Surya Paloh Kukuh Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen: Ikhlas NasDem Tak Lolos Senayan
Ketua Umum NasDem Surya Paloh menegaskan partainya konsisten mendorong parliamentary threshold 7 persen meski survei internal partainya baru 4 persen.
Oleh Adi Rahmadi · · Politik

Rangkuman
- Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen naik menjadi 7 persen demi seleksi partai di parlemen
- Paloh mengaku ikhlas jika NasDem — yang surveinya 4 persen — tidak lolos ke Senayan
- Gerindra, Golkar, dan PKS sepakat di angka 5 persen dalam pertemuan ketum parpol koalisi pemerintah
JAKARTA — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) menjadi 7 persen dalam revisi Undang-Undang Pemilihan Umum. Sikap itu ia sampaikan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9), usai menjamu kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi.
Menurut Paloh, kenaikan ambang batas diperlukan agar partai yang lolos ke parlemen lebih terseleksi sehingga tata kelola demokrasi lebih efektif. "Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Detik.
Yang menarik, Paloh secara terbuka mengakui elektabilitas NasDem saat ini baru berkisar 4 persen — di bawah angka yang ia usulkan. Meski demikian, ia menyatakan ikhlas jika partainya tidak lolos ke Senayan dengan threshold 7 persen. "NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai," ujarnya, dilansir Republika.
Dalam kesempatan yang sama, Paloh juga meminta pembahasan RUU Pemilu diprioritaskan dan dituntaskan tahun ini. "Ya, saya pikir banyak waktu kan kita sebenarnya. Tapi tahun ini bisa diselesaikan kan jauh lebih baik. Kenapa kita harus tunggu tahun depan misalnya?" kata dia, dikutip Liputan6. Ia menilai UU Pemilu adalah salah satu regulasi paling strategis dan tidak mempermasalahkan perbedaan pandangan antarpartai dalam pembahasannya.
Namun usulan NasDem itu berbeda dengan sikap partai koalisi pemerintah lainnya. Sekjen Partai Gerindra Sugiono sebelumnya mengungkapkan, para ketua umum partai koalisi telah berkumpul dan sepakat di angka 5 persen. "Gerindra sepakat soal PT 5%. Seperti kemarin Golkar dan PKS juga menyampaikan, saya kira itu yang kita sepakati," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (16/9).
Paloh juga menyinggung RUU Perampasan Aset yang disebutnya sebagai sesuatu yang unik. Ia mempertanyakan urgensi mempercepat RUU tersebut bila justru menimbulkan polemik. "Hal yang paling kita jaga adalah jangan energi bangsa ini terbuang untuk polemik demi polemik. Kita harus bisa save the energy. Jaga stabilitas nasional kita," katanya, dilansir Kumparan. Ia berharap RUU Pemilu diselesaikan lebih dulu ketimbang RUU yang dinilainya memicu perdebatan.
Selain persoalan legislasi, pertemuan Paloh dengan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi turut membahas penguatan hubungan kedua negara, termasuk rencana pelatihan kaderisasi partai. Paloh mendorong hubungan Indonesia-Malaysia tidak sekadar urusan untung-rugi, mengingat Zahid yang pernah bertugas di Indonesia dan fasih berbahasa Jawa dinilai memiliki kedekatan khusus dengan Tanah Air.
Sumber
- Surya Paloh Kukuh Ingin Ambang Batas 7%: Ikhlas Jika NasDem Tak Lolos — Detik
- Paloh: Nasdem Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen — Republika
- Surya Paloh Minta RUU Pemilu Diselesaikan Tahun Ini — Liputan6
- Surya Paloh Sebut RUU Perampasan Aset Unik: Kalau Timbulkan Polemik, Untuk Apa? — Kumparan
- Surya Paloh Dorong Parliamentary Threshold 7%, Ikhlas NasDem Tak Lolos Senayan — Kumparan