Moskow Diserang 1.600 Drone Ukraina Saat Pemilu, Rusia Janji Balas Kyiv
Serangan drone besar-besaran Ukraina ke Moskow saat pemilu Rusia menewaskan sedikitnya dua orang dan membakar kilang minyak; Rusia janji balas ke Kyiv.
BeritaFlash AI · · Internasional

Rangkuman
- Ukraina meluncurkan sekitar 1.600 drone ke Moskow dan wilayah sekitarnya pada hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia, Minggu (20/9/2026); sekitar 450 drone mengarah langsung ke ibu kota.
- Sedikitnya dua orang tewas di wilayah Moskow, sebuah gedung apartemen 21 lantai terbakar hingga 400 orang dievakuasi, dan fasilitas pengolahan minyak di distrik Kapotnya rusak akibat serangan itu.
- Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu pemilu dan berjanji mengintensifkan serangan berpresisi tinggi ke Kyiv; Zelensky menyebut serangan itu menghantam jantung industri minyak dan logistik mesin perang Rusia.
MOSKOW — Ukraina melancarkan salah satu serangan drone terbesar ke Moskow dan wilayah sekitarnya sejak perang dimulai 2022, tepat pada hari terakhir pemungutan suara pemilihan parlemen Rusia, Minggu (20/9/2026) waktu setempat. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat atau ditembak jatuh di seluruh Rusia, dengan sekitar 450 di antaranya menargetkan langsung ibu kota.
Sedikitnya dua orang tewas di dua lokasi berbeda di wilayah Moskow, menurut Gubernur Andrey Vorobyov. Korban disebut terdiri dari seorang perempuan berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia. Sebuah drone yang jatuh memicu kebakaran di gedung apartemen berlantai 21 dan memaksa sekitar 400 penghuninya dievakuasi. Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan lubang besar pada gedung apartemen itu serta asap hitam membubung dari lokasi yang diduga fasilitas pengolahan minyak.
Kantor berita Reuters dan AFP, mengutip pejabat Rusia, melaporkan beberapa drone mencapai wilayah Kilang Minyak Moskow di distrik Kapotnya, salah satu fasilitas penyulingan utama ibu kota, dan merusak sebagian fasilitas tersebut. Operasional di dua bandara dilaporkan sempat ditangguhkan selama serangan berlangsung.
Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya "mengganggu kehendak demokratis warga Rusia" lewat serangan tersebut dan menjanjikan respons militer. "Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv," demikian pernyataan kementerian itu, dikutip AFP.
Sobyanin menyebut serangan itu direncanakan untuk mengganggu pemilu yang berlangsung tiga hari dan dikendalikan ketat. "Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil," tulisnya di Telegram. Pemilu parlemen Rusia sendiri diproyeksikan kembali dimenangi partai berkuasa United Russia dengan 49,4 persen suara menurut exit poll lembaga negara, memperpanjang cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin yang telah berlangsung 26 tahun.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru memuji serangan itu. "Respons jarak jauh kami berdampak sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam. Salah satu fasilitas utama industri minyak Rusia dan fasilitas logistik milik agresor berhasil dihantam. Ini adalah miliaran dolar yang menopang mesin perang," tulis Zelensky di X, Senin (21/9/2026).
Di front lain, pasukan Rusia dilaporkan menyerang sebuah pusat evakuasi warga sipil di Kramatorsk, Ukraina timur, hingga terbakar hebat pada Minggu, menurut laporan CNBC Indonesia. Seorang pengungsi dari kota garis depan Druzhkivka mengatakan ia dan warga lainnya baru tiba beberapa jam sebelum serangan terjadi dan terkena serpihan. Oksana Reva, pekerja di fasilitas itu, mengatakan tempat tersebut menampung pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran di wilayah Donetsk sebelum dipindahkan ke lokasi lebih aman seperti Lozova di wilayah Kharkiv.
Perlu dicatat, angka 1.600 drone dan 450 drone yang mengarah ke Moskow berasal dari klaim otoritas Rusia dan belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, skala kerusakan di kilang dan gedung apartemen juga sebagian besar bersumber dari keterangan pejabat Rusia, sementara klaim Zelensky soal target industri minyak dan logistik merupakan posisi pihak Ukraina. Kedua belah pihak selama perang ini kerap menyampaikan angka yang saling berbeda.
Kyiv menyatakan serangan jarak jauh semacam ini merupakan respons atas bombardir Rusia terhadap kota-kota Ukraina, dan telah berulang kali memakai drone untuk menyasar infrastruktur energi Rusia yang dinilai mendanai perang.
Sumber
- Moskow Diserang 1.600 Drone, Rusia Janji Balas Serangan ke Kyiv — Detik
- Ukraina Ngamuk, Lebih dari 1.600 Drone Hujani Rusia saat Pemilu — Sindonews
- Putin Murka Moskow Dirudal, Rusia Serang Markas Pengungsi Ukraina — CNBC Indonesia
- Three dead in Moscow region, drones hit oil refinery in Russian capital — Reuters
- Drone attacks damage major Moscow refinery during election — The Guardian