Kopilot Flydubai Serang Kapten dengan Kapak, Pesawat ke Israel Nyaris Dibajak
Kopilot Flydubai FZ1073 serang kapten dengan kapak kokpit menurut jaksa UEA; pesawat Dubai-Tel Aviv sempat menukik 5.200 meter sebelum penumpang melumpuhkan.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Kopilot Flydubai FZ1073 rute Dubai-Tel Aviv menyerang kapten dengan kapak darurat kokpit, menurut Jaksa Agung UEA
- Pesawat berisi lebih dari 170 orang menukik 17.000 kaki (5.200 m) sebelum kapten yang terluka membuka pintu kokpit dan penumpang melumpuhkan pelaku
- Pelaku diidentifikasi media sebagai warga Oman Hamam al-Hammami; Netanyahu menyebutnya terindoktrinasi radikal dan nyaris mengulang tragedi 9/11
DUBAI — Jaksa Agung Uni Emirat Arab mengungkapkan kopilot yang berusaha mengambil alih pesawat Flydubai tujuan Israel menyerang kapten dengan kapak darurat yang disimpan di kokpit. Insiden mencekam itu terjadi pada penerbangan FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv yang mengangkut lebih dari 170 orang.
Jaksa Agung UEA Hamad Saif Al Shamsi mengatakan, berdasarkan penyelidikan, sang kopilot berusaha melakukan apa yang disebutnya sebagai "tindakan teroris", demikian dilaporkan kantor berita resmi UEA seperti dikutip BBC. Kapak kokpit — yang biasanya disimpan untuk keadaan darurat — menjadi jawaban atas pertanyaan besar para penyelidik, mengingat ketatnya pengamanan pada rute sensitif Dubai-Tel Aviv. Laporan awal penumpang sempat menyebut senjata yang digunakan adalah pisau.
Sekitar dua setengah jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional Dubai, pesawat tiba-tiba menukik tajam hingga 17.000 kaki atau sekitar 5.200 meter. Pesawat sempat memancarkan kode darurat umum squawk 7700 sebelum berganti ke squawk 7500, kode yang menandakan pembajakan. Penumpang Almog Itali menggambarkan momen itu kepada BBC seperti naik roller coaster: pesawat jatuh dengan gaya gravitasi besar selama 20 hingga 30 detik, sempat stabil, lalu menukik lagi.
Kapten Smit Machchhar, warga negara India, ditusuk dalam serangan itu dan sempat terbaring di lantai kokpit dalam kondisi terluka. Menyadari pesawat terus menukik, ia memaksa diri membuka pintu kokpit dari dalam. "Saya berkata pada diri sendiri untuk melakukan satu dorongan terakhir membuka pintu dari dalam," kata Machchhar. Pintu yang terbuka memungkinkan sejumlah penumpang masuk dan melumpuhkan pelaku.
Presiden Israel Isaac Herzog menyebut alarm pertama kali dibunyikan seorang penumpang perempuan Israel, Tali Manes, yang mendengar keributan dari kokpit. Suaminya, Zvika, bersama tiga pria lain — Yaniv Hayun, Dr Shota Musayev, dan Asaf Rajuan — masuk ke kokpit. Hayun menuturkan pelaku berusaha menghancurkan instrumen pesawat agar tidak bisa dikendalikan. Ia mencekik pelaku dan menariknya keluar kokpit sebelum penumpang lain membantu menahannya. Dua pilot cadangan yang ikut dalam penerbangan kemudian mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi.
Sejumlah media besar termasuk Reuters, CNN, dan The New York Times mengidentifikasi pelaku sebagai Hamam al-Hammami, warga negara Oman berusia 29 tahun, meski belum ada konfirmasi resmi nama tersebut. Media Amerika Serikat melaporkan, saat bekerja di maskapai Oman Air, al-Hammami pernah dikeluarkan dari pelatihan penerbang karena kekhawatiran atas pandangan radikalnya dan dipindahkan ke posisi lain. Universitas Buckinghamshire New University di Inggris mengonfirmasi ia menyelesaikan kuliah jarak jauh tiga tahun di bidang manajemen penerbangan dan lulus pada 2023, namun menegaskan ia tidak mengikuti pelatihan pilot di kampus itu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Fox News bahwa setelah dilumpuhkan, pelaku berteriak kepada awak pesawat, "Bunuh aku, bunuh aku!" "Jadi jelas dia ingin bunuh diri... sangat mungkin dia akan menjatuhkan pesawat," kata Netanyahu, seraya menyebut pelaku telah menjalani indoktrinasi radikal Islamis. Dalam wawancara dengan CNN, Netanyahu menegaskan kapten yang ditusuk, para penumpang, dan awak kedua telah "mencegah bencana seperti 9/11".
Kapten Machchhar sempat dirawat di rumah sakit terdekat sebelum diterbangkan ke Abu Dhabi dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Kedutaan Besar India di UEA menyatakan sang pilot dalam kesehatan baik dan pulih dengan baik. "Saya yakin pemulihan akan berjalan dan saya akan sehat kembali," ujar Machchhar. Otoritas UEA menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kondisi, motif, dan kemungkinan keterkaitan pelaku dengan pihak lain.
Sumber
- Flydubai co-pilot attacked captain with axe, UAE official says — BBC News
- Siapa Hammam al-Hammami? Kopilot Flydubai yang Ingin Menjatuhkan Pesawat Tujuan Israel — Sindonews
- Drama 12 Menit Penerbangan Flydubai FZ1073 yang Mencekam bak Film Hollywood — Sindonews