Gempa M 4,6 Guncang Sumur Banten Rabu Pagi, Berpusat di Laut Selat Sunda

Gempa magnitudo 4,6 mengguncang laut 38 km selatan Sumur, Pandeglang, Banten, Rabu 23 September 2026 pagi, getaran terasa II-III MMI dan tak berpotensi tsunami.

BeritaFlash AI · · Lokal

Gempa M 4,6 Guncang Sumur Banten Rabu Pagi, Berpusat di Laut Selat Sunda
Foto: Perahu nelayan di pesisir Desa Sumur, Pandeglang, Banten, kawasan yang diguncang gempa M 4,6 pada Rabu (23/9/2026) pagi. · adedeh (Panoramio) · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

PANDEGLANG — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (23/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 05.27.42 WIB dengan pusat gempa berada di laut, 38 kilometer selatan Sumur, pada koordinat 7,00 Lintang Selatan dan 105,57 Bujur Timur, dengan kedalaman 20 kilometer.

BMKG melaporkan guncangan gempa dirasakan di wilayah Sumur dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala II, getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sementara pada skala III getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan ada truk yang melintas. Karena pusatnya berada di laut dangkal, BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga pagi ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum mengeluarkan pernyataan lebih lanjut, namun pada kejadian-kejadian sebelumnya di kawasan yang sama, gempa dengan magnitudo di bawah 5 umumnya tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Wilayah Sumur dan perairan Selat Sunda memang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia. Zona subduksi Selat Sunda, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, tercatat aktif dan terus menyimpan akumulasi energi. Pada 14 Januari 2022, gempa magnitudo 6,7 mengguncang 54 km barat daya Sumur dan merusak ratusan bangunan di Pandeglang serta terasa hingga Jakarta. BMKG juga pernah mencatat puluhan gempa kecil beruntun di Selat Sunda dalam rentang beberapa hari, yang menunjukkan tingginya aktivitas tektonik di kawasan ini.

Para ahli kegempaan berulang kali mengingatkan bahwa segmen megathrust Selat Sunda termasuk zona yang dipantau ketat karena potensi gempa besarnya. Gempa-gempa kecil seperti yang terjadi Rabu pagi ini kerap dianggap sebagai pengingat bagi warga pesisir Banten untuk selalu siaga, memahami jalur evakuasi, dan mengenali tanda-tanda tsunami alami seperti air laut surut mendadak.

Sebagai catatan, BMKG dalam rilis cepatnya menyampaikan bahwa hasil pengolahan data awal mengutamakan kecepatan sehingga parameter gempa masih bisa berubah seiring kelengkapan data seismik. Pemutakhiran parameter seperti ini merupakan prosedur standar dan biasanya hanya bergeser tipis.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi gempa terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs bmkg.go.id dan akun media sosial resmi lembaga tersebut. Masyarakat yang merasakan guncangan juga dapat melaporkannya melalui fitur laporan gempa yang disediakan BMKG untuk membantu pemetaan intensitas. Warga pesisir diingatkan pula untuk mengenali tanda alami tsunami, yakni gempa kuat yang berlangsung lama diikuti surutnya air laut secara mendadak, dan segera menjauh dari pantai menuju tempat tinggi tanpa menunggu peringatan resmi bila tanda itu muncul.

Sumber

  1. Gempa M 4,6 Terjadi di Sumur Banten — Detik
  2. Gempa 4,6 Magnitudo Guncang Sumur, Pandeglang — Kumparan
  3. Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumur Banten, Berpusat di Laut — Liputan6
  4. Fakta Gempa 54 km BaratDaya Sumur-Banten 6,7 Magnitudo — FTKE Trisakti

Berita terkait