Pangdam Pastikan 4 Korban KKB di Habema Warga Sipil, Bukan Intel
Pangdam XVII Cenderawasih membantah klaim KKB bahwa empat korban penembakan di Jayawijaya adalah intel TNI. Jenazah sopir Aris Sanda dipulangkan ke Toraja.
BeritaFlash AI · · Lokal

Rangkuman
- Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat korban penembakan KKB di Jayawijaya adalah warga sipil, bukan intel TNI seperti klaim kelompok bersenjata.
- Korban terdiri dari tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya dan sopir lajuran Aris Sanda yang jenazahnya ditemukan dalam mobil terbakar di Danau Habema.
- Jenazah Aris Sanda telah dipulangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan; Satgas Damai Cartenz masih mengejar para pelaku.
JAYAPURA — Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang membantah tegas klaim Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut korban penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, adalah anggota intelijen TNI. Ia memastikan keempat korban adalah warga sipil.
"Saya pastikan keempat korban adalah warga sipil," kata Febriel kepada Antara, Minggu (20/9/2026), usai meninjau bakti sosial donor darah dalam rangkaian HUT ke-81 TNI di Jayapura.
Keempat korban adalah tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan seorang sopir lajuran bernama Aris Sanda (41), warga asal Toraja, Sulawesi Selatan. Ketiga ASN itu tewas ditembak saat menjalankan tugas distribusi program pelayanan di Distrik Muliama, sementara Aris tewas dalam peristiwa terpisah di jalur Wamena menuju Mbua.
Kronologi yang menimpa Aris Sanda dihimpun Antara dari keterangan Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna. Pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT, Aris mengemudikan kendaraan lajuran dari Wamena menuju Mbua membawa penumpang dan kebutuhan logistik masyarakat. Di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, rombongan dihentikan sekelompok orang bersenjata.
Setelah memeriksa pengemudi dan penumpang, kelompok itu memerintahkan para penumpang kembali ke Wamena, sementara Aris dipisahkan dan dibawa menuju kawasan Danau Habema. Rekaman video yang beredar memperlihatkan korban sempat disandera, dikelilingi orang bersenjata, dan diminta memegang bendera Bintang Kejora. Keesokan harinya, Rabu (16/9), tim gabungan menemukan kendaraan Aris dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema dengan jenazah korban di dalamnya. Pencarian sempat terkendala kabut tebal sebelum temuan itu.
TPNPB Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di jalur Trans Wamena-Nduga tersebut dan menuduh korban sebagai intel TNI — tuduhan yang kini dibantah langsung Pangdam. Juru bicara kelompok, Sebby Sambom, sebelumnya juga mengklaim penembakan tiga ASN Dinas Pertanian dengan tuduhan serupa, menurut laporan yang beredar.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan jenazah Aris Sanda telah dipulangkan ke kampung halamannya di Toraja. Personel gabungan masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat setelah olah tempat kejadian perkara.
"Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut," kata Yusuf, dikutip dari Okezone, Minggu.
Yusuf menegaskan penanganan dilakukan lewat mekanisme penegakan hukum sehingga setiap tersangka harus dipastikan keterlibatannya sebelum ditangkap. "Kami tidak bisa melakukan upaya di luar proses penegakan hukum karena yang akan menanggung akibatnya dan dirugikan adalah masyarakat sipil," ujarnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menambahkan, Satgas Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan tindakan pertama di TKP: olah TKP, penyisiran di sekitar lokasi, pengumpulan barang bukti, pendalaman keterangan saksi, serta evakuasi korban.
Pangdam Febriel mengatakan rentetan penembakan di Papua Pegunungan mendorong TNI-Polri memperkuat upaya penanganan KKB sesuai standar operasional prosedur. Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi telah berada di Wamena untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. "Yang terpenting adalah TNI berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman di Tanah Papua," kata Febriel, seraya memohon dukungan masyarakat.
Sumber
- Pangdam Cenderawasih pastikan korban penembakan KKB bukan Intel TNI — Antara
- Kronologi sopir travel asal Toraja ditembak di Wamena — Antara
- Jenazah Aris Sanda Korban KKB Telah Dipulangkan, Polri: Kami Tidak Tinggal Diam! — Okezone
- Pangdam Pastikan ASN Korban Penembakan KKB Bukan Intel TNI — Liputan6
Berita terkait
- Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Sejam dari Monas hingga Bundaran HI
- Operasi SAR KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Basarnas Kerahkan 12 Penyelam Terbaik
- Pasar Rakyat Direvitalisasi, Pedagang Keluhkan Sewa Kios Naik Dua Kali Lipat
- DVI Identifikasi Tiga Korban KM Virgo, KNKT Desak Regulasi Keselamatan Pelayaran Ditinjau Ulang