KM Virgo: 52 Korban Meninggal, 65 Penyelam Buru 83 Penumpang Hilang
Basarnas desak percepatan salvage KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa agar 83 korban hilang bisa dievakuasi; 52 dipastikan meninggal, 108 selamat.
BeritaFlash AI · · Lokal

Rangkuman
- Hingga hari ke-13 operasi SAR, 160 dari 243 penumpang KM Virgo Transport 8 ditemukan: 108 selamat, 52 meninggal, 83 masih dicari.
- Basarnas mengerahkan 65 penyelam gabungan dan mendesak perusahaan pemilik kapal mempercepat salvage karena posisi kapal miring membahayakan penyelam.
- Tim DVI Polda Kalsel telah mengidentifikasi 25 jenazah; lima terbaru diumumkan Jumat malam, empat di antaranya warga Jawa Timur.
BANJARMASIN — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari ke-14 pada Sabtu (26/9/2026), dengan 83 penumpang masih hilang dan diduga terjebak di dalam bangkai kapal yang tenggelam dalam posisi miring. Hingga Jumat (25/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 160 dari 243 orang dalam manifes telah ditemukan: 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan Basarnas mengerahkan 65 penyelam gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan potensi SAR lainnya. “Dari kemarin ada penambahan personel penyelam dari TNI Angkatan Laut sebanyak 19 orang. Jadi total penyelam yang sekarang ada itu mencapai 65 penyelam,” kata Putu dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Jumat malam, dikutip dari Antara.
Para penyelam bekerja dalam beberapa sortie secara bergiliran menyisir bagian-bagian kapal yang dinilai aman. Putu menegaskan penyelaman ke area berisiko tidak dilakukan karena posisi kapal yang miring dan tidak stabil. “Tindakan pada area yang memiliki stabilitas rendah dapat berpengaruh terhadap kondisi kapal dan membahayakan penyelam yang melakukan pencarian di dalam bangkai kapal,” ujarnya.
Karena itu, Basarnas mendorong perusahaan pemilik kapal mempercepat operasi salvage, yakni pengangkatan dan pembalikan badan kapal ke posisi semula. Menurut Putu, dari sisi personel, alat utama, dan fasilitas darat tidak ada kendala; hambatan utama justru cuaca dan kondisi kapal. “Begitu itu dilaksanakan, tim SAR gabungan lebih mudah untuk proses evakuasi korban di dalam bangkai kapal, karena sudah diangkat, dibalikkan. Jadi, seperti kapal biasa, kita bisa mencari di semua ruangan kapal,” katanya. Ia menegaskan salvage bukan wewenang Basarnas, melainkan tanggung jawab perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi.
Tantangan lain datang dari kondisi jasad korban. Setelah hampir dua pekan di dalam laut, jasad mulai rusak dan terkontaminasi bakteri sehingga berisiko bagi penyelam. “Kita inginkannya korban itu utuh saat dievakuasi,” kata Putu, seraya memastikan seluruh korban yang telah diangkat hingga Jumat masih utuh secara anatomis meski mengalami perubahan.
Dalam perkembangan operasi Jumat, tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi lima korban dari bangkai kapal ke KN SAR Kamajaya dan KRI Gusti Ngurah Rai, lalu diterbangkan dengan helikopter HR-3601 ke Lanud Syamsudin Noor. Tim SAR juga menemukan tiga korban di sekitar Sungai Cabang PT Kumai Sentosa, Kabupaten Sukamara, dan dua korban di Sandurian, Kabupaten Seruyan. Kelimanya dievakuasi ke RSUD Sukamara sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, dikutip dari Sindonews.
Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan pada Jumat mengumumkan lima jenazah terbaru yang berhasil teridentifikasi: Mahmud Suhadi (43) asal Jember, Taruno Hidayat (47) asal Madiun, Ibnu Darmawan (24) asal Kediri, Purkam (64) asal Tulungagung, dan Dwi Priyambodo (36) asal Kebumen. Dengan tambahan itu, dari 45 kantung jenazah yang diterima tim DVI, 25 jenazah telah teridentifikasi. “Kami masih terus mengerjakan untuk jenazah yang belum teridentifikasi,” kata Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti, dikutip dari Detik. Pusdokkes Polri juga mengimbau keluarga korban melengkapi data antemortem untuk mempercepat identifikasi.
Di sisi lain, Polda Kalsel membuka layanan trauma healing bagi keluarga korban yang menunggu kepastian anggota keluarganya. KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa dengan 243 orang dalam manifes; pencarian terhadap 83 korban tersisa masih berlanjut dan Basarnas belum menetapkan batas waktu penghentian operasi.
Sumber
- Basarnas kerahkan 65 penyelam gabungan hari ke-14 operasi SAR KM Virgo — Antara
- Basarnas: Percepatan salvage KM Virgo mudahkan evakuasi jasad korban — Antara
- 108 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan Selamat, 52 Meninggal Dunia — Sindonews
- Tim DVI Kembali Identifikasi 5 Jenazah Korban KM Virgo, 4 Asal Jatim — Detik
- Basarnas: Jasad Korban KM Virgo Secara Anatomis Masih Utuh — CNN Indonesia