Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun: Bansos Beras 10 Kg sampai BSU Rp300 Ribu
Stimulus ekonomi Rp31 triliun disiapkan pemerintah untuk kuartal IV 2026, berisi beras 10 kg per bulan bagi 33 juta keluarga dan BSU Rp300 ribu bagi pekerja.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi

Rangkuman
- Rapat terbatas Prabowo di Istana Negara, Rabu (30/9/2026), memutuskan paket stimulus kuartal IV 2026 senilai sekitar Rp31 triliun
- Bantuan pangan 10 kg beras per bulan selama Oktober-Desember untuk 33.244.408 keluarga (Rp17,5 triliun) dan BSU Rp300 ribu per bulan untuk 13,3 juta pekerja (Rp12 triliun)
- Tahun 2027 pemerintah melanjutkan insentif PPh 21 ke semua sektor, PPN DTP rumah, program magang, hingga KPR bersubsidi bunga 6 persen
JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai sekitar Rp31 triliun untuk kuartal IV 2026. Paket itu berisi bantuan pangan 10 kilogram beras per bulan, bantuan subsidi upah (BSU) Rp300 ribu per bulan, hingga program pembukaan rekening gratis bagi warga berusia di atas 17 tahun.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Rapat dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. "Tadi rapat dengan bapak presiden terkait dengan program-program bantuan pemerintah yang disiapkan untuk kuartal empat," kata Airlangga seusai rapat, dikutip dari CNBC Indonesia.
Untuk bantuan pangan, pemerintah akan menyalurkan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026. Sasarannya 33.244.408 keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4. "Kebutuhan anggaran kira-kira Rp17,5 triliun," tutur Airlangga.
Komponen kedua adalah bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan. Bantuan ini menyasar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp12 triliun. Adapun program ketiga berupa pembukaan rekening gratis untuk warga di atas 17 tahun hingga kelompok masyarakat desil 4. "Nah angkanya sedang di crosscheck dengan kementerian terkait," kata Airlangga. Total kebutuhan anggaran seluruh program, menurutnya, diperkirakan Rp31 triliun dan masih dalam proses penyisiran Kementerian Keuangan.
Airlangga menegaskan stimulus akan diterapkan dalam waktu dekat, tetapi pemerintah harus lebih dulu menyiapkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan aturan pelaksana lain. "Nanti kita mesti mempersiapkan PMK-nya, menyiapkan yang lain, dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita bisa umumkan kapan itu berlaku," katanya.
Dalam rapat yang sama, Prabowo juga mengarahkan sejumlah program yang berjalan tahun ini untuk dilanjutkan pada 2027. Di antaranya program magang untuk 150.000 peserta dan program vokasi untuk 300.000 peserta. Insentif pengurangan PPh Pasal 21 yang selama ini hanya berlaku untuk sektor padat karya dan pariwisata akan diperluas ke seluruh sektor bagi pekerja bergaji di bawah Rp10 juta, menjangkau sekitar 7,5 juta pekerja.
Pemerintah juga membahas penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) terhadap inflasi. "Kemudian juga tadi dibahas mengenai perbaikan angka daripada PTKP yang akan menyesuaikan kepada angka inflasi. Nah ini sedang kami hitung bersama dengan Menteri Keuangan," kata Airlangga. Insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk pembelian rumah hingga harga Rp2 miliar juga dilanjutkan sampai 2027; untuk rumah seharga Rp5 miliar, pemerintah menanggung PPN atas dasar pengenaan pajak maksimal Rp2 miliar.
Di sektor ketenagakerjaan, diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen diperpanjang, demikian pula bantuan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama enam bulan yang disesuaikan tingkat gaji. Pekerja bergaji Rp2,3 juta menerima penuh, kelompok Rp2,3 juta hingga di bawah Rp3,6 juta menerima Rp2,3 juta, sedangkan kelompok bergaji sekitar Rp3,8 juta menerima 60 persen upah selama enam bulan.
Terakhir, pemerintah menambah program KPR bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap hingga Rp17 juta per bulan untuk rumah seharga sampai Rp500 juta. Industri perhiasan juga mendapat insentif fiskal berupa pembebasan PPN untuk logam mulia kadar 99,9 persen, dari ketentuan sebelumnya 99,99 persen.
Sumber
- Prabowo Tebar Rp31 T Buat Stimulus Ekonomi Akhir Tahun, Ini Daftarnya — CNBC Indonesia
- Prabowo Siapkan Stimulus Ekonomi Akhir 2026 hingga 2027, Ini Daftar Lengkapnya — Okezone
- Pemerintah Guyur Insentif hingga Bansos Rp 31 Triliun pada Kuartal IV 2026 — Kumparan
- Pemerintah lanjutkan Program Magang dan insentif PPH 21 pada 2027 — Antara