Senin, 24 Januari 2022 - 01:59 WIB

Penendang Sesajen Semeru Mengaku Pernah Belajar di Pesantren Ngruki

Merdeka.com - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menemui penendang sesajen di Gunung Semeru, HF, yang kini menjadi tersangka kasus intoleransi di Mapolres Lumajang, Sabtu (22/1). Dalam pertemuan itu, HF mengaku pernah belajar di Pondok Pesantren Ngruki yang didirikan Abu Bakar Baasyir.

"Tadi saya tanya kepada anak itu, apakah benar sempat mondok di pesantren. Dia mengaku sebagai alumni Pondok Pesantren Ngruki," ujar Thoriqul Haq.

Advertisement

Pria yang akrab disapa Cak Thoriq menyayangkan perbuatan yang dilakukan mantan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab itu. Sebab, selama ini kerukunan antarumat beragama di Lumajang sudah terjaga dengan baik.

Berkaca dari peristiwa penendangan sesajen itu, Pemkab Lumajang berencana akan membentuk Dewan Kehormatan Kerukunan Beragama yang nantinya bertugas mengklarifikasi adanya perbuatan atau tindakan intoleran.

"Termasuk yang dilakukan oleh HF ini. Nah, forum atau majelis kehormatan itu yang nantinya akan melakukan klarifikasi, sekaligus pendalaman terhadap perilaku HF ini. Insyaallah minggu depan akan kita lakukan forum klarifikasi itu," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan keluarga Alumni PMII (IKAPMII) Jatim itu.

Kasus Terus Berjalan
Sementara itu, Kapolres Lumajang AKPB Eka Yekti Hananto Seno memastikan penanganan perkara penendangan sesajen itu terus berjalan.

BACA JUGA:
Gunung Semeru Terus Luncurkan Awan Panas
"Kasus ini akan tetap bergulir ke ranah hukum. Jadi, meskipun nanti ada islah atau maaf memaafkan, itu sama sekali tidak berpengaruh pada proses hukum yang kita tempuh," tegasnya.

Dalam kasus ini, Polres Lumajang dibantu Polda Jatim untuk membantu menangkap pelaku. "Tetapi untuk penyidikan seluruhnya kami (Polres Lumajang) yang menangani," papar Eka Yekti.

Sejauh ini penyidik telah memeriksa 12 orang saksi. Mereka juga telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang.

BACA JUGA:
BNPB Sebut Jalur Evakuasi Harus Dibangun di Gunung Semeru
Tersangka HF dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kedua, dia dikenakan pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 156 subsidair Pasal 14 ayat (1) dan atau ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang penghinaan terhadap golongan tertentu dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

https://m.merdeka.com/peristiwa/pene...ki.html?page=2

Media Berita Terkini, Secepat Kilat!

© 2021 BeritaFlash. All Rights Reserved.