Jenazah ABK Arupadhatu 1 Sukarman Tiba di Soetta, Dimakamkan di Pandeglang

Jenazah Sukarman, ABK kapal Arupadhatu 1 pembawa 5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda, tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke Pandeglang.

BeritaFlash AI · · Lokal

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Sukarman Tiba di Soetta, Dimakamkan di Pandeglang
Foto: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, tujuan pelayaran kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak pada 7 September 2026 · Pierre Markuse · CC BY 2.0

Rangkuman

JAKARTA — Jenazah Sukarman (50), anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026). Jenazah selanjutnya dibawa ke Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Kedatangan jenazah ini menandai babak akhir proses identifikasi panjang yang berjalan hampir dua pekan. Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Imam Wijayanto menjelaskan, jenazah diberangkatkan dari Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu menuju bandara, lalu diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air pada pagi hari. "Pemberangkatan jenazah akan langsung didampingi Kabid Dokkes Polda Bengkulu Kombes dr. Effri Susanto menuju Jakarta untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Polda Banten," kata Imam, dikutip dari Detik, Rabu (23/9/2026).

Jenazah Sukarman ditemukan oleh nelayan di wilayah perairan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026, dalam kondisi tanpa identitas. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 200 kilometer dari titik awal hilangnya kapal. Sebelum teridentifikasi, jenazah sempat disebut mayat tanpa nama dan sempat menimbulkan pertanyaan apakah terkait rombongan jurnalis yang hilang.

Kepastian identitas diperoleh melalui pemeriksaan DNA oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri. Hasil pemeriksaan menunjukkan kecocokan DNA jenazah dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dipastikan sebagai Sukarman. Proses identifikasi memakan waktu sekitar 10 hari dan hasilnya dinyatakan selesai pada 22 September 2026.

Sebelum jenazah dipulangkan, suasana duka menyelimuti Carita, Pandeglang. Warga setempat mendatangi masjid untuk mensalatkan jenazah ABK kapal pembawa lima jurnalis itu. Kapolres Pandeglang bersama Gubernur Banten juga bertakziah ke rumah duka almarhum Surakman, sapaan akrab korban, dan memastikan jasadnya dijemput serta dimakamkan di Pandeglang.

Kapal cepat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 dalam pelayaran menuju Gunung Anak Krakatau. Kapal itu membawa delapan orang: lima jurnalis yang hendak meliput daratan baru yang muncul di dekat Anak Krakatau, dan tiga awak kapal termasuk Sukarman. Operasi pencarian gabungan Basarnas, TNI AL, Polair, dan nelayan sempat dilakukan di perairan Selat Sunda sebelum resmi ditutup, sementara pencarian mandiri oleh keluarga dan rekan jurnalis masih berlanjut.

Dengan teridentifikasinya Sukarman, ia menjadi korban pertama dari delapan penumpang dan awak Arupadhatu 1 yang ditemukan dan dipastikan identitasnya. Hingga kini, tujuh orang lainnya — lima jurnalis dan dua ABK — masih dinyatakan hilang. Pihak kepolisian menyatakan temuan jenazah di perairan Bengkulu itu memberi petunjuk penting mengenai arah hanyutan korban, karena lokasinya jauh dari titik hilang kontak di Selat Sunda.

Keluarga korban berharap jenazah Sukarman dapat dimakamkan secara layak, sementara harapan menemukan tujuh korban lainnya belum pupus. Polda Banten menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Basarnas dan Polda Bengkulu terkait perkembangan pencarian.

Sumber

  1. Jenazah ABK Arupadhatu 1 Surakman Tiba di Bandara Soekarno-Hatta — Detik
  2. Jenazah Kru Kapal Angkut 5 Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Banten Besok — Detik
  3. Polres Pandeglang Akan Jemput Jasad ABK Arupadhatu di Bandara Soetta Besok — Detik
  4. Tiba di Bandara Soetta, Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dibawa ke Pandeglang — Sindonews
  5. Warga Carita Datangi Masjid Salatkan Jenazah ABK Kapal 5 Jurnalis Hilang — Detik

Berita terkait