Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar
Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan, membeberkan alasan koalisi besar dan memuji kinerja Kabinet Merah Putih.
Oleh Adi Rahmadi · · Politik

Rangkuman
- Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertepatan 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan, dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih
- Prabowo membeberkan alasan koalisi besar: Indonesia berpenduduk hampir 300 juta dengan wilayah sebesar Eropa
- Video capaian 2 tahun ditampilkan: 265 Sekolah Rakyat, 108 juta layanan Cek Kesehatan Gratis, penyelamatan kekayaan negara Rp54,8 triliun
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dalam arahannya, Prabowo membeberkan alasan di balik kabinetnya yang kerap disebut "koalisi gemuk" sekaligus menyampaikan terima kasih dan kebanggaannya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.
Sidang dibuka setelah Prabowo memasuki ruangan sidang. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan kehadiran seluruh anggota Kabinet Merah Putih, para menteri koordinator, menteri dan kepala badan beserta wakil, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Dewan Ekonomi Nasional, penasihat khusus dan utusan khusus presiden, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua OJK. Para pejabat mulai merapat ke Istana sejak pukul 14.00 WIB, dari Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, hingga anggota Wantimpres Rocky Gerung yang memberi nilai jempol untuk dua tahun kinerja pemerintah.
Di hadapan kabinetnya, Prabowo menjawab tudingan koalisi gemuk. "Koalisi kita besar, benar, karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita," kata Prabowo, dikutip dari Detik. Ia menegaskan jumlah kabinet telah disesuaikan dengan beban kinerja. "Negara kita hampir 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 Menteri Keuangan, ada 30 Panglima TNI, ada 30 Jaksa Agung, ada 30 Kapolri. Indonesia satu kabinet, Saudara-saudara," imbuhnya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada anak buahnya. "Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja sangat keras," ucapnya disambut tepuk tangan. "Saudara-saudara sekalian, saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga jadi Presidenmu, saya bangga telah memimpin pemerintahan ini. Karena dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata."
Sidang diawali penayangan video capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam video itu, pemerintah mengklaim telah membangun 265 Sekolah Rakyat, mengembalikan 43 ribu anak jalanan ke bangku sekolah, dan merenovasi 30 ribu sekolah. Di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis disebut telah memberikan 108 juta layanan dan 22 rumah sakit baru dibangun. Sektor perumahan mencatat 400 ribu rumah selesai diperbaiki, serta pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan pesisir.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah mencatat pembangunan lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan melalui Instruksi Presiden, serta 3.000 titik sumur bor baru. Di bidang energi disorot program Solar B50 sebagai bagian dari agenda swasembada energi. Pemerintah juga mengklaim penyelamatan kekayaan negara lebih dari Rp54,8 triliun, pelunasan utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun, dan penutupan 290 BUMN yang diklaim berpotensi menghemat sekitar Rp50 triliun per tahun.
Meski mengakui ada kekurangan, Prabowo menekankan prestasi dua tahun ini patut dibanggakan. "Dengan segala kelebihan dan kekurangan kita, prestasi yang telah kita capai dalam dua tahun ini perlu kita banggakan. Bukan kita sombong, tapi kita tidak boleh rendah diri," sebutnya. Dalam sidang yang sama, Prabowo turut menyoroti isu strategis mulai dari perang dagang, gejolak geopolitik, hingga kebakaran hutan dan lahan yang ia sebut tidak semata-mata alamiah dan memerintahkan pengusutan tuntas korporasi yang terlibat.
Menteri Perindustrian Sarmuji mengaku siap melaporkan sektor perindustrian bila diminta. "Nanti tergantung kesempatan seperti apa, kalau ada kesempatan melaporkan kita laporkan. Tapi kita belum tahu nanti arahan presiden seperti apa terhadap sektor perindustrian," katanya sebelum sidang, dikutip dari CNBC Indonesia. Sidang paripurna ini menjadi evaluasi menyeluruh dua tahun Kabinet Merah Putih yang dibentuk untuk membantu pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sumber
- Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Beberkan Alasan Koalisi Besar — Detik
- Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo: Saya Bangga Jadi Pemimpinmu — Detik
- Awali Sidang Kabinet, Seskab Tampilkan Capaian 2 Tahun Pemerintahan Prabowo — Detik
- Menteri Hingga Rocky Gerung Tiba di Istana, Siap Ikuti Sidang Kabinet — CNBC Indonesia
- Prabowo: Karhutla Tidak Semata-mata Alamiah, Ada Campur Tangan Manusia — Sindonews
Topik
Berita terkait
- Prabowo Sebut Reshuffle Jelang Dua Tahun Pemerintahan "Logis", Partai Koalisi Serahkan ke Presiden
- Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026: Daftar 15 Pejabat Baru
- Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari
- Guterres Bermalam di Hambalang: Sekjen PBB Pamit dan Puji Peran Indonesia
- Kabut Asap Malaysia Memburuk: Raja Minta Sekolah Tutup, Anwar Telepon Prabowo