Serangan Houthi ke Bandara Riyadh: 3 Tewas, Pesawat Saudia A320 Hancur

Serangan rudal Houthi ke Bandara King Khalid Riyadh menewaskan tiga warga Saudi termasuk seorang pilot Saudia dan menghancurkan Airbus A320 yang terparkir.

Oleh · · Internasional

Serangan Houthi ke Bandara Riyadh: 3 Tewas, Pesawat Saudia A320 Hancur
Foto: Ilustrasi Airbus A320 Saudia Airlines. Satu A320 Saudia hancur terbakar saat serangan Houthi menghantam Bandara King Khalid, Riyadh. · Anna Zvereva · CC BY-SA 2.0

Rangkuman

RIYADH — Eskalasi perang di Yaman kembali merambat ke ibu kota Arab Saudi. Serangan yang diklaim kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Kamis (8/10/2026) waktu setempat, menewaskan sedikitnya tiga warga negara Saudi dan menghancurkan satu pesawat komersial Airbus A320 milik maskapai nasional Saudia Airlines yang sedang terparkir.

Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA), dalam pernyataan yang dikutip Reuters dan AFP, Jumat (9/10/2026), menyebut serangan terjadi dalam dua gelombang: serangan pertama menargetkan fasilitas bandara, disusul serangan kedua yang menghantam sebuah pesawat komersial Saudia. "Serangan-serangan itu mengakibatkan gugurnya tiga warga negara Saudi," demikian pernyataan otoritas tersebut, seraya menambahkan sejumlah orang lain mengalami luka ringan hingga berat dan ada kerusakan materiil.

Salah satu korban tewas adalah awak maskapai. Saudia Airlines secara resmi mengumumkan kehilangan salah satu pilot mereka. "Dengan kesedihan mendalam, Saudia mengumumkan meninggalkan Kapten Hamoud Ali Alkalthami," demikian pernyataan maskapai. Saudia juga mengakui satu pesawat mereka rusak akibat serangan yang sama.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial dan diverifikasi sejumlah situs aviasi memperlihatkan corak khas Saudia pada sirip ekor pesawat yang hangus, dengan badan pesawat A320 terbakar nyaris sepenuhnya. Pesawat itu disebut sedang terparkir di gerbang terminal dan untungnya kosong saat serangan terjadi. Belum jelas apakah A320 itu terkena rudal secara langsung atau tertimpa puing hasil intersepsi pertahanan udara Saudi. Saksi mata yang dikutip AFP menyebut sebuah pesawat Saudia mengalami retak dan lubang pada badan pesawat; sumber lain menyebut ada tiga pesawat yang rusak. Penerbangan di bandara sempat dihentikan beberapa jam sebelum sebagian layanan kembali beroperasi dengan sejumlah pembatalan.

Otoritas Saudi tidak menyebut secara langsung sumber serangan. Namun Houthi sebelumnya menyatakan pasukannya menyerang bandara Riyadh dengan dua rudal jelajah, sekaligus mengklaim serangan ke bandara Najran di barat daya Saudi dan pangkalan udara Khamis Mushait dengan rudal balistik—klaim yang belum dikonfirmasi Riyadh. Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya tiga orang tewas dan 36 lainnya luka-luka akibat serangan rudal balistik yang mengenai Bandara Internasional Abha dan Bandara King Khalid.

Houthi menyatakan serangan itu balasan atas dukungan Saudi kepada pasukan pemerintah Yaman yang diakui internasional. Pertempuran di Yaman berkobar lagi sejak Juli lewat operasi pemerintah "Fajar Yaman" untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi, didukung serangan udara koalisi pimpinan Saudi. Ketegangan makin panas setelah Pakta Pertahanan Mekkah—perjanjian keamanan kolektif Saudi, Pakistan, dan Turki yang diteken 7 Agustus 2026—bergerak ke tahap implementasi pada Senin (5/10). Houthi melalui anggota biro politiknya Hizam Al-Asad bahkan memperingatkan Pakistan dan Turki agar tidak terlibat. "Kami berharap pemerintah Pakistan dan Turki menahan diri untuk tidak berpartisipasi dalam agresi oleh musuh Saudi," ucapnya kepada RIA Novosti, dikutip Middle East Monitor.

Dampak keamanan langsung terasa bagi warga asing. Kedutaan Besar Amerika Serikat membatasi perjalanan staf pemerintahnya ke bandara Riyadh dan mengimbau warganya memantau peringatan keamanan. Pemerintah Indonesia pun ikut turun tangan. KBRI Riyadh dalam imbauan tertanggal 9 Oktober meminta seluruh WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah berpotensi rawan, membatasi perjalanan yang tidak esensial, dan mengonfirmasi status penerbangan ke maskapai sebelum ke bandara. WNI yang menghadapi keadaan darurat dapat menghubungi nomor darurat 911 (untuk Riyadh, Mekah, Madinah, dan Provinsi Timur) atau 998 di wilayah lain, serta hotline KBRI Riyadh +966-56-917-3990.

Pengamat penerbangan menilai skala dan frekuensi serangan terhadap ibu kota Saudi kali ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam delapan bulan perang yang lebih luas di Timur Tengah. Dengan Houthi kini menyasar penerbangan sipil setelah sebelumnya mengincar infrastruktur energi, kekhawatiran kawasan akan terseret ke konflik yang lebih besar kembali meningkat.

Sumber

  1. 3 Warga Arab Saudi Tewas Akibat Serangan Houthi di Bandara Riyadh — Detik
  2. Rudal Hantam Pesawat Airbus A320 Saudia Airlines di Bandara Riyadh — CNBC Indonesia
  3. RI imbau WNI waspada di tengah konflik Arab Saudi-Houthi — Antara
  4. Houthi Wanti-wanti Pakistan dan Turki Tak Bantu Arab Saudi — Detik

Topik

Berita terkait