Demo Prancis Rusuh: Balai Kota Limoges Dibakar, 1.200 Orang Ditangkap

Demo Prancis 17 Oktober 2026 berujung rusuh: balai kota Limoges dibakar, toko dijarah, 550 ribu orang turun ke jalan, 1.200 ditangkap.

Oleh · · Internasional

Demo Prancis Rusuh: Balai Kota Limoges Dibakar, 1.200 Orang Ditangkap
Foto: Demonstran bertopeng di tengah gas air mata dalam kerusuhan di Paris, 17 Oktober 2026 · JJxFile · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

PARIS — Gelombang demonstrasi menentang tingginya biaya hidup dan buruknya kondisi sekolah di Prancis berubah menjadi kerusuhan pada Sabtu (17/10/2026). Balai kota Limoges dibakar hingga sebagian atapnya runtuh, sejumlah toko dijarah di berbagai kota, dan polisi menangkap sedikitnya 1.200 orang dalam apa yang disebut pemerintah Prancis sebagai "eskalasi kekerasan".

BBC melaporkan sekitar 550.000 orang turun ke jalan dalam aksi nasional tersebut. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut 150 polisi terluka dalam kerusuhan itu. Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa "tidak ada tempat bagi kekerasan" di negaranya. Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut aksi itu diwarnai "tindakan kekerasan yang disengaja" oleh "individu-individu bertudung" di sejumlah lokasi, termasuk Paris, Marseille, Rennes, Toulouse, dan Angers.

Kerusakan paling parah terjadi di Limoges. "Atapnya telah runtuh menimpa lantai-lantai di bawahnya, kecuali di sayap barat, dan dua pertiga bagian luar bangunan sudah lenyap," kata pejabat prefektur Haute-Vienne, Maurice Barate, kepada AFP, dikutip Detik. Ia menyebut kebakaran bangunan berusia 143 tahun itu sebagai bencana bagi warisan sejarah dan "aksi sengaja yang dilakukan oleh para perusuh". Saksi mata mengatakan sekelompok orang bertopeng yang sebelumnya membakar mobil polisi di luar balai kota memecahkan jendela dan masuk untuk menyulut api.

Di Marseille, pengunjuk rasa berpakaian serba hitam menerobos balai kota dan mencoretnya dengan grafiti anarkis; butik merek mewah Hermes serta toko perhiasan, pakaian, dan kosmetik dijarah. Di Lyon, kantor pariwisata kota dibakar. "Peristiwa ini menghancurkan hati kami karena bangunan ini sangat ikonik," kata Wali Kota Grégory Doucet kepada BFMTV. Di Saint-Étienne, Wali Kota Régis Juanico melaporkan tangan seorang pemuda putus akibat ledakan granat. Di Lille, sebuah Apple Store dibobol dan dikuras isinya, kata Wali Kota Arnaud Deslandes. BBC Verify juga memverifikasi rekaman sebuah kereta wisata di Grenoble yang dikemudikan pria bertopeng ke arah sedikitnya tiga polisi.

Di Paris, aksi siang hari berlangsung relatif damai, tetapi memanas menjelang malam. Sekelompok orang menyalakan api di jalan dan membakar kendaraan di titik-titik ikonik seperti Place de la République; sebuah restoran, La Barrique, hangus terbakar. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, dan bentrokan dilaporkan pecah di antara beberapa kelompok demonstran.

Kerusuhan ini berakar pada aksi protes pelajar lycée — sekolah menengah untuk usia 15 hingga 18 tahun — yang berlangsung sejak pertengahan September. Mereka memprotes kekurangan tenaga pengajar, buruknya fasilitas, dan mekanisme seleksi masuk universitas lewat platform Parcoursup. Gerakan itu kemudian diperkuat serikat pekerja dan kelompok lain, termasuk simpul gerakan Rompi Kuning (Gilets Jaunes). Antara mencatat, hingga Kamis (15/10), 1.260 orang telah ditangkap di wilayah metropolitan Paris sejak awal protes pelajar, dan 86 persen di antaranya anak di bawah umur. Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan pemerintah sedang meninjau sistem Parcoursup dan telah menempatkan dua pertiga dari 3.000 guru pengganti yang dijanjikan.

Gelombang unjuk rasa serupa juga dilaporkan melanda sejumlah negara Eropa lain, antara lain Italia, Belgia, dan Portugal. Dari Jakarta, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memastikan KBRI Paris tidak menemukan WNI yang terlibat dalam demonstrasi. KBRI Paris mengimbau WNI menghindari kerumunan, memantau informasi resmi otoritas setempat, serta menyesuaikan rencana perjalanan bila ada penutupan jalan. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Paris di +33-6-2112-2109.

Sumber

  1. Prancis: Aksi protes di Prancis berbuntut pembakaran dan penjarahan, lebih dari 1.200 orang ditangkap — BBC Indonesia
  2. Demo di Prancis Berujung Rusuh, Balai Kota Limoges Dibakar — Detik
  3. Gelombang protes di Prancis, WNI diminta tingkatkan kewaspadaan — Antara
  4. Demo di Paris Rusuh, Kemlu Ungkap Sejauh Ini Tak Ada WNI Terlibat — Detik

Topik

Berita terkait