Operasi SAR KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Basarnas Kerahkan 12 Penyelam Terbaik

Pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo memasuki hari kedelapan dengan fokus operasi bawah laut ke dalam bangkai kapal.

Oleh · · Lokal

Operasi SAR KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Basarnas Kerahkan 12 Penyelam Terbaik
Foto: U.S. Navy photo by Petty Officer 2nd Class Jordan Jennings · Public domain

Rangkuman

BANJARMASIN — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang operasi pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa selama tujuh hari ke depan. Keputusan itu diambil setelah masa operasi standar tujuh hari berakhir Sabtu (19/9), sementara lebih dari seratus korban masih belum ditemukan.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, pencarian memasuki fase baru dengan memfokuskan 12 penyelam terbaik dari unsur gabungan untuk operasi bawah laut mulai hari kedelapan, Minggu (20/9). Menurut dia, para penyelam itu dipilih setelah penyesuaian dan penyegaran tim, dan memiliki pengalaman menangani kecelakaan besar seperti operasi SAR pesawat Lion Air dan Sriwijaya Air.

Penyegaran tim, kata Yudhi di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, bukan karena kekurangan personel, melainkan karena sejumlah kapal pendukung seperti KRI I Gusti Ngurah Rai dan KRI Pulau Fani harus kembali ke pangkalan. Sebagai pengganti, KRI Nala dikerahkan mulai hari kedelapan, bersama tugboat TB Jaya Dragon yang beroperasi mendampingi 12 penyelam tersebut.

Operasi bawah laut menjadi fokus karena tiga jenazah terakhir — dua laki-laki dan satu perempuan — ditemukan penyelam Kopaska dan Koarmada II TNI AL di dalam satu ruangan tertutup bangkai kapal pada kedalaman sekitar 24 meter di perairan Masalembo, Jumat (18/9). Penyelam terpaksa memecahkan kaca jendela kompartemen untuk mengevakuasi ketiganya. Penemuan itu menambah total korban meninggal menjadi sembilan orang dari 243 orang dalam manifes kapal, dengan 108 orang selamat.

Sementara itu, proses identifikasi korban terus berjalan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Bhayangkara Banjarmasin telah mengidentifikasi tiga korban tewas yang seluruhnya merupakan warga Kalimantan Selatan, seperti diberitakan Antara, Sabtu malam. Jenazah-jenazah itu merupakan bagian dari korban yang ditemukan pada hari-hari awal operasi SAR.

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai aturan keselamatan pelayaran nasional perlu dievaluasi dan direvisi menyusul tragedi ini, seperti diberitakan CNN Indonesia. KM Virgo Transport 8 merupakan kapal Ro-Ro buatan Jepang tahun 1987 yang tenggelam setelah dihantam cuaca buruk pada Minggu (13/9) dini hari dalam pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin.

Tim salvage juga telah memulai survei menggunakan remotely operated vehicle (ROV) untuk memetakan kondisi bangkai kapal yang dalam posisi tengkurap dengan buritan menancap di dasar laut. Hasil survei itu akan menentukan langkah teknis pengangkatan badan kapal ke permukaan, yang menurut rencana dibiayai pemilik kapal dengan pengawalan pihak berwenang.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi KNKT. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menegaskan kapal berlayar dalam kapasitas normal dan tidak kelebihan muatan, dan meminta semua pihak memberi ruang bagi KNKT bekerja independen.

Sumber

  1. Basarnas fokuskan 12 penyelam terbaik operasi bawah laut KM Virgo — Antara
  2. KM Virgo: Tim penyelam TNI AL evakuasi tiga jenazah dari dalam KM Virgo yang sudah tenggelam — BBC Indonesia
  3. Terjebak di Kedalaman 24 Meter, 3 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan TNI AL dalam Satu Ruangan — Kronologi
  4. Operasi Pencarian Korban Kapal Virgo Diperpanjang 7 Hari — Detik
  5. Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian Korban KM Virgo Tujuh Hari — CNN Indonesia
  6. Basarnas Perpanjang Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 selama 7 Hari — Sindonews

Berita terkait