Pertempuran Marib Yaman: 80 Milisi Houthi Pro-Iran Tewas dalam 24 Jam

Sedikitnya 80 milisi Houthi pro-Iran tewas dalam pertempuran sengit 24 jam dengan pasukan pemerintah Yaman di selatan Marib, kota kaya minyak yang memanas lagi.

BeritaFlash AI · · Internasional

Pertempuran Marib Yaman: 80 Milisi Houthi Pro-Iran Tewas dalam 24 Jam
Foto: Situasi militer di Marib dan sekitarnya, Yaman · Temeku · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

AL-MUKALLA — Sedikitnya 80 milisi Houthi yang didukung Iran tewas dalam pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah Yaman di luar kota Marib, Yaman tengah, dalam 24 jam terakhir, menurut pernyataan pejabat tinggi militer Yaman yang dikutip Arab News, Minggu (20/9/2026). Pertempuran ini menjadi eskalasi terbaru di kawasan kaya minyak yang kembali memanas.

Brigadir Jenderal Yahya Al-Hatemi, direktur departemen media militer Angkatan Darat Yaman, mengatakan pertempuran hebat meletus di wilayah selatan Marib, termasuk Hareb, Mala'a, dan Um Raish, antara pasukan pemerintah — yang didukung pesawat tempur dan drone — dengan milisi Houthi. "Houthi menderita lebih dari 80 tewas, sisanya melarikan diri, dan sembilan kendaraan tempur hancur," kata Al-Hatemi. Pesawat tempur juga menggempur posisi-posisi Houthi di sepanjang garis depan Provinsi Marib, menyasar konsentrasi pasukan, bala bantuan, dan posisi benteng.

Kota Marib menyimpan nilai strategis ganda. Selain menjadi rumah bagi ladang minyak dan gas serta pembangkit listrik utama, kota itu menampung konsentrasi pengungsi internal terbesar di Yaman — lebih dari 2 juta orang yang melarikan diri dari pertempuran atau represi Houthi selama satu dekade terakhir. Ribuan warga sipil dan kombatan tewas atau terluka dalam berbagai serangan Houthi untuk merebut Marib, yang tak pernah berhasil mengambil alih kota itu. Houthi menghentikan serangan besar-besaran mereka menyusul gencatan senjata yang ditengahi PBB pada April 2022, tetapi ketegangan kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Di pihak Houthi, prosesi pemakaman digelar Sabtu (19/9) untuk sedikitnya 50 kombatan, termasuk sejumlah perwira tinggi, di Sanaa, Amran, Hodeidah, dan wilayah lain yang dikuasai kelompok itu. Al-Hatemi mengklaim angka yang diakui Houthi secara terbuka itu kurang dari 10 persen dari jumlah korban sesungguhnya di medan tempur — ia memperkirakan 300 hingga 500 milisi Houthi tewas setiap hari, dan menuduh kelompok itu menyembunyikan jumlah sebenarnya demi menjaga moral pasukan. Klaim angka ini berasal sepenuhnya dari pihak militer Yaman dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Eskalasi tak hanya terjadi di Marib. Al Jazeera melaporkan, Kamis (17/9), serangan yang saling berbalasan antara Arab Saudi dan Houthi menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk tiga anak. Satu warga Yaman di wilayah Taif, Arab Saudi, tewas setelah drone Houthi dicegat — kematian pertama yang diumumkan di Saudi bulan ini. Houthi menuduh pesawat tempur Saudi menggempur tiga menara telekomunikasi di Provinsi Taiz. Arab Saudi juga mengklaim mencegat drone Houthi yang diarahkan ke Mekkah — tuduhan yang dibantah keras pemimpin Houthi Abdel-Malik al-Houthi sebagai "kebohongan keji" dan "propaganda besar". Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan klaim pencegatan drone semata tak cukup untuk menuduh Houthi, seraya menyinggung kemungkinan operasi bendera palsu.

Di tengah eskalasi, kantor berita Reuters melaporkan China secara diam-diam meminta pejabat Iran membantu menahan Houthi, menyusul permintaan Arab Saudi kepada Beijing setelah serangan Houthi baru-baru ini. Secara terbuka Beijing menyerukan penahanan diri dan dialog. Eskalasi juga berpotensi menyeret aktor kawasan lain: Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan sudah waktunya mengimplementasikan pakta pertahanan bersama dengan Saudi dan Turki, sementara Menlu Iran Abbas Araghchi menelepon Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir membahas perkembangan kawasan.

Sementara itu, di front lain, militer Yaman di Taiz mengklaim merebut Gunung Nouman di barat kota setelah bentrok dengan Houthi. Pasukan Nation's Shield pemerintah juga menyatakan memukul mundur serangan Houthi dan menembak jatuh sebuah drone di dekat Gunung Kahboub, distrik Al-Madaribah Wa Al-Aarah, Provinsi Lahj — posisi strategis yang mengawasi Selat Bab Al-Mandab. Penguasaan gunung itu oleh Houthi akan membuka jalan bagi potensi serangan ke Aden, pusat pemerintahan Yaman yang diakui internasional.

Sumber

  1. At least 80 Houthis killed in fierce Marib fighting, Yemen army says — Arab News
  2. Five killed as Saudi Arabia and Yemen's Houthis trade attacks — Al Jazeera
  3. Perang Pecah di Kota Kaya Minyak Arab, 80 Milisi Pro-Iran Dibantai — CNBC Indonesia

Berita terkait