Rusia Hantam Jembatan Kedua di Kyiv, Serukan Diplomat Asing Pergi
Serangan Rusia hantam Jembatan Pivnichnyi di Kyiv pada Sabtu (3/10), dua orang terluka, Moskow serukan diplomat dan warga asing meninggalkan ibu kota.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Serangan drone Rusia menghantam Jembatan Pivnichnyi (Utara) di Kyiv pada Sabtu pagi, melukai dua orang dan merusak jalan serta kabel troli.
- Sebelumnya Jembatan Pivdennyi (Selatan) diserang berulang kali pekan ini; dua jembatan penghubung tepi Dnipro itu vital bagi tiga juta warga Kyiv.
- Moskow kembali menyerukan warga asing, termasuk diplomat, meninggalkan Kyiv; Zelensky menuduh Putin ingin menghancurkan infrastruktur sipil.
KYIV — Rusia menghantam jembatan besar kedua di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (3/10/2026) pagi waktu setempat, ketika Moskow menggenjot serangan terhadap infrastruktur vital kota berpenduduk sekitar tiga juta jiwa itu. Serangan melukai dua orang dan merusak permukaan jalan serta kabel troli di Jembatan Pivnichnyi (Utara), kata Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko, dikutip dari BBC.
Serangan itu terjadi setelah Jembatan Pivdennyi (Selatan) berkali-kali diserang drone Rusia sepanjang pekan ini. Klitschko memperingatkan bahwa "musuh sedang mencabik-cabik Kyiv". Kedua jembatan yang membentang di Sungai Dnipro itu menghubungkan bagian barat dan timur ibu kota, dan belum pernah menjadi sasaran sebelum Kamis lalu.
"Layanan darurat sedang dalam perjalanan," tulis Klitschko di Telegram, Sabtu pagi. "Lalu lintas di jembatan dari tepi kiri ke tepi kanan saat ini diblokir." Serangan-serangan itu memutus hubungan jalan raya, kereta, dan troli melintasi sungai lebar tersebut, menimbulkan kemacetan di jalan-jalan kota untuk hari kedua, meski tidak separah kelumpuhan lalu lintas Jumat.
Rusia menyatakan drone-nya menghantam dua jembatan yang dipakai untuk memindahkan pasukan dan kargo militer Ukraina. Bersamaan dengan itu, Moskow kembali mendesak warga asing, termasuk diplomat, untuk meninggalkan Kyiv "secepat mungkin", seperti diberitakan Okezone dan Sindonews mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia. Peringatan serupa dikeluarkan sebelum serangan besar-besaran sebelumnya.
Para ahli menilai drone Rusia kecil kemungkinan meruntuhkan jembatan-jembatan itu, tetapi serangan berulang akan memaksa penutupan dan berisiko melemahkan struktur hingga tak bisa dipakai. Senjata yang lebih kuat bisa merobohkan jembatan, beberapa di antaranya dilaporkan sudah dalam kondisi buruk setelah bertahun-tahun menahan lalu lintas lebih berat dari rancangannya. Anggota parlemen Ukraina dilaporkan telah membahas kondisi jembatan Kyiv dan menyiapkan rencana darurat menggunakan kapal feri atau jembatan ponton sementara jika ada jembatan yang hancur.
Setelah serangan Jembatan Pivdennyi, penumpang kereta menceritakan debu gelombang ledakan masuk ke gerbong melalui sistem ventilasi. Dewan pertahanan Kyiv menggelar rapat krisis pada Jumat. Klitschko menyebut kota itu kini dalam "situasi sangat dramatis" karena Moskow menggempur "infrastruktur kritis, logistik, perumahan", dan fasilitas penting lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Putin telah memutuskan bahwa "tidak ada aturan lagi" dalam menyerang Ukraina. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia menuturkan: "Rusia gagal menduduki kami. Jadi sekarang mereka melancarkan serangan besar-besaran dan pembunuhan massal. Mereka ingin menghancurkan jembatan kami... pusat data, internet, jaringan seluler, rumah sakit, taman kanak-kanak, sekolah, universitas — semuanya. Mereka ingin rakyat melarikan diri dari kota mereka."
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis bersikeras bahwa serangan terhadap sasaran ekonomi Ukraina adalah respons langsung atas serangan Ukraina ke kilang minyak Rusia — meski faktanya Moskow yang lebih dulu melancarkan serangan semacam itu. Sejumlah kedutaan besar negara asing di Kyiv belum mengumumkan evakuasi, tetapi seruan Rusia itu meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi serangan udara yang lebih besar terhadap ibu kota dalam beberapa hari ke depan.
Sumber
- Russia hits second major bridge in Ukraine's capital Kyiv — BBC
- Rusia Peringatkan Serangan Besar-besaran, Serukan Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv — Okezone
- Rusia Minta Diplomat dan Warga Asing Tinggalkan Kyiv — Sindonews