Keracunan MBG di Batang: 276 Orang Dirawat, Dapur SPPG Bawang Disetop
Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Bawang, Batang, membuat 276 orang dirawat; dapur SPPG disetop dan sampel makanan diperiksa laboratorium.
BeritaFlash AI · · Lokal

Rangkuman
- 276 orang dari sekitar 2.700 penerima manfaat MBG di 11 satuan pendidikan di Kecamatan Bawang, Batang, mendapat penanganan medis usai menyantap MBG.
- Korban mengeluh mual, muntah, pusing, dan diare; distribusi dari SPPG Kecamatan Bawang dihentikan sementara dan sampel makanan diperiksa laboratorium.
- BGN mengungkap 20–30 SPPG di-suspend setiap hari secara nasional dan 4 SPPG indisipliner dihentikan permanen.
BATANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Ratusan warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami dugaan keracunan setelah menyantap paket MBG yang dibagikan Selasa (22/9/2026). Pemerintah Kabupaten Batang mencatat hingga Rabu (23/9/2026) pukul 20.38 WIB sebanyak 276 orang telah mendapat penanganan medis.
Para korban berasal dari sekitar 2.700 penerima manfaat yang tersebar di 11 satuan pendidikan di Kecamatan Bawang. Mereka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Kalisari Batang. "Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, diare, dan lemas," demikian dilaporkan Republika. Sejumlah anak mulai mengalami keluhan pada malam hari setelah menyantap makanan, dan ambulans masih hilir mudik mengangkut pasien hingga Rabu petang. Laporan awal dari lapangan, dikutip Jawapos, menyebut 244 siswa dan warga sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan sebelum angkanya bertambah.
Pemerintah daerah langsung menghentikan sementara distribusi MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Bawang selama pemeriksaan berlangsung. Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan massal tersebut. Hingga kini belum ada keterangan resmi apakah penyebabnya bahan baku, proses memasak, atau distribusi.
Kasus Bawang terjadi di tengah pengakuan mengejutkan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengungkapkan, rata-rata 20 hingga 30 SPPG di seluruh Indonesia dikenai sanksi pemberhentian operasional sementara setiap harinya. "Dalam satu hari kita melakukan suspend yang dalam kategori ringan, sedang, dan berat. Itu hampir rata-rata 20 sampai 30 SPPG," kata Ketut dalam keterangan yang diterima Kumparan, Rabu (23/9/2026).
Menurut Ketut, alasan suspend beragam, mulai dari kejadian fatal, makanan yang dinilai tidak layak sebelum dikonsumsi, hingga pelanggaran aspek higiene dan sanitasi. Temuan berasal dari pemeriksaan rutin dan insidental tim BGN, investigasi Inspektorat Utama, serta aduan masyarakat yang diverifikasi lebih dulu. Selain suspend, BGN juga menghentikan permanen empat SPPG indisipliner, dengan 10.112 penerima manfaat dialihkan ke SPPG lain. BGN bahkan tengah mengkaji model central kitchen ala Jepang untuk memperbaiki tata kelola dapur MBG.
Insiden di Batang menambah panjang daftar dugaan keracunan MBG di berbagai daerah. BBC Indonesia sebelumnya melaporkan lebih dari 3.000 orang, sebagian besar anak-anak, pernah mengalami gejala khas keracunan makanan seperti pusing, mual, muntah, nyeri perut, lemas, hingga sesak napas dalam berbagai kejadian terkait program ini. Tekanan publik terhadap pengawasan mutu dapur SPPG pun diprediksi kembali menguat, sementara pemerintah dituntut membuktikan bahwa program andalan ini aman di meja makan anak-anak.
Bagi warga Bawang, yang paling mendesak saat ini adalah kepastian kondisi para korban dan hasil uji laboratorium sampel makanan. Pemkab Batang menyatakan masih terus mendata penerima manfaat yang mengalami keluhan dan memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung. Orang tua siswa diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anaknya menunjukkan gejala serupa setelah mengonsumsi paket MBG dari sekolah.
Sumber
- Ratusan Warga di Batang Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG — Republika
- BGN: 20-30 SPPG Di-suspend Tiap Hari, Ada yang karena Makanan Tak Layak — Kumparan
- Diduga Keracunan MBG, 244 Siswa dan Warga di Bawang Dilarikan ke Faskes, Dapur SPPG Dihentikan Sementara — Jawapos Metro Pekalongan