IHSG Ambruk 3,78 Persen ke 4.904, Net Sell Asing Tembus Rp126 T
IHSG ditutup anjlok 192,54 poin atau 3,78 persen ke 4.904 pada Selasa (3/11/2026) di tengah tekanan jelang review MSCI dan derasnya aksi jual asing.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- IHSG ditutup turun 192,54 poin (3,78%) ke 4.904; 717 saham melemah dan hanya 69 yang menguat
- Net sell asing sepanjang 2026 ditaksir mencapai Rp126 triliun; Jumat lalu saja Rp176 miliar keluar
- Pengamat menilai koreksi mencerminkan krisis kepercayaan investor global pada tata kelola pasar modal RI
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks melemah tajam 192,54 poin atau 3,78 persen ke level 4.904, melanjutkan tren merah yang sudah berlangsung sepekan terakhir.
Dikutip dari Sindonews, pada penutupan hari ini hanya 69 saham yang menguat, sementara 717 saham melemah dan 177 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp11,3 triliun dari 24 miliar saham yang diperdagangkan. Tekanan jual menyeret hampir seluruh indeks lain ke zona merah: indeks LQ45 turun 3,98 persen ke 497, indeks Jakarta Islamic Index (JII) rontok 4,43 persen ke 279, indeks IDX30 melemah 3,79 persen ke 280, dan indeks MNC36 kehilangan 4,04 persen ke 219.
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, mulai dari energi, konsumer non-siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, industri, transportasi, konsumer siklikal, hingga teknologi. Hanya sektor keuangan dan kesehatan yang masih mampu menguat. Di antara sedikit saham yang cuan, PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) melesat 34,48 persen ke Rp234, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) naik 28,57 persen ke Rp18, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,49 persen ke Rp605. Sebaliknya, PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Anugrah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) sama-sama anjlok 10 persen.
Pelemahan ini terjadi di tengah kegelisahan pasar menjelang pengumuman hasil peninjauan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November 2026. Pengumuman dijadwalkan pada 11 November 2026 dan hasilnya berlaku efektif mulai 1 Desember 2026, menurut laporan Okezone.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyoroti aksi jual bersih (net sell) investor asing yang terus berlanjut di pasar reguler. "Tekanan terhadap IHSG menjelang pengumuman evaluasi MSCI November masih cukup besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing kembali mencatatkan net sell Rp176 miliar, sehingga akumulasi net sell sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp126 triliun," ujar Hendra dalam analisisnya, Selasa.
Menurut Hendra, derasnya arus keluar dana asing bukan sekadar dinamika teknikal, melainkan mencerminkan krisis kepercayaan investor global terhadap transparansi, tata kelola, dan kepastian regulasi pasar modal Indonesia. Selama persoalan struktural itu belum diselesaikan secara meyakinkan, investor global dinilai akan terus mengurangi eksposur pada aset berisiko di dalam negeri. Dari sisi teknikal, IHSG dinilai masih berisiko menguji level support berikutnya bila sentimen negatif muncul usai pengumuman MSCI.
Tekanan pasar juga terasa di pasar valas. Rupiah ditutup melemah ke Rp18.160 per dolar Amerika Serikat, menurut laporan Okezone. Gejolak geopolitik kawasan Timur Tengah ikut membayangi, dengan harga minyak mentah dunia yang kembali melonjak setelah serangan militer Amerika Serikat ke Pulau Qeshm milik Iran.
Pelemahan hari ini memperdalam luka bursa domestik; dalam sepekan terakhir IHSG tercatat sudah anjlok sekitar 7 persen. Pelaku pasar kini menanti langkah otoritas dan arah kebijakan yang bisa mengembalikan kepercayaan investor sebelum review MSCI diumumkan.
Sumber
- IHSG Ambruk 3,78% di Akhir Sesi, Balik Lagi ke Level 4.904 — Sindonews
- IHSG Anjlok 3,85 Persen ke Level 4.900 pada Penutupan Perdagangan — Okezone
- IHSG Ditutup Ambrol 3,78% ke Level 4.904, Hanya 57 Saham Menguat — Kumparan
- Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS — Okezone
Topik
Berita terkait
- IHSG Anjlok 14,91 Persen Sepekan Imbas MSCI, Kapolri Usut Pasar Modal
- IHSG Anjlok 0,80 Persen ke 5.057 Sementara Rupiah Tertahan di Kisaran Rp18.100 di Akhir Pekan
- BSU 2026 Rp900.000: Aturan Baru Permenaker 16/2026 dan Syarat Lengkap Penerima
- Bahlil Tegaskan Kebutuhan Domestik Jadi Prioritas Sebelum Ekspor Gas ke Singapura
- IHSG Anjlok 3 Persen ke 5.121 Tertekan Keputusan The Fed, Rupiah Justru Menguat ke Rp18.125