Manchester City Dinyatakan Bersalah atas Pelanggaran Keuangan Premier League
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan Premier League 2009-2018 lewat skema sponsor fiktif senilai lebih dari 830 juta poundsterling.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga

Rangkuman
- Komisi independen menyatakan Manchester City bersalah memalsukan pendapatan lebih dari 830 juta poundsterling lewat kontrak sponsor fiktif pada 2009-2018
- Manchester City membantah dan punya batas waktu hingga 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding; sanksi diputuskan dalam sidang terpisah
- Legenda Liverpool Jamie Carragher meminta gelar City era itu dicabut, sementara sponsor Etihad Airways mengancam langkah hukum terhadap Premier League
JAKARTA — Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan keuangan Premier League periode 2009-2018 oleh komisi independen, dalam putusan yang disebut-sebut sebagai yang terberat dalam sejarah sepak bola Inggris. Liga mengumumkan pada Selasa (30/9/2026) waktu Inggris bahwa klub milik Abu Dhabi United Group itu terbukti menggelembungkan pendapatan lewat kontrak sponsor palsu senilai lebih dari 830 juta poundsterling, demikian dilaporkan BBC Sport.
Dalam laporan komisi yang dipublikasikan dalam versi yang telah disunting, panel independen menemukan City mengatur kontrak-kontrak komersial "palsu" (sham contracts) dengan sejumlah mitra untuk menyamarkan aliran dana rahasia sebesar 830,69 juta poundsterling dari pemilik klub. Komisi juga menyatakan sejumlah saksi penting klub memberikan keterangan palsu dan tidak jujur dalam aspek-aspek kunci, serta menilai ada "perilaku yang disengaja atau ceroboh" untuk mengakali aturan liga. Indeks bukti yang diperiksa komisi saja mencapai lebih dari 750 halaman, dengan dokumen inti mencapai puluhan ribu halaman.
Angka yang diungkap komisi menggambarkan skala manipulasi itu. Pada tiga musim juara Premier League mereka — 2011-12, 2013-14, dan 2017-18 — City mencatatkan pendapatan sponsor 360 juta poundsterling, tetapi menurut komisi hanya 43 juta poundsterling di antaranya yang sah; sisanya berasal dari pemilik dan disamarkan. Skema itu juga memungkinkan klub menghindari pencatatan kerugian musim terbesar dalam sejarah Premier League pada 2009-10. Selama periode pelanggaran, City membelanjakan sekitar 1,2 miliar poundsterling untuk mendatangkan pemain bintang, sebuah belanja yang menurut banyak pengamat mustahil dilakukan tanpa suntikan dana terselubung tersebut.
Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan putusan itu membuktikan klub "secara sistematis melanggar aturan Premier League selama hampir satu dekade" dan menegaskan kompetisi harus tetap adil bagi semua klub dan suporter. Sanksi untuk City akan diputuskan dalam sidang terpisah bersama komisi independen, dengan opsi yang berkisar dari denda tanpa batas, pengurangan poin, hingga dikeluarkan dari Premier League. Sejumlah petinggi sepak bola Inggris yang dikutip BBC Sport menilai hukuman idealnya dijatuhkan sebelum musim ini berakhir agar tidak menimbulkan ketidakpastian, terutama jika City kembali menjadi juara.
Manchester City membantah seluruh temuan itu dan menyatakan akan mengajukan banding sebelum batas waktu 2 Oktober. "Klub tidak bersalah atas tuduhan yang dibuat Premier League dan memiliki bukti yang tak terbantahkan untuk mendukung seluruh posisinya," demikian pernyataan resmi klub, seraya menyebut putusan komisi mengandung kesalahan material terkait hukum, prinsip, dan fakta. Kepala Eksekutif City Ferran Soriano bahkan menuding adanya "teori konspirasi Premier League" dalam pesan video kepada staf klub, dan menegaskan klub akan dibersihkan namanya. City tidak bisa lagi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tetapi masih bisa menempuh jalur hukum ke pengadilan tinggi Inggris dengan dalih proses yang tidak imparsial.
Gelombang reaksi langsung muncul. Legenda Liverpool Jamie Carragher, dikutip Sky Sports lewat Okezone, meminta gelar-gelar yang dimenangi City pada periode 2009-2018 — tiga trofi Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Community Shield — dicabut dari catatan pencapaian mereka. "Tindakan Manchester City telah merenggut sensasi kemenangan dari para pemain, klub, dan penggemar lawan," ujar Carragher, yang kini menjadi pundit. Mantan chairman City era 1998-2003, David Bernstein, bahkan menilai sanksi finansial saja tidak cukup: jika banding gagal, City menurutnya harus menerima hukuman berat yang mengeluarkan mereka dari Premier League.
Sponsor utama City, Etihad Airways, turut bereaksi keras. Maskapai asal Uni Emirat Arab itu menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap Premier League dan "secara tegas menolak setiap temuan, kesimpulan, atau implikasi yang menyatakan maskapai pernah terlibat dalam pengaturan komersial yang tidak patut". Etihad menilai cara Premier League mengomunikasikan temuan komisi — setelah serangkaian kebocoran selektif — merusak reputasi perusahaan, padahal nama Etihad tidak disebut dalam laporan yang dipublikasikan.
Publik sepak bola dunia kini menyebut era kejayaan City itu sebagai "era asterisk" atau era bertanda bintang — periode ketika prestasi gemilang di lapangan diduga disokong dana ilegal, demikian ditulis Kumparan. Momen-momen ikonik seperti gol penentu juara Sergio Aguero pada musim 2011-12 kini dipertanyakan keabsahannya. Dengan proses banding yang menurut regulasi liga harus rampung paling lambat 12 pekan setelah diajukan, nasib trofi-trofi City dan kredibilitas Premier League sendiri kini berada di ujung tanduk.
Sumber
- Premier League confirms club guilty of all charges related to financial rule breaches — BBC Sport
- Punish Man City this season, say other club chiefs — BBC Sport
- Manchester City Dinyatakan Bersalah Langgar Aturan Keuangan, Legenda Liverpool Minta Gelar The Citizens Dicabut — Okezone
- Skandal Finansial Manchester City Nodai Sejarah Indah Era Asterisk — Kumparan