KM Virgo: 42 Korban Tewas, 93 Hilang, Pengangkatan Bangkai Butuh 3 Bulan
Basarnas menyebut 150 korban KM Virgo telah dievakuasi, 42 tewas dan 93 hilang, sementara pengangkatan bangkai kapal diperkirakan paling cepat tiga bulan.
BeritaFlash AI · · Lokal

Rangkuman
- Hingga Kamis (24/9) pukul 15.00 WIB, 150 korban KM Virgo dievakuasi: 108 selamat, 42 meninggal, 93 masih dicari.
- Basarnas memperkirakan pengangkatan bangkai kapal paling cepat tiga bulan karena prosedur salvage yang rumit.
- Komisi V DPR meminta operasi pencarian tidak dihentikan sampai dipastikan tak ada lagi jasad terjebak di dalam kapal.
JAKARTA — Basarnas kembali memperbarui data korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang karam di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Per Kamis (24/9/2026) pukul 15.00 WIB, sebanyak 150 korban telah dievakuasi, terdiri dari 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Dengan mengacu pada manifes 243 orang, masih ada 93 korban yang belum ditemukan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan data tersebut seusai rapat dengan Komisi V DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta. "Hari ini, alhamdulillah, kita sudah bisa mengevakuasi 150 korban. Dari 150 korban ini, 108 selamat, kemudian 42 dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga kalau kita mengacu kepada manifes, ada 93 yang masih dalam pencarian," ujarnya seperti dikutip dari Detik.
Menurut CNN Indonesia, tim penyelam gabungan pada Kamis berhasil menemukan 14 korban dari dalam badan kapal. Para korban dievakuasi ke KN SAR Pacitan, lalu jenazah diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther TNI AL untuk proses identifikasi.
Syafii meyakini masih banyak korban di dalam bangkai kapal. Kapal penumpang sepanjang 119 meter, lebar 21 meter, dan tinggi lebih dari 17 meter itu memiliki banyak sekat dan kamar, sehingga korban dimungkinkan terjebak di berbagai titik. "Kita yakini di dalam masih banyak korban, mohon doanya saja," katanya. Sebagian badan kapal kini sudah menyentuh dasar laut, meski dari permukaan masih terlihat dan masih ada kemungkinan kantong udara di dalam lambung.
Soal pengangkatan bangkai kapal, Syafii mengungkap proses salvage tidak mudah. Pemilik kapal sebenarnya punya waktu hingga 180 hari memindahkan kapal, namun Basarnas meminta proses dipercepat dan dilakukan paralel dengan pencarian korban. Merujuk kecelakaan kapal besar dunia, seperti Costa Concordia di Italia yang salvage-nya tuntas dalam dua tahun, Basarnas memperkirakan pengangkatan KM Virgo paling cepat tiga bulan. Sesuai ketentuan internasional, bahan bakar kapal harus dikuras dulu agar tidak mencemari laut.
Karena keterbatasan waktu itu, Basarnas mengerahkan seluruh personel berkemampuan selam khusus, termasuk mendatangkan kapal dari Makassar, Kendari, dan Batam. Para penyelam menggunakan tabung ganda karena kondisi penyelaman di sekitar bangkai kapal menuntut kemampuan dan teknologi khusus.
Ketua Komisi V DPR Lasarus meminta operasi pencarian tidak dihentikan sampai dipastikan tidak ada lagi jasad yang terjebak. "Keluarga korban banyak menghubungi kami. Harapan mereka, kalaupun tidak selamat, mereka bisa menemukan jasad keluarganya," kata politikus PDIP itu. Ia bahkan menyatakan DPR siap membahas skema pembiayaan jika pemerintah menyatakan kekurangan anggaran operasi.
KM Virgo Transport 8 hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, dan ditemukan terbalik pada hari yang sama diduga akibat cuaca buruk. Hingga hari ke-12, operasi SAR gabungan masih berlangsung.
Sumber
- 150 Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Sudah Dievakuasi: 108 Selamat, 42 Tewas — Detik
- Update Korban KM Virgo: 42 Meninggal Dunia, 93 Belum Ditemukan — CNN Indonesia
- Basarnas Ungkap Pengangkatan Kapal Virgo Paling Cepat dalam 3 Bulan — Detik
- Komisi V DPR Minta Pencarian di KM Virgo Sampai Tak Ada Lagi Jasad Terjebak — Detik
- Hari ke-12 Karamnya KM Virgo: 36 Orang Meninggal, 99 Penumpang Masih Dicari — Kumparan