Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker N95
BMKG mendeteksi asap karhutla Kalimantan dan Sumatera masuk ke Jakarta, Banten, dan Jabar pada Jumat (16/10); PM2.5 Kemayoran 67,5 µg/m3, kategori tidak sehat.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal

Rangkuman
- BMKG mendeteksi asap karhutla dari Kalimantan dan Sumatera masuk ke wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB.
- Konsentrasi PM2.5 di Kemayoran, Jakarta, mencapai 67,5 µg/m3 pukul 12.00 WIB, masuk kategori tidak sehat.
- Gubernur Pramono menyiagakan 31 rumah sakit dan 44 puskesmas; 20.334 titik panas terdeteksi di Indonesia dalam 24 jam.
JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan dan Sumatera telah masuk ke wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta pada Jumat (16/10/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan puluhan fasilitas kesehatan mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan warga.
"Dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG jam 10.00 WIB tadi, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri," kata Sekretaris Utama BMKG Guswanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, dikutip dari CNN Indonesia.
Berdasarkan citra satelit BMKG, garis putus-putus penanda asap terlihat mengelilingi Kalimantan, Sumatera, sebagian Sulawesi, hingga sebagian Pulau Jawa. Selain sebaran dari Kalimantan dan Sumatera, BMKG juga memantau sebaran asap dari kebakaran di Merauke, Papua Selatan, yang meluas hingga Maluku. Pergerakan asap lintas negara juga terdeteksi dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura, serta dari Kalimantan ke Semenanjung Malaysia, menurut penjelasan Guswanto yang dikutip Liputan6.
Guswanto menekankan, sebaran asap yang terpantau citra satelit masih perlu dipantau karena bisa jadi baru melintas di lapisan atmosfer atas dan belum tentu meningkatkan konsentrasi polutan di permukaan. "Perlu dipantau terus, apakah konsentrasi yang di Jakarta ini benar-benar meningkat di permukaan, atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas. Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara PM2.5 atau AQI saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," katanya.
Namun data di lapangan sudah menunjukkan tanda mengkhawatirkan. Berdasarkan data BMKG per Jumat pukul 12.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 di Kemayoran, Jakarta Pusat, berada pada angka 67,5 mikrogram per meter kubik, termasuk kategori tidak sehat dengan penanda warna kuning. Angka ini jauh di atas baku mutu harian PM2.5 yang ditetapkan pemerintah.
Guswanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker yang efektif menyaring partikel halus. "Batasi kegiatan di luar ruangan dulu. Kalau olahraga, nge-gym aja di gym, tidak usah lari di luar ruangan. Gunakan masker, baik yang KN95, KF94, atau N95, itu lebih efektif dalam menyaring partikel udara," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara Ibu Kota memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir. "Yang pertama, saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," kata Pramono kepada wartawan, Jumat, dikutip dari Okezone. Ia enggan berspekulasi soal penyebabnya dan memilih fokus pada penanganan.
Pramono menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta beserta jajaran fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Sebanyak 31 rumah sakit dan 44 puskesmas disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun masalah kesehatan lain terkait kualitas udara. "Memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini," ujarnya. Pramono juga menyatakan bakal mengirim bantuan ke daerah terdampak karhutla, menurut CNN Indonesia.
Di tingkat nasional, kondisi karhutla masih parah. Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan per 14 Oktober 2026, sebanyak 20.334 titik panas terdeteksi di Indonesia dalam periode 24 jam. Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman mendesak pemerintah mempercepat penanganan. "Angka tersebut harus menjadi perhatian serius. Konsentrasi titik panas dalam jumlah besar dapat menjadi sinyal awal yang membutuhkan pemeriksaan dan respons cepat di lapangan," kata Alex, Kamis (15/10), dikutip Sindonews. Sebelumnya, sekolah di seluruh Sumatera Utara menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga 21 Oktober, dan karhutla di kawasan Bromo menewaskan empat orang.
Sumber
- BMKG: Asap Karhutla Terdeteksi Masuk ke Wilayah Jakarta — CNN Indonesia
- Penjelasan BMKG soal Sebaran Asap Kebakaran Hutan Terdeteksi di Jakarta — Liputan6
- Pramono Akui Udara Jakarta Memburuk, 31 Rumah Sakit dan 44 Puskesmas Disiagakan — Okezone
- 20.334 Titik Panas Terdeteksi dalam 24 Jam, DPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Karhutla — Sindonews
- Pramono Bakal Kirim Bantuan ke Daerah Terdampak Karhutla — CNN Indonesia
Topik
Berita terkait
- Menjelang Puncak Kemarau, Pencegahan Karhutla Bertumpu pada Tata Kelola Air
- Karhutla Serentak: 1.500 Hektare Hangus di Jatim, Rumah Terbakar di Poso
- Musim Hujan 2026 Mulai November, BMKG: Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang
- Gempa M5,2 Guncang Kepulauan Sangihe Sulut, Tak Berpotensi Tsunami
- Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 174.694, 40 Ribu di Antaranya Balita