Super Tucano Gempur Markas OPM Nduga, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
TPNPB-OPM protes penggunaan pesawat Super Tucano di Nduga dan klaim enam anggotanya terluka; Panglima TNI menegaskan separatis harus ditumpas.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal

Rangkuman
- Beredar video pesawat Super Tucano TNI menyerang markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Nduga; OPM klaim enam anggotanya terluka
- OPM memprotes penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone karena dinilai berpotensi mengenai permukiman warga sipil
- Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan OPM separatis harus ditumpas, namun penyelesaian Papua harus kolaboratif, bukan hanya pendekatan militer
JAKARTA — Ketegangan di Papua Pegunungan memanas setelah beredar video yang memperlihatkan pesawat Super Tucano TNI menggempur markas kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga. Kelompok TPNPB-OPM mengklaim serangan bom dan tembakan dari pesawat itu melukai sejumlah anggotanya dan memprotes keras penggunaan alutsista berat tersebut.
Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tidak membantah maupun mengonfirmasi penggunaan Super Tucano, namun menegaskan sikap tegas negara terhadap kelompok bersenjata. "Ya kan OPM ini kan separatis, ya harus ditumpaslah. Tidak boleh ada separatis di negara kita," kata Agus saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026), didampingi Wakil KSAD Letjen Muhammad Saleh Mustafa, dikutip dari Republika dan Antara.
Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menambahkan, TNI akan mengerahkan seluruh kemampuan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat. "Segala upaya kita kerjakan untuk masyarakat. Intinya semua kemampuan TNI kalau memang diperlukan kita kerahkan," ujarnya, dikutip dari Kumparan. Agus juga mengungkap perkembangan operasi di Papua: delapan pucuk senjata jenis SS1-V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI kini telah berhasil diamankan kembali.
Di kubu seberang, pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma Egianus Kogoya bersama Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya melayangkan protes resmi. Dalam pernyataan yang viral di media sosial, mereka meminta TNI menghentikan penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone karena membuat pertempuran tidak seimbang dan dinilai berpotensi berdampak ke permukiman warga sipil di sekitar wilayah konflik. TPNPB-OPM mengklaim enam anggotanya terluka akibat serangan yang menyasar titik koordinat yang mereka sebut sebagai markasnya di wilayah Nduga dalam beberapa waktu terakhir, menurut Antara. Narasi yang beredar menyebut empat anggota terluka; klaim ini belum diverifikasi independen.
Meski bersikap keras terhadap kelompok bersenjata, Agus menekankan penyelesaian persoalan Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan militer. "Jadi memang saya sudah bilang dari awal dulu ya, bahwa penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI, nanti kekerasan," ujarnya. Ia menjelaskan TNI juga menjalankan operasi teritorial secara masif: membangun gereja, menyediakan sumur bor air bersih, memperbaiki sekolah, melayani kesehatan, hingga menugaskan prajurit mengajar di daerah terpencil untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Konflik di Nduga bukan hal baru. Egianus Kogoya dan kelompoknya selama ini menjadi salah satu faksi TPNPB-OPM paling aktif di wilayah pegunungan tengah Papua, terlibat sejumlah kontak senjata dengan aparat serta serangkaian insiden terhadap warga sipil dan pekerja proyek. Operasi gabungan TNI-Polri di Nduga dan sekitarnya telah berlangsung bertahun-tahun, dengan pendekatan tempur sekaligus teritorial yang terus menuai perdebatan soal dampaknya terhadap warga sipil. Pernyataan kedua pihak — klaim korban dari OPM maupun penegasan TNI — hingga kini belum bisa diverifikasi secara independen dari lokasi kejadian yang sulit diakses wartawan.
Sumber
- Pesawat Super Tucano Serang Markas OPM, TNI: Segala Upaya Kita Kerahkan — Kumparan
- OPM Protes TNI Gunakan Pesawat Super Tucano, Begini Jawaban Panglima — Republika
- Panglima TNI tegaskan penanganan OPM di Papua dilakukan kolaboratif — Antara
- Panglima TNI Jawab Protes OPM soal Operasi Super Tucano di Nduga — Liputan6