Gempa Aceh Jaya M5,9 Guncang Calang, Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa Aceh Jaya bermagnitudo 5,9 mengguncang perairan barat daya Calang, Minggu 4 Oktober 2026 pukul 06.37 WIB; BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami.

Oleh · · Lokal

Gempa Aceh Jaya M5,9 Guncang Calang, Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng
Foto: Pantai di Calang, Aceh Jaya — perairan barat daya kota ini menjadi pusat gempa magnitudo 5,9 pada Minggu (4/10/2026) pagi. · hotmahtg · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

BANDA ACEH — Gempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang perairan di barat daya Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada Minggu (4/10/2026) pagi pukul 06.37 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan episenter gempa berada di titik koordinat 4,55 Lintang Utara dan 95,08 Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 55 kilometer. "Episenter gempa bumi terletak di laut 56 kilometer barat daya Calang, Aceh Jaya," kata Wijayanto dalam keterangannya, dikutip dari Kumparan. Rilis awal BMKG sempat mencatat magnitudo 5,8 dengan kedalaman 26 kilometer sebelum dimutakhirkan sesuai hasil analisis.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan gempa ini sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng, zona yang sama yang menjadi sumber gempa-gempa besar di pesisir barat Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, khas untuk zona tumbukan lempeng.

Dari peta tingkat guncangan (shakemap) yang dirilis BMKG, guncangan skala intensitas IV MMI dirasakan di Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bhakti, dan Kota Calang di Aceh Jaya, serta di Kota Jantho, Aceh Besar. Pada skala ini, getaran pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan mampu menggerakkan perabotan ringan. Adapun guncangan skala III MMI dirasakan di Kota Meulaboh, Aceh Barat, terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk yang sedang melintas.

Wilayah Aceh sendiri adalah salah satu kawasan paling rawan gempa di Indonesia karena berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam ke bawah lempeng Sunda di Samudra Hindia. Zona inilah yang pernah memicu gempa dan tsunami dahsyat Aceh pada Desember 2004, sehingga setiap gempa menengah di kawasan ini selalu mendapat perhatian serius dari BMKG dan pemerintah daerah. Gempa-gempa berkekuatan sedang di perairan barat Aceh tercatat cukup rutin terjadi, baik yang berasal dari zona subduksi utama maupun dari segmen sesar besar Sumatra yang memanjang di daratan.

Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, merupakan kota pesisir di pantai barat Aceh yang berjarak sekitar 170 kilometer dari Banda Aceh. Kawasan ini termasuk yang paling parah terdampak tsunami 2004 dan sejak itu tata ruang serta kesiapsiagaan bencananya terus diperkuat, termasuk jalur evakuasi dan sistem peringatan dini.

Hingga pukul 07.10 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan, meski warga sempat melaporkan getaran lanjutan yang ringan. Belum ada pula laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan BPBD Aceh Jaya. BMKG menyatakan terus memantau kemungkinan gempa susulan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas penanggulangan bencana setempat bila muncul perkembangan lebih lanjut.

Sumber

  1. Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Aceh Jaya Minggu Pagi — CNN Indonesia
  2. Gempa M 5,8 Terjadi di Calang Aceh Jaya — Detik
  3. Analisis Gempa 5,7 Magnitudo yang Getarkan Aceh Jaya: Dipicu Aktivitas Subduksi — Kumparan
  4. Calang Aceh Jaya Diguncang Gempa Magnitudo 5,9 — Liputan6

Berita terkait