Demo Pelajar Prancis Ricuh: 488 Ditangkap, Trump Salahkan Islam dan Migrasi

Ratusan ribu pelajar Prancis berunjuk rasa menuntut perbaikan sekolah; 488 ditangkap. Trump menuai kecaman usai mengaitkan aksi itu dengan Islam.

Oleh · · Internasional

Demo Pelajar Prancis Ricuh: 488 Ditangkap, Trump Salahkan Islam dan Migrasi
Foto: Jean-no · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

PARIS — Gelombang demonstrasi pelajar yang mengguncang Prancis terus bereskalasi. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sedikitnya 488 orang ditangkap dan 43 anggota aparat keamanan terluka pada Selasa (6/10/2026), ketika sekitar 250.000 orang — versi penyelenggara mengklaim 450.000 — turun ke jalan di berbagai kota memprotes buruknya kondisi sekolah, dilansir AFP melalui Detik.

Aksi yang dipimpin siswa sekolah menengah itu menjadi salah satu hari demonstrasi pelajar terbesar di Prancis dalam beberapa dekade. Di Paris, Strasbourg, Rennes, dan Toulouse, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok yang terlibat bentrokan. Menjelang larut malam, suasana menegang terjadi di Place de la Nation, Paris timur, ketika pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan aparat.

Sejak aksi dimulai akhir September, total 6.547 orang telah ditangkap. Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyebut rangkaian kerusuhan itu menimbulkan korban terberat di lingkungan sekolah dalam puluhan tahun: sedikitnya 215 remaja dan 85 tenaga sekolah terluka, sementara lebih dari 700 polisi mengalami luka-luka, menurut laporan CNBC Indonesia mengutip Reuters. Ketegangan meningkat setelah seorang remaja kehilangan tangannya dalam bentrokan dengan polisi pada Senin.

"Membakar gedung sekolah tidak memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Menyerang guru tidak membantu menggantikan posisi guru," kata Lecornu di hadapan parlemen. Ia membantah tuduhan partai sayap kiri France Unbowed (LFI) dan kelompok HAM bahwa pemerintah memerintahkan tindakan represif. "Sebuah kebohongan," tegasnya, seraya menuduh LFI punya agenda politik menjelang pemilu presiden 2027. Lecornu mengumumkan kegiatan belajar formal di SMA ditiadakan hingga akhir pekan untuk memberi ruang dialog internal di tiap sekolah.

Keluhan para pelajar beragam: kekurangan guru, bangunan sekolah tua yang bocor, hingga infestasi tikus. Persatuan Pelajar Sekolah Menengah Prancis menyebut lebih dari separuh SMA di negara itu diblokade atau ditutup sementara. Kementerian Kehakiman mencatat lebih dari 1.800 orang menjalani proses hukum, 1.483 di antaranya anak di bawah umur. Presiden Emmanuel Macron telah memanggil Lecornu dan para menteri senior untuk rapat darurat.

Persoalan ini menyulut polemik lintas Atlantik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaitkan aksi protes itu dengan Islam dan migrasi. "Apa yang terjadi di Prancis tak lain adalah migrasi massal yang tak terkendali. Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih negara yang dulunya hebat!" tulis Trump di Truth Social, dikutip Republika dari France24. Trump tidak memberikan bukti apa pun; di Prancis sendiri belum ditemukan kaitan gerakan pelajar itu dengan tuntutan berbasis agama atau identitas.

Pernyataan Trump disambut gema tokoh-tokoh MAGA yang memakai kerusuhan Prancis untuk mempertegas argumen imigrasi menjelang pemilihan paruh waktu AS. Komentator Glenn Beck menyebutnya "peringatan nyata bagi dunia Barat", sementara Dave Rubin mengaitkannya dengan ancaman jika Partai Demokrat berkuasa.

Paris membalas telak. Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot menyamakan narasi Washington dengan retorika Teheran. "Anda akan mendengar versi pihak Iran, mungkin versi dari sebagian pihak Israel, dan mungkin versi dari sebagian pihak Amerika," ujarnya di depan komite parlemen, menegaskan diplomasi Prancis akan menyebarkan narasinya sendiri. Sebelumnya Iran memanggil utusan Prancis terkait apa yang disebutnya respons keras Paris terhadap protes sekolah.

Di dalam negeri, pemerintah menjanjikan respons konkret: memastikan guru berhalangan segera diganti, meninjau jam sekolah 08.00-18.00, menambah waktu istirahat makan siang, dan mengevaluasi renovasi gedung sekolah tua. Proposal awal ditargetkan masuk meja Lecornu akhir Oktober. Namun janji itu terbentur kenyataan fiskal: imbal hasil obligasi 10 tahun Prancis sempat menembus 5 persen pekan lalu — tertinggi dalam 24 tahun — saat pemerintah berjuang menekan defisit. Bagi orang tua murid seperti Emilie Lhomme, janji belum cukup. "Itu semua baik dan bagus, tetapi bukan sesuatu yang akan mengubah kehidupan sehari-hari anak-anak kami," katanya.

Sumber

  1. Demo Pelajar di Prancis Ricuh, 488 Orang Ditangkap dan 43 Aparat Terluka — Detik
  2. Chaos! Bak Medan Perang, 250.000 Pelajar Turun ke Jalan Tuntut Hal Ini — CNBC Indonesia
  3. Trump Salahkan Islam atas Demonstrasi Pelajar di Prancis — Republika

Berita terkait