Raja Salman Kecam Serangan Houthi ke Makkah, Sebut Milisi Teroris
Raja Salman mengecam upaya serangan drone Houthi ke Makkah dan menyebut kelompok itu milisi teroris dalam sidang Kabinet di Jeddah, Selasa (22/9/2026).
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Raja Salman mengecam upaya Houthi menargetkan Makkah dan menyebut kelompok itu sebagai milisi teroris dalam sidang Kabinet di Jeddah, Selasa (22/9/2026).
- Pertahanan udara Saudi mencegat drone yang mengarah ke Makkah; Kemenlu Saudi menyebut ini upaya kedua setelah 27 Juli 2017.
- Konflik memanas: Houthi mengklaim Saudi melancarkan 26 serangan ke Yaman dalam 24 jam dan 300 serangan dalam sepekan, sementara Houthi membantah mengancam Makkah.
JEDDAH — Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz mengecam keras upaya kelompok Houthi Yaman menargetkan kota suci Makkah, menyebut serangan itu telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia dan melanggar kesucian tempat-tempat suci di Kerajaan. Pernyataan itu disampaikan Raja Salman saat memimpin sidang Kabinet di Jeddah, Selasa (22/9/2026), seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) dan dikutip Arab News serta Republika.
Dalam sidang tersebut, Raja Salman menyebut Houthi sebagai milisi teroris dan memuji personel militer serta keamanan yang bertugas mempertahankan Kerajaan dari agresi yang mengancam tempat-tempat suci, jamaah umrah, warga negara, dan penduduk Arab Saudi. Menurut SPA, Raja Salman menilai upaya Houthi menargetkan Makkah telah menuai kecaman dari masyarakat internasional.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebelumnya mengutuk dan mengecam serangan drone militan Houthi yang menargetkan Makkah. Kerajaan menegaskan bahwa serangan yang menargetkan kota suci dan kiblat umat Muslim itu merupakan pengulangan praktik milisi Houthi yang melanggar kesucian tempat-tempat suci. Saudi menyebut ini sebagai upaya kedua yang mengarah ke Makkah setelah upaya pertama pada 27 Juli 2017. Angkatan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi disebut berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang Makkah.
Sejumlah negara turut menyampaikan kecaman. Qatar menegaskan bahwa upaya melanggar kesucian Makkah dan Masjidil Haram merupakan tindakan agresi yang memalukan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut upaya serangan drone itu tindakan pengecut seraya menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Arab Saudi. Pemerintah Yordania menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan Kerajaan dan hukum internasional.
Di sisi lain, Houthi membantah mengancam Makkah. Kantor berita kelolaan Houthi, Saba, mengutip sumber militer yang menyatakan tidak ada ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya, dan menyebut peringatan serangan udara Badan Pertahanan Sipil Saudi sebagai disinformasi. Houthi dalam klaim terpisah menyatakan serangan mereka diarahkan ke fasilitas Aramco di Yanbu, bukan ke Makkah.
Konflik Saudi-Houthi sendiri tengah memanas. Houthi mengatakan militer Saudi melancarkan 26 serangan ke wilayah Yaman dalam 24 jam terakhir dan sekitar 300 serangan dalam sepekan, diarahkan ke markas-markas Houthi. Situasi kian tegang setelah Houthi menguasai Selat Bab al-Mandab dan mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, jalur yang digunakan Saudi untuk ekspor minyak menghindari Selat Hormuz. Pekan ini, Houthi juga dilaporkan mengirim drone ke sejumlah wilayah Saudi termasuk Riyadh, hingga otoritas Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara bagi warga ibu kota.
Konflik kedua pihak berakar sejak 2014 ketika Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa. Arab Saudi memimpin koalisi sejak 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional. Perang yang sempat mereda pada 2022 itu pecah lagi sejak Juli tahun ini dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Sumber
- Raja Salman Keluarkan Sikap soal Serangan Houthi ke Arab Saudi — Republika
- Arab Saudi kutuk keras serangan Houthi mengarah ke Makkah — Antara
- Riyadh Diancam Drone, Saudi Luncurkan 26 Serangan ke Markas Houthi di Yaman — Detik
- King Salman condemns Houthi 'terrorist militia' attempts to target Makkah — Arab News