Karhutla Lereng Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Terbakar
Kebakaran lereng Gunung Lawu meluas hingga 490 hektare dan mendekati pipa air warga. Empat kawasan gunung di Jawa Timur juga masih terbakar.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal

Rangkuman
- BPBD Karanganyar memperkirakan 490 hektare lereng Gunung Lawu terbakar sejak 15 Oktober.
- Api mendekati mata air dan pipa warga, posko baru dibuka di Candi Cetho.
- Empat gunung di Jawa Timur serta karhutla di Sumatera dan Kalimantan masih berlangsung.
KARANGANYAR — Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus meluas. Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Sugiharjo memperkirakan luas lahan yang terbakar telah mencapai 490 hektare hingga Selasa (20/10/2026) sore.
"Berkaitan dengan luas yang terbakar, perkiraan kita sekitar 490 hektar yang terbakar," kata Sugiharjo saat dihubungi awak media. Angka itu naik tajam dibanding laporan awal pekan lalu, ketika api baru terdeteksi di tiga petak hutan pinus dan ilalang di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.
Menurut Sugiharjo, api kini semakin mendekati mata air warga sehingga pipa air perlu diamankan. Posko induk di Desa Gondosuli akan melakukan penyekatan di depan hutan alam karena di lokasi itu terdapat pipa milik warga. "Upaya ditimbun pipanya agar nanti tidak ada yang kebakaran," ujarnya.
Untuk mengantisipasi api mendekati pipa, objek wisata, dan permukiman, satu pos baru dibuka di Candi Cetho. Pos tersebut mulai beroperasi Rabu (21/10). Selain posko induk, ada tiga pos kecil di Ngargoyoso, Cemoro Kandang, dan Candi Cetho. Fokus operasi di Pos Cetho mencakup pemeriksaan kondisi pipa sumber mata air, pengamanan jalur dan titik penempatan pipa, serta pendataan sarana di lapangan.
Sejarah kebakaran ini bermula Kamis (15/10), ketika api diketahui muncul di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli. Medan yang terjal membuat pemadaman darat sulit dilakukan, sehingga BPBD mengandalkan water bombing. Namun cuaca menjadi kendala. Dari empat kali rencana penjatuhan air, hanya dua yang bisa dilakukan, pada pukul 07.30 dan 08.30 WIB.
Upaya penyekatan manual juga terhambat karena api berukuran besar. Tim gabungan sempat ditarik lebih cepat dengan alasan keselamatan. Sugiharjo menyatakan pihaknya telah meminta bantuan BNPB untuk modifikasi cuaca. Surat permohonan sudah dikirim ke BMKG, tetapi pelaksanaannya menunggu asesmen apakah ada bibit awan yang memadai.
Persoalan serupa terjadi di Jawa Timur. Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menyebut sedikitnya empat kawasan gunung dan pegunungan masih dikepung karhutla hingga Selasa. Titik api berada di Gunung Bromo, Probolinggo; Gunung Arjuno-Welirang di Tahura R Soerjo, Pasuruan; Gunung Sigiran, Mojokerto; serta Tamankursi di kaki Gunung Argopuro, Situbondo.
"Kebakaran terjadi di ketinggian yang luar biasa itu, dan memang tidak bisa dijangkau oleh petugas," kata Emil di Surabaya. Ia menjelaskan water bombing via helikopter dibutuhkan, tetapi unit helikopter BNPB masih diprioritaskan untuk Kalimantan dan Sumatera. Sambil menunggu bantuan udara, petugas membuat sekat bakar agar api tidak menjalar ke permukiman dan fasilitas umum.
Data BPBD Jawa Timur menyebut luas area terbakar di empat kawasan itu masih dalam pendataan. Sebelumnya, kebakaran di Gunung Sumbing, Jawa Tengah, memaksa 152 pendaki dievakuasi dan jalur pendakian ditutup total.
Di Sumatera Selatan, BPBD mendeteksi 579 titik panas karhutla dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai wilayah terbanyak. Asap karhutla juga mulai mengganggu mobilitas dan sektor perhotelan serta restoran di sejumlah daerah. TNI AU mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengangkut 9,6 ton bahan operasi modifikasi cuaca ke Kalimantan.
Muhammadiyah meminta pemerintah mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang menyebabkan karhutla dan menegaskan bencana ini tidak boleh dinormalisasi sebagai kejadian tahunan. DPR juga mendesak pemerintah bersikap tegas terkait laporan Singapura mengenai perusahaan yang diduga menjadi pemasok karhutla.
Hingga Selasa malam, belum ada laporan korban jiwa dari kebakaran lereng Lawu. Namun ancaman terhadap sumber air, jalur pendakian, dan permukiman di sekitar Tawangmangu masih nyata selama angin dan cuaca kering bertahan.
Sumber
- Kebakaran Lereng Gunung Lawu Meluas, Capai 490 Hektare — Detik
- Kebakaran Lereng Lawu Capai 490 Hektare, Pipa Air Warga Terancam — Detik Jateng
- 4 Gunung Jatim Terbakar, Medan Terjal Jadi Kendala Padamkan Api — CNN Indonesia
- BPBD Deteksi 579 Hotspot Karhutla di Sumsel, OKI Terbanyak — Detik
- Muhammadiyah Tegaskan Karhutla Tidak Boleh Dinormalisasi sebagai Bencana Tahunan — Sindonews
- TNI AU Kerahkan 2 Hercules, Angkut 9,6 Ton Bahan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan — Sindonews
- DPR Minta Pemerintah tak Tinggal Diam Soal Sikap Singapura terkait Karhutla — Republika
Topik
Berita terkait
- Karhutla Serentak: 1.500 Hektare Hangus di Jatim, Rumah Terbakar di Poso
- Menjelang Puncak Kemarau, Pencegahan Karhutla Bertumpu pada Tata Kelola Air
- Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 174.694, 40 Ribu di Antaranya Balita
- Prabowo Gelar Ratas Karhutla, Undang Akademisi Bahas Lahan Gambut
- Karhutla Landa 4 Provinsi, BNPB: 62 Hektare Lahan Terbakar dalam Sehari