanah air telah sampai pada tahap masif, hingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus penipuan terbanyak kedua di dunia.

"Bagaimana jikalau seorang menteri nomor satu yang harusnya peduli dengan kebocoran datanya saja bocor separah ini, bagaimana kami rakyat kecil di bawah ini? Tahukah Ibu bahwa kami jadi target penipuan nonstop dari seluruh arah?" tuturnya. Ia juga membeberkan praktik jual beli data pribadi yang dijual sangat murah di pasaran gelap, yakni seharga Rp10.000 per orang, sudah mencakup foto wajah hingga lokasi pemilik data. Bahkan, ia menyebut data pribadi milik Menkomdigi bisa dibeli hanya dengan harga Rp2.000.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Komdigi menyatakan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengusut kasus dugaan jual beli data ilegal ini. Dikutip dari Sindonews, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, menurut penjelasan BSSN, data yang bocor merupakan data lama yang kemudian kembali ramai.

"Menurut penjelasan dari BSSN, kebocoran data yang saat ini sedang ramai merupakan data-data lama yang kemudian diramaikan kembali. Meski begitu, Komdigi tetap menindaklanjuti dengan melakukan pengusutan dan penindakan," kata Alexander dalam keterangan resmi Kementerian Komdigi. Komdigi tidak spesifik menyebutkan bahwa kolaborasi dengan BSSN terkait pengusutan dugaan jual beli data itu berkaitan langsung dengan kasus Meutya Hafid.

Kasus ini bukan kali pertama dugaan kebocoran data pribadi mengguncang Indonesia. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan sejumlah kasus serupa, mulai dari dugaan kebocoran data registrasi SIM card, data BPJS Kesehatan, hingga data NPWP. Ironisnya, Meutya Hafid sendiri semasa menjadi anggota DPR dikenal vokal mengritik pemerintah terkait perlindungan data pribadi, termasuk meminta pemerintah meminta maaf kepada masyarakat dalam kasus dugaan bocornya 1,3 miliar data registrasi SIM card beberapa tahun silam.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi langsung dari Meutya Hafid terkait dugaan kebocoran data pribadinya. Publik menanti langkah konkret pemerintah dalam penegakan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, mengingat kasus yang menimpa pejabat yang justru berwenang mengawasi ranah digital ini menjadi sorotan tajam warganet.

Sumber

  1. Data Pribadi Menkomdigi Diduga Bocor, Bisa Dibeli hanya Seharga Rp2000 — Okezone
  2. Heboh Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor, Komdigi-BSSN Usut Jual Beli Data Ilegal — Sindonews
  3. Data KTP dan Password Menteri Komdigi Bocor, Bisa Dibeli Cuma Rp 2000 — CNBC Indonesia

Berita terkait