Gempa Lombok Barat M 5,2 Dini Hari Ini, Terasa hingga Denpasar dan Kuta

Gempa bumi magnitudo 5,2 mengguncang Lombok Barat NTB Rabu dini hari pukul 04.15 WITA, terasa kuat di Mataram hingga Bali. BMKG: tak berpotensi tsunami.

Oleh · · Lokal

Gempa Lombok Barat M 5,2 Dini Hari Ini, Terasa hingga Denpasar dan Kuta

Rangkuman

MATARAM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa darat tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengatakan gempa terjadi pukul 04.15 WITA atau 03.15 WIB. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 8,77 derajat lintang selatan dan 116,14 derajat bujur timur, sekitar sembilan kilometer tenggara Kabupaten Lombok Barat, dengan kedalaman 92 kilometer. Dalam parameter pemutakhiran, BMKG merevisi kekuatan gempa menjadi 5,0 magnitudo dengan kedalaman 82 kilometer dan lokasi 14 kilometer tenggara Lombok Barat, seperti dilaporkan Antara.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun," ujar Sumawan di Mataram, Rabu. Ia menjelaskan gempa menengah ini dipicu deformasi batuan dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah wilayah Lombok.

Guncangan dirasakan paling kuat di Kota Mataram dengan intensitas IV hingga V pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala itu, getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun dari tidur — kondisi yang lumrah memicu kepanikan warga pada dini hari. Gempa juga dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Lombok Tengah; III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa; serta II-III MMI di Kuta dan II MMI di Denpasar, Bali, dikutip dari CNBC Indonesia.

Hingga pukul 04.45 WITA, BMKG mencatat satu aktivitas gempa susulan berkekuatan 1,3 magnitudo. Hingga pagi hari, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut, baik dari BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Sumawan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. "Kami terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat," katanya.

Wilayah Lombok dan sekitarnya memang merupakan kawasan rawan gempa karena berada di jalur subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, tempat lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua dan menimbun tegangan yang sewaktu-waktu lepas sebagai gempa. Pengalaman pahit rangkaian gempa besar 2018 yang menewaskan ratusan orang dan merusak puluhan ribu rumah membuat warga serta otoritas setempat kini lebih sigap merespons setiap guncangan, sekecil apa pun.

Menurut BMKG, gempa dini hari tadi tergolong gempa menengah karena berasal dari kedalaman lebih dari 60 kilometer. Pada kedalaman seperti itu, energi gempa sebagian terserap lapisan bumi sebelum mencapai permukaan — salah satu alasan mengapa potensi kerusakannya relatif lebih kecil dibanding gempa dangkal dengan magnitudo serupa. Meski demikian, warga yang tinggal di bangunan tua atau sudah retak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan, dan memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas normal. Pemerintah daerah setempat hingga pagi ini masih melakukan pendataan cepat di titik-titik yang paling kuat merasakan guncangan, terutama di Kota Mataram dan sekitarnya.

Sumber

  1. Gempa magnitudo 5,2 guncang Lombok Barat — Antara
  2. Gempa Lombok Barat akibat deformasi batuan Lempeng Indo-Australia — Antara
  3. Breaking! Gempa M 5,2 Guncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar — CNBC Indonesia
  4. Gempa M 5,2 Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami — Detik

Berita terkait