Inflasi September 2026 Capai 3,28 Persen, Cabai Rawit Jadi Pendorong Utama
BPS mencatat inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen dengan IHK 112,31, dipicu cabai rawit dan daging ayam ras.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- Inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen, IHK naik dari 108,74 menjadi 112,31
- Cabai rawit penyumbang andil inflasi terbesar 0,08 persen, disusul cabai merah 0,06 persen dan daging ayam ras 0,05 persen
- Inflasi tertinggi di Sulawesi Utara 7,59 persen, terendah di Sumatera Selatan 2,55 persen
JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini tecermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, secara bulanan (month-to-month/mtm) inflasi September 2026 tercatat sebesar 0,30 persen, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 2,17 persen. "Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 112,31 pada September 2026," kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong utama inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil 0,26 persen terhadap inflasi keseluruhan. Komoditas penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok ini adalah cabai rawit dengan andil 0,08 persen, disusul cabai merah 0,06 persen, daging ayam ras 0,05 persen, beras 0,03 persen, telur ayam ras 0,02 persen, serta ikan segar dan kangkung masing-masing 0,01 persen. Sementara itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya justru mengalami deflasi 0,14 persen dengan andil deflasi 0,01 persen, terutama dipicu penurunan harga emas perhiasan.
Dari sisi komponen pembentuk, harga bergejolak (volatile food) mencatat inflasi 1,46 persen dengan andil 0,24 persen. Komponen inti mengalami inflasi 0,10 persen dengan andil 0,06 persen, terutama didorong kenaikan biaya kuliah akademi dan perguruan tinggi. Sementara komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami inflasi sangat rendah, mendekati nol, dengan bensin dan tarif angkutan udara justru menyumbang deflasi pada September 2026.
Secara tahunan, tiga kelompok pengeluaran menjadi pendorong utama inflasi 3,28 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 4,37 persen dengan andil 1,28 persen, didorong ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan daging sapi. Kelompok transportasi mengalami inflasi 4,84 persen dengan andil 0,58 persen, didorong bensin, tarif angkutan udara, pelumas, sepeda motor, dan biaya servis. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi 7,77 persen dengan andil 0,53 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.
Komponen inti secara tahunan tercatat inflasi 2,84 persen dengan andil 1,82 persen, didorong emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, dan laptop. Komponen administered price mencatat inflasi tahunan 3,25 persen dengan andil 0,63 persen, sementara volatile food mengalami inflasi tahunan 5,03 persen dengan andil 0,83 persen, terutama dari daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan daging sapi.
Dari sisi wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan pada September 2026. Sulawesi Utara mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,59 persen, sementara Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan inflasi terendah 2,55 persen.
Angka inflasi 3,28 persen ini menunjukkan tekanan harga yang masih terkendali meski harga pangan, terutama cabai dan daging ayam, terus menjadi perhatian. Pemerintah dan Bank Indonesia biasanya memantau perkembangan harga komoditas pangan secara ketat untuk menjaga stabilitas inflasi dalam kisaran target sasaran tahunan.
Sumber
- Inflasi tahunan RI capai 3,28 persen pada September 2026 — Antara
- Pangan hingga transportasi dorong inflasi tahunan RI 3,28 persen — Antara
- Biang Kerok Inflasi September: Cabai Rawit-Merah & Daging Ayam! — CNBC Indonesia
- BPS Ungkap Cabai Merah Picu Inflasi pada September 2026 yang Capai 0,30 Persen — Kumparan
- BPS Catat Inflasi September 2026 Sebesar 0,30 Persen — Okezone