Haaland Serukan Bersatu Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah
Haaland serukan City bersatu usai klub dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan Liga Inggris; efek bisa merembet ke Palermo.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga

Rangkuman
- Haaland serukan persatuan tim di tengah ketidakpastian sanksi Manchester City
- Komisi independen menemukan City gunakan kontrak komersial 'palsu' senilai 830 juta poundsterling (2009-2018)
- Sanksi potensial: pengurangan poin besar hingga degradasi; efeknya bisa merembet ke Palermo, klub Italia milik City Football Group
MANCHESTER — Penyerang Manchester City Erling Haaland meminta rekan-rekannya tetap bersatu dan menjaga optimisme di tengah ketidakpastian masa depan klub, menyusul putusan komisi independen yang menyatakan City bersalah melakukan lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Liga Primer Inggris. Pernyataan itu disampaikan Haaland di tengah ancaman sanksi berat yang bisa mengubah nasib klub secara drastis.
"Kami harus tetap positif, melihat ke depan, mencoba memenangkan pertandingan dan menikmati situasi. Kami harus tetap bersama dan saling memberikan dukungan. Jadi, tetap bersama, nikmati perjalanan, dan tersenyumlah," kata Haaland, dikutip Republika dari situs resmi Manchester City, Jumat (9/10/2026).
Putusan komisi independen menemukan bahwa antara musim 2009-2010 dan 2017-2018, Manchester City mengatur kontrak "palsu" dengan sejumlah mitra komersial sebagai bagian dari "skema pendanaan terselubung" untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sebesar 830 juta poundsterling. Manajemen City membantah tuduhan itu dan telah mengajukan banding.
Sanksi yang berpotensi dijatuhkan kepada The Citizens — julukan City — berkisar dari denda tak terbatas, pengurangan poin dalam jumlah besar, hingga degradasi dari Liga Primer Inggris. Sejumlah laporan menyebutkan angka pengurangan 40-60 poin sebagai skenario yang dibahas, yang secara otomatis akan menjerumuskan City ke Championship. Ketidakpastian ini membayangi skuad asuhan Enzo Maresca yang dijadwalkan menghadapi Liverpool pada Ahad (11/10).
Bagi Haaland, situasi ini personal. Penyerang asal Norwegia itu baru menandatangani kontrak baru pada 2025 yang mengikatnya hingga 2034. Sejak bergabung pada 2022, ia telah mencetak 169 gol dalam 205 pertandingan. Apabila City terdegradasi atau dilarang tampil di Liga Champions, masa depan pemain berusia 26 tahun itu berpotensi menjadi sorotan, dan klub-klub besar Eropa bisa bergerak merekrutnya. "Saya sangat peduli dengan City, harus saya katakan. Saya sangat peduli dengan para fans karena saya sendiri adalah seorang fans. Saya juga merasakan apa yang mereka rasakan," ujar Haaland.
Efek putusan ini tidak berhenti di Manchester. City Football Group (CFG), pemilik hampir 95 persen saham Palermo, juga memiliki klub-klub lain di seluruh dunia. Di lapangan, putusan tersebut tidak berdampak langsung pada Palermo karena berada di bawah federasi berbeda. Namun secara finansial, Palermo sangat bergantung pada CFG: grup ini menjamin anggaran promosi musim ini dan mendanai lebih dari separuh biaya renovasi Stadion Renzo Barbera senilai lebih dari 300 juta euro — proyek yang menjadi kunci ambisi kota tersebut menjadi tuan rumah Euro 2032. Jika sanksi berat terhadap City melemahkan kemampuan finansial CFG, efek domino ke Palermo bukan tidak mungkin.
Palermo sendiri sedang tampil impresif di Serie B 2026-2027, memuncaki klasemen sementara dengan 13 poin dari lima pertandingan di bawah asuhan Filippo Inzaghi. Namun stabilitas finansial jangka panjang klub Italia itu kini ikut dipertanyakan, mengingat ketergantungannya pada induk yang sedang menghadapi badai hukum terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris modern.
Sumber
- Haaland Minta Manchester City Tetap Bersatu di Tengah Ancaman Sanksi — Republika
- Kasus Pelanggaran Keuangan Manchester City Bisa Berdampak ke Klub Italia? — Okezone
- Erling Haaland Serukan Persatuan Usai Manchester City Dijatuhi Hukuman — Kumparan