IHSG Anjlok 0,80 Persen ke 5.057 Sementara Rupiah Tertahan di Kisaran Rp18.100 di Akhir Pekan
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- IHSG ditutup melemah 41 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10/2026), seiring pelemahan bursa kawasan Asia dengan indeks Nikkei yang terjun 2,12 persen.
- Penurunan indeks antara lain terseret saham-saham Grup Barito; lebih dari separuh saham di BEI bergerak di zona merah sepanjang sesi akhir pekan.
- Di pasar valas, rupiah bergerak di kisaran Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS, mencoba bangkit dari penutupan Kamis yang melemah ke Rp18.184 akibat keputusan The Fed menahan suku bunga dan sentimen risk-off global.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan di zona merah. Berdasarkan data RTI, pada Jumat (30/10/2026) IHSG ditutup di level 5.057,05, melemah 41 poin atau 0,80 persen dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, indeks sudah dibuka di teritori negatif dan tidak mampu kembali ke zona hijau hingga penutupan, dikutip dari CNBC Indonesia dan Bisnis.
Pelemahan IHSG terjadi seiring laju negatif bursa kawasan Asia. Sore ini indeks Nikkei Jepang jatuh 2,12 persen ke level 63.290, menyeret sentimen regional termasuk bursa domestik. Lebih dari separuh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia bergerak melemah.
Dari sisi sektoral, penurunan indeks antara lain terseret saham-saham yang tergabung dalam Grup Barito, dikutip dari Bisnis.com. Sebelumnya, sepanjang pekan pasar saham domestik bergerak fluktuatif dengan dukungan silih berganti dari sektor teknologi, material dasar, energi, infrastruktur, dan keuangan.
Di pasar valuta asing, rupiah bergerak di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang Jumat. Mata uang Garuda mencoba pulih setelah pada perdagangan Kamis (29/10) ditutup melemah ke Rp18.184 per dolar AS, tertekan keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang mempertahankan suku bunga serta menguatnya sentimen risk-off global, dikutip dari Bisnis.com.
Sejumlah analis menilai pergerakan rupiah hingga akhir Oktober masih akan fluktuatif dan tertekan. Koreksi dolar AS pasca keputusan rapat FOMC menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar. Sepanjang kuartal IV 2026, Bank Indonesia mencatat rupiah melemah sekitar 0,28 persen dan menyatakan terus melakukan intervensi pasar di tengah tekanan eksternal.
Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan Bank Indonesia serta perkembangan global, mulai dari arah suku bunga The Fed hingga dinamika perdagangan internasional, sebagai penentu pergerakan IHSG dan rupiah pada pekan pertama November mendatang.
Sumber
- IHSG Ditutup Melemah 0,80 Persen ke 5.057,05 — CNBC Indonesia
- IHSG Ditutup Turun ke 5.057, Saham Grup Barito Milik Prajogo Jatuh — Bisnis.com
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 29 Oktober 2026 — Bisnis.com
- Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah ke 5.057 — detikFinance
Topik
Berita terkait
- IHSG Tembus 4.996, Prabowo Panggil Menteri Ekonomi hingga Gubernur BI
- BI Rate Diproyeksi Bertahan 5,75 Persen, Rupiah Tertekan Arus Modal Keluar
- Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati Lima Pilar Sinergi Fiskal-Moneter
- IHSG Anjlok 11,57 Persen Imbas MSCI, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
- Rupiah Melemah ke Rp18.135 per Dolar AS Tertekan Harga Minyak Dunia