Dua Hari Usai Blackout Batam, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Dicopot Lewat RUPSLB Malam Hari
Danantara mengaitkan langsung penyegaran manajemen PLN dengan gangguan pasokan listrik di Batam 12 Oktober; Suroso Isnandar — yang pagi harinya mengumumkan pemulihan Batam — ditunjuk sebagai Dirut baru.
Oleh Adi Rahmadi · · Ekonomi
Rangkuman
- Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatan Direktur Utama PLN melalui RUPSLB virtual pada Rabu (14/10) malam, sekitar 59 jam setelah blackout melumpuhkan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang
- COO Danantara Dony Oskaria secara eksplisit mengaitkan penyegaran manajemen dengan penguatan layanan PT PLN Batam menyusul gangguan pasokan listrik 12 Oktober 2026
- Suroso Isnandar ditunjuk sebagai Dirut baru; pada hari yang sama ia masih menjadi juru bicara PLN yang mengumumkan pemulihan listrik Batam 100 persen di Istana Kepresidenan
PT PLN (Persero) mengganti Direktur Utama hanya sekitar 59 jam setelah pemadaman listrik massal (blackout) melumpuhkan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar virtual pada Rabu (14/10/2026) malam, dan digantikan oleh Suroso Isnandar.
Pergantian itu dikonfirmasi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PLN, Andi Arief. "Iya, pergantian Dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso," ujar Andi, dikutip dari iNews, Rabu (14/10). Andi menyebut Suroso untuk sementara masih merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
Kaitan antara pencopotan itu dan blackout Batam ditegaskan secara terbuka oleh pemegang saham pengelola BUMN. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam keterangan resminya pada hari yang sama mengatakan penyegaran manajemen PLN bertujuan memastikan peningkatan kualitas layanan kelistrikan — dan secara spesifik menyebut komitmen itu "juga mencakup penguatan layanan PT PLN Batam menyusul gangguan pasokan listrik yang terjadi pada 12 Oktober 2026", dikutip dari Sindo.
Sebelumnya, blackout melanda wilayah layanan PLN Batam sejak Senin (12/10) pagi sekitar pukul 06.30 WIB dan berdampak ke sekitar 411 ribu pelanggan. Sebagian wilayah padam hingga 15–18 jam; distribusi air bersih SPAM dan jaringan telekomunikasi seluler ikut terputus, aktivitas ekonomi lumpuh, dan antrean kendaraan mengular di SPBU, diberitakan Metro TV.
Pada Rabu (14/10) siang — hanya beberapa jam sebelum RUPSLB — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut blackout disebabkan tiga persoalan teknis, termasuk jaringan terkena petir, hewan (kemungkinan kelelawar), dan apa yang ia sebut "kesalahan teknis", dikutip dari Detik dan Antara. PLN Batam sendiri sebelumnya menyebut pemicunya adalah seekor monyet liar yang masuk ke Gardu Induk 150 kV Sei Harapan, Sekupang.
Menariknya, pada hari yang sama sebelum dicopotnya Darmawan, Suroso Isnandar tampil di kompleks Istana Kepresidenan untuk mengumumkan bahwa listrik Batam sudah pulih 100 persen dan wilayah Bintan menyusul. Malamnya, ia ditetapkan sebagai Direktur Utama. Suroso, kelahiran Klaten 12 Agustus 1971, tercatat memiliki pengalaman sekitar tiga dekade di sektor kelistrikan, dikutip dari profil Katadata.
Sehari berselang, pemberitaan Tribun menyebut Komisaris Independen PLN Andi Arief membeberkan alasan pencopotan terkait kinerja, di tengah sorotan publik atas listrik yang sering padam. Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak Dirut baru membenahi tata kelola dan kesehatan keuangan perseroan, dikutip dari Media Indonesia.
Sementara itu, proses hukum terkait blackout Batam masih berjalan. Pada Kamis (16/10), Bareskrim Mabes Polri menurunkan tim investigasi dan forensik ke Batam untuk memeriksa sejumlah gardu listrik PLN, termasuk Gardu Induk Sei Harapan. "Kita turun untuk membuka fakta yang sebenarnya terkait peristiwa blackout di Batam," ujar Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin, dikutip dari iNews Batam. Polri mengimbau masyarakat tidak berspekulasi soal penyebab — di tengah beredarnya berbagai rumor yang belum terbukti, mulai dari dugaan serangan siber hingga pengujian beban konsorsium data center.
Hingga kini, penyebab pasti blackout Batam masih dalam penyelidikan gabungan tim teknis PLN dan Bareskrim Polri. Warga terdampak, dikutip dari MSN, menilai transparansi informasi dan mitigasi darurat lebih penting ketimbang sekadar kompensasi.
Sumber
- Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo — iNews
- Danantara Ungkap Alasan Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN — Sindo
- Darmawan Prasodjo Diganti dari Dirut PLN, Penggantinya Ternyata Telah... — Kompas
- Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN Akibat Listrik Sering Padam? Begini Kata Komisaris PLN — Tribunnews
- Bahlil Sebut Blackout di Batam gegara Jaringan Trouble Kena Petir dan Kelelawar — Detik
- Bareskrim Polri Usut Penyebab Blackout Batam — iNews Batam
- Batam Blackout, Aktivitas Warga dan Usaha Lumpuh — Metro TV
- Profil Suroso Isnandar, Dirut PLN Baru dengan Pengalaman 3 Dekade di Kelistrikan — Katadata
Topik
Berita terkait
- Blackout PLN Batam Lumpuhkan 411 Ribu Pelanggan, Bareskrim Turun Usut Penyebab
- Tiga Klaim Viral soal Blackout Batam Beredar di Medsos: Dua Terbukti Hoaks, Satu Belum Terverifikasi
- IHSG Anjlok 14,91 Persen Sepekan Imbas MSCI, Kapolri Usut Pasar Modal
- IHSG Anjlok 11,57 Persen Imbas MSCI, Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
- Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di IWIP Maluku Utara