Pendidikan Politik Pemilih Muda: Ujian Nyata Fungsi Partai di Luar Musim Pemilu

Partai politik memikul mandat undang-undang untuk menyelenggarakan pendidikan politik, namun praktiknya kerap tereduksi menjadi mobilisasi suara menjelang pemungutan suara.

Oleh · · Politik

Pendidikan Politik Pemilih Muda: Ujian Nyata Fungsi Partai di Luar Musim Pemilu

Rangkuman

Pendidikan politik kembali menjadi bahan perbincangan publik seiring meningkatnya proporsi pemilih muda dalam setiap penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar siapa yang akan dipilih generasi muda, melainkan siapa yang bertanggung jawab menyiapkan mereka menjadi warga negara yang melek politik. Secara normatif, jawabannya telah diatur: Undang-Undang tentang Partai Politik menempatkan pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas sebagai salah satu fungsi pokok partai, sejajar dengan fungsi rekrutmen politik, artikulasi kepentingan, dan sarana partisipasi warga negara.

Mandat tersebut bukan tanpa dukungan sumber daya. Partai politik yang memperoleh kursi di lembaga legislatif menerima bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun daerah, yang berdasarkan regulasi diprioritaskan penggunaannya untuk pendidikan politik dan operasional sekretariat. Dengan demikian, pendidikan politik seharusnya berlangsung sebagai program berkelanjutan sepanjang tahun, bukan aktivitas musiman yang muncul dan menghilang mengikuti siklus lima tahunan. Persoalannya, publik jarang memperoleh gambaran memadai mengenai bentuk, jangkauan, dan dampak program tersebut di luar laporan administratif.

Sejumlah pengamat kepartaian secara konsisten menyoroti kesenjangan antara mandat normatif dan praktik di lapangan. Kritik yang kerap disampaikan adalah bahwa interaksi partai dengan pemilih muda lebih menyerupai kampanye pemasaran ketimbang proses pembelajaran. Konser musik, festival, dan produksi konten media sosial memang efektif menarik perhatian, tetapi belum tentu menumbuhkan pemahaman mengenai ideologi partai, mekanisme pembentukan kebijakan, atau cara menuntut pertanggungjawaban wakil rakyat. Ketika perjumpaan politik berhenti pada tataran hiburan, yang terbentuk adalah kesadaran elektoral sesaat, bukan literasi politik yang tahan lama.

Kelemahan lain terletak pada organisasi sayap kepemudaan. Struktur ini sesungguhnya dirancang sebagai kanal kaderisasi yang menjembatani anak muda dengan proses pengambilan keputusan internal partai. Namun, kritik yang berulang menyebutkan bahwa jalur kaderisasi kerap terhambat oleh personalisasi kepemimpinan dan pengaruh jejaring kekerabatan, sehingga anak muda tanpa modal sosial atau finansial sulit menembus lapisan atas. Jika pintu partisipasi substantif tertutup, pendidikan politik kehilangan makna praktisnya karena tidak menjanjikan jalan bagi peserta didiknya untuk benar-benar terlibat.

Kekosongan tersebut diisi oleh aktor lain. Organisasi masyarakat sipil, komunitas kampus, media independen, hingga kreator konten telah lama menjalankan fungsi penjelasan isu publik yang semestinya juga dijalankan partai. Fenomena ini di satu sisi memperkaya ekosistem informasi, tetapi di sisi lain menandakan menurunnya kepercayaan terhadap partai sebagai sumber pengetahuan politik yang kredibel. Risikonya, pemilih muda tumbuh dengan sikap kritis terhadap kekuasaan namun berjarak dari institusi kepartaian, sementara demokrasi perwakilan tetap bertumpu pada partai sebagai satu-satunya pintu pencalonan jabatan publik.

Perbaikan karena itu menuntut langkah yang lebih struktural daripada kosmetik. Beberapa usulan yang lazim mengemuka mencakup penguatan transparansi pelaporan penggunaan dana bantuan partai, penetapan indikator keberhasilan pendidikan politik yang terukur, serta pembukaan mekanisme kaderisasi yang berbasis kompetensi dan dapat diakses publik. Tanpa itu, pendidikan politik berisiko terus diperlakukan sebagai kewajiban administratif semata, dan generasi pemilih terbesar di Indonesia akan terus didekati sebagai suara yang perlu diraih, bukan warga negara yang perlu dilibatkan.

Berita terkait