Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo Dini Hari, Terasa hingga Toli-toli

Gempa magnitudo 5,7 mengguncang 29 km barat laut Pohuwato, Gorontalo, Senin (12/10/2026) pukul 04.34 WIB. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.

Oleh · · Lokal

Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo Dini Hari, Terasa hingga Toli-toli
Foto: Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo. Gempa M 5,7 mengguncang Pohuwato, Gorontalo, Senin (12/10/2026) dini hari. · 22Kartika · CC BY-SA 3.0

Rangkuman

GORONTALO — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Senin (12/10/2026) dini hari pukul 04.34 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di 29 kilometer barat laut Pohuwato pada titik koordinat 0,64 Lintang Utara dan 121,75 Bujur Timur, dengan kedalaman 76 kilometer.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam akun media sosialnya, Senin (12/10/2026). Kedalaman menengah gempa ini berarti energinya bersumber dari deformasi di dalam lempeng yang menunjam, bukan dari patahan dangkal di dasar laut yang biasanya memicu tsunami.

Berdasarkan pengukuran BMKG, getaran gempa dirasakan dalam skala III-IV MMI di Buol dan Toli-toli, dua kabupaten di Sulawesi Tengah yang berbatasan langsung dengan Gorontalo. Di wilayah Gorontalo sendiri, getaran terasa skala III MMI di Kabupaten Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato, serta II-III MMI di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.

Pada skala II MMI, getaran hanya dirasakan sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan ada truk yang berlalu. Adapun skala IV MMI berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah, gerabah bisa pecah, serta pintu dan jendela berderit. Warga di sejumlah kecamatan di Pohuwato dilaporkan sempat berhamburan keluar rumah saat getaran kuat terasa, meski suasana kembali tenang setelah gempa berlalu.

Hingga pagi ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan fasilitas akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan BMKG serta pemerintah daerah setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo biasanya melakukan asesmen cepat ke desa-desa terdekat episentrum pada jam-jam pertama setelah kejadian untuk memastikan kondisi bangunan dan warga.

Secara tektonik, wilayah Gorontalo dan sekitarnya termasuk kawasan yang cukup aktif secara seismik. Daerah ini berdekatan dengan zona subduksi Lempeng Laut Maluku di utara Sulawesi, tempat lempeng tersebut menunjam ke bawah lempeng Sunda. Gempa dengan kedalaman sekitar 70 hingga 80 kilometer umumnya bersumber dari aktivitas deformasi di dalam lempeng yang menunjam itu, yang oleh ahli geologi disebut gempa intraslab. Gempa jenis ini bisa dirasakan dalam radius luas namun jarang menimbulkan kerusakan parah dibandingkan gempa dangkal berkekuatan setara.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah ini dan akan memperbarui informasi bila terjadi gempa susulan yang signifikan. Warga yang merasakan getaran kuat diminta menjauhi bangunan yang tampak retak, memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dari sumber resmi.

Gempa dini hari ini menambah daftar aktivitas seismik di Sulawesi bagian utara dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, BMKG juga mencatat sejumlah gempa berkekuatan lebih kecil di sekitar Teluk Tomini dan Laut Maluku. Para ahli menegaskan rangkaian gempa seperti ini umum terjadi di zona penunjaman dan tidak selalu berarti akan ada gempa yang lebih besar, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

Sumber

  1. Gempa M 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo — Detik
  2. Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato Gorontalo — Liputan6
  3. Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Pohuwato, Gorontalo — Kumparan

Topik

Berita terkait