Hoaks Akuisisi BCA oleh Haji Isam Viral, BCA dan Jhonlin Group Kompak Membantah
Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BCA (BBCA) yang viral di media sosial dinyatakan hoaks; BCA dan kuasa hukum Jhonlin Group sama-sama membantah.
BeritaFlash AI · · Ekonomi

Rangkuman
- Pesan berantai soal rencana akuisisi saham BCA oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam viral di media sosial dan menduduki trending topic X Indonesia
- BCA menegaskan informasi itu tidak benar; pemegang saham pengendali tetap PT Dwimuria Investama Andalan dengan 54,94 persen saham
- Kuasa hukum Jhonlin Group juga menyebut kabar itu hoaks; transaksi nyata Haji Isam saat ini adalah pembelian 30 persen saham Bayan Resources (BYAN)
JAKARTA — Kabar bohong atau hoaks soal rencana akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha tambang Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam menyebar luas di media sosial dan sempat menduduki jajaran trending topic X Indonesia pada Sabtu (26/9/2026). Tagar terkait isu tersebut — mulai dari HoaksBCA, hajiisam, jhonlingroup, hingga JhonlinBantahAkuisisiBCA — membanjiri linimasa dan memicu kehebohan di kalangan nasabah serta investor.
PT Bank Central Asia Tbk buru-buru menepis kabar itu. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan bahwa isu rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA yang beredar di media sosial adalah informasi yang tidak benar. "Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9/2026), dikutip dari Republika.
Hera mengimbau nasabah dan masyarakat agar hanya mengakses informasi dari sumber resmi, baik situs resmi perusahaan maupun media yang kredibel. Perseroan, kata dia, senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Dari sisi struktur kepemilikan, saham BCA hingga kini masih didominasi PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) dengan 67,73 miliar saham atau 54,94 persen, sementara saham publik mencapai 44,64 persen. Satu-satunya perubahan pengendali terakhir terjadi setelah Bambang Hartono meninggal dunia, sebagaimana diumumkan perseroan lewat keterbukaan informasi pada 31 Juli 2026: Robert Budi Hartono kini menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA dengan kepemilikan di PT DIA yang tidak berubah, yaitu 51 persen. Tidak ada nama Haji Isam maupun entitas Jhonlin dalam struktur tersebut.
Bantahan juga datang dari kubu sang pengusaha. Kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menyatakan kabar Haji Isam akan mengakuisisi BCA adalah hoaks, seperti diberitakan Warta Banjar dan Inilah.com. Menurutnya, sejauh ini tidak ada pernyataan resmi maupun langkah korporasi apa pun dari Jhonlin Group yang mengarah ke bank swasta terbesar di Indonesia itu.
Isu liar ini diperkirakan berkembang dari peristiwa nyata yang berbeda. Pada 16 September 2026, Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama memang menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low — pemilik mayoritas PT Bayan Resources Tbk (BYAN) — untuk mengambil alih 10.000.000.500 lembar saham atau setara 30 persen kepemilikan BYAN. Ini bukan kali pertama nama Haji Isam terseret rumor bursa: pada Agustus 2026, BYAN juga sempat resmi membantah rumor akuisisi 62,2 persen saham perseroan oleh Jhonlin Group, rumor yang sempat mengguncang harga saham emiten batu bara tersebut.
Pengamat menilai pola hoaks semacam ini kerap mencatut nama bank dan konglomerat besar untuk memancing keramaian, bahkan berpotensi menggerakkan harga saham. Bagi publik, pesan dari dua pihak yang difitnah isu ini sama: selalu cek sumber resmi sebelum percaya — apalagi sebelum ikut menyebarkan.
Sumber
- BCA Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Ini Penjelasannya — Republika
- Kuasa Hukum Jhonlin Group: Kabar H Isam Akuisisi BCA adalah Hoaks — Warta Banjar
- Jhonlin Group Sebut Kabar H Isam Akuisisi BCA Adalah Hoaks — Inilah.com