Jasad ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi, Operasi SAR Tak Dibuka Lagi

Jasad Surakman, ABK kapal pembawa 5 jurnalis hilang di Selat Sunda, teridentifikasi lewat tes DNA di Pulau Enggano. Basarnas tegaskan operasi SAR tak dibuka.

BeritaFlash AI · · Lokal

Jasad ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi, Operasi SAR Tak Dibuka Lagi
Foto: Citra satelit Himawari-9 erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, 4 September 2026. · JMA Himawari-9 Satellite · CC BY 4.0

Rangkuman

JAKARTA — Jasad pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan merupakan Surakman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis hilang di Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepastian ini diperoleh setelah hasil tes DNA jasad tersebut cocok dengan DNA anak kandung Surakman bernama Yayat.

"Sudah, informasi begitu," ujar dokter forensik RS Bhayangkara Banten, Donald Rinaldi Kusumaningrat, saat dimintai konfirmasi, Rabu (23/9/2026), seperti dikutip dari Detik. Kapolda Banten juga memastikan hasil identifikasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Jasad Surakman ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) di perairan sekitar Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Jika ditarik garis lurus dari titik terakhir kapal terdeteksi di Pulau Sebesi, Selat Sunda, jaraknya sekitar 345,05 kilometer menurut Google Earth. Penemuan ini menjadi satu-satunya titik terang dalam upaya pencarian delapan orang yang hilang sejak 7 September 2026.

Delapan orang yang hilang itu terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Kelima jurnalis adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Tiga kru kapal adalah Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menegaskan pihaknya tidak akan membuka lagi operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis tersebut. "Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban," kata Amrad dalam konferensi pers, Rabu (23/9), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, Basarnas telah menyebarkan e-broadcast dan maklumat pelayaran (mapel) untuk kapal-kapal yang melintas. "Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut," tutur Amrad.

Meski demikian, desakan untuk membuka kembali operasi pencarian terus mengalir. Persatuan Fotografer Indonesia (PFI) meminta operasi pencarian lima jurnalis kembali dibuka. Ayah salah satu jurnalis yang hilang juga meminta Basarnas kembali mencari korban setelah ada titik terang penemuan jasad Surakman.

Jenazah Surakman rencananya akan diterbangkan ke Banten pada Kamis (24/9/2026) dan dimakamkan di TPU Ki Demang Carita. Gubernur Banten juga menyampaikan duka mendalam atas teridentifikasinya Surakman.

Kapal Arupadhatu 1 berangkat dari dermaga di Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal hilang kontak di Selat Sunda dan hingga kini nasib tujuh orang lainnya masih misteri.

Sumber

  1. Sejauh Ini Lokasi Jasad ABK Bawa 5 Jurnalis Ditemukan dari Titik Hilang Kontak — Detik
  2. Kru Kapal Ditemukan, Operasi SAR 5 Jurnalis Hilang Tak Dibuka Lagi — CNN Indonesia
  3. Jasad ABK Kapal Bawa 5 Jurnalis Dikenali Lewat DNA, Dipulangkan Besok — CNN Indonesia
  4. Duka Gubernur Banten Usai Surakman Kru Kapal Bawa Jurnalis Teridentifikasi — Liputan6
  5. PFI Minta Operasi Pencarian 5 Jurnalis Kembali Dibuka — CNN Indonesia

Berita terkait