Gempa M5,2 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa magnitudo 5,2 guncang 127 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulut, Selasa (22/9/2026) pukul 06.48 WIB. BMKG: tak berpotensi tsunami.

BeritaFlash AI · · Lokal

Gempa M5,2 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Rangkuman

TAHUNA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa (22/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data resmi BMKG yang dipantau melalui laman gempa bumi terkini, gempa terjadi tepat pukul 06.48.13 WIB dengan episentrum berada pada koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,30 Bujur Timur. Pusat gempa berjarak sekitar 127 kilometer arah barat laut dari Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal di bawah 70 kilometer seperti ini umumnya lebih mudah dirasakan penduduk di daratan terdekat.

"Tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan resmi BMKG yang dikutip sejumlah media nasional, Selasa pagi. Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa susulan yang mungkin terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan. Media nasional yang memberitakan peristiwa ini, termasuk Detik, Liputan6, dan Kumparan, juga belum melaporkan adanya dampak signifikan.

Wilayah Kepulauan Sangihe memang dikenal sebagai daerah rawan gempa. Kabupaten kepulauan yang berbatasan langsung dengan Filipina itu berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif, termasuk Lempeng Pasifik dan Lempeng Laut Maluku, sehingga aktivitas seismik berkekuatan sedang kerap tercatat di perairan sekitarnya. Gempa dengan magnitudo 5 lebih beberapa kali tercatat di kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar berpusat di laut dan tidak memicu tsunami.

Dalam catatan kegempaan, gempa magnitudo 5 ke atas di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya tercatat cukup sering. Sebagian besar berpusat di laut dengan kedalaman dangkal hingga menengah, dan umumnya tidak memicu tsunami karena karakteristik patahan yang dominan bergerak horizontal atau berada di bawah ambang yang berpotensi memicu deformasi dasar laut yang signifikan. Meski begitu, BMKG tetap memantau ketat setiap aktivitas seismik di kawasan ini mengingat posisinya yang berada di jalur seismik aktif.

Masyarakat yang merasakan guncangan diminta tidak panik, menjauhi bangunan yang retak atau rawan roboh, serta tidak mudah percaya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait potensi gempa susulan atau tsunami. Informasi resmi mengenai aktivitas gempa dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, baik laman maupun aplikasi mobile Info BMKG. Warga juga diimbau melaporkan kerusakan pasca-gempa kepada pihak berwenang setempat. Warga Tahuna dan sekitarnya yang sempat merasakan guncangan pagi tadi menggambarkan getaran terasa beberapa detik namun tidak sampai menimbulkan kepanikan berarti. Aktivitas masyarakat di ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe itu dilaporkan berjalan normal kembali setelah gempa.

Sumber

  1. Gempa M 5,2 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, Tak Berpotensi Tsunami — Detik
  2. Gempa M 5,2 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut — Liputan6
  3. Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Kepulauan Sangihe, Sulut — Kumparan
  4. Gempa Bumi Terkini - BMKG — BMKG

Berita terkait