TNI Rebut 8 Pucuk Senjata dari OPM, Termasuk SS1 Rampasan dari Satuan TNI
Panglima TNI Agus Subiyanto umumkan 8 pucuk senjata direbut dari OPM di Papua, termasuk SS1 V1 yang sebelumnya dirampas dari satuan TNI.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal
Rangkuman
- Panglima TNI mengumumkan 8 pucuk senjata direbut dari OPM, termasuk SS1 V1 yang sebelumnya dirampas dari satuan TNI
- Empat anggota OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya tewas dalam kontak senjata di Hitadipa, Intan Jaya, Jumat (25/9)
- Panglima menegaskan penanganan Papua tidak bisa hanya lewat pendekatan militer, TNI juga menjalankan operasi teritorial
JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengumumkan operasi penindakan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuahkan hasil: delapan pucuk senjata berhasil direbut dari kelompok bersenjata itu, termasuk senapan serbu jenis SS1 V1 yang sebelumnya dirampas OPM dari satuan TNI.
"Tadi laporan dari Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) sudah mendapatkan delapan pucuk senjata, ada jenis SS1 V1 yang direbut oleh OPM dari satuan TNI, delapan pucuk," kata Agus saat ditemui di Jakarta, Minggu (27/9), dikutip dari Antara.
Agus menyampaikan perkembangan itu ketika ditanya tindak lanjut operasi TNI untuk mengejar pihak di balik sejumlah insiden tewasnya warga sipil di Papua. Ia belum merinci identitas pelaku yang sudah diidentifikasi maupun lokasi persis pengamanan delapan pucuk senjata tersebut. Informasi hasil operasi itu, menurutnya, disampaikan melalui laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan kepada Panglima TNI.
Rebut kembali senjata rampasan
Perincian sebelumnya dari Komando Operasi (Koops) TNI Habema memberi gambaran intensitas kontak senjata beberapa hari terakhir. Pada Jumat (25/9), empat anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan personel TNI di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resminya menyebut kelompok bersenjata itu diduga merupakan OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya. Dari lokasi kontak senjata, personel TNI menyita satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta perlengkapan lapangan lainnya.
Keberadaan SS1 V1 di tangan OPM menunjukkan pola yang selama ini dikhawatirkan komando TNI: senjata standar militer yang jatuh ke tangan kelompok bersenjata, lalu dipakai melawan aparat. Pejabat TNI sebelumnya pernah menyebut sebagian besar senjata kelompok bersenjata di Papua merupakan hasil rampasan.
Pendekatan militer plus teritorial
Di hadapan wartawan usai menghadiri Festival Band Piala Panglima TNI 2026 di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, Agus menegaskan sikap resmi negara terhadap OPM. "Ya OPM ini kan separatis, ya harus ditumpas. Tidak boleh ada separatis di negara kita," ujarnya, dilansir Okezone.
Kendati begitu, Agus berulang kali menekankan penyelesaian persoalan Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan militer. "Jadi ya memang saya bilang dari dulu ya kalau penyelesaian Papua itu harus kolaborasi, tidak hanya TNI. Kalau konotasinya hanya TNI nanti kekerasan," kata dia.
Menurut Agus, TNI menjalankan operasi teritorial secara masif di Papua, mulai dari pembangunan gereja dan pengeboran air bersih oleh Angkatan Darat, perbaikan sekolah yang rusak, pelayanan kesehatan, hingga prajurit yang mengajar di daerah-daerah terpencil. "Jadi, kita ke sana membantu percepatan kesejahteraan pembangunan kepada masyarakat di pedalaman. Itu operasi militer kita," ucapnya.
Operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata di Papua meningkat dalam sepekan terakhir menyusul serangkaian serangan terhadap warga sipil dan aparat. Pemerintah menyatakan pengejaran terhadap pimpinan dan jaringan OPM akan terus dilakukan, sementara pihak TNI menegaskan tetap membuka jalur reintegrasi bagi anggota kelompok bersenjata yang menyerahkan diri. Informasi lebih rinci soal lokasi dan waktu pengamanan delapan pucuk senjata itu dijanjikan disampaikan setelah proses di lapangan rampung.
Sumber
- Panglima TNI: Operasi Papua rebut delapan pucuk senjata dari OPM — Antara
- Panglima TNI: OPM Harus Ditumpas, Tak Boleh Ada Separatis di Indonesia — Okezone
- TNI Rebut 8 Senjata dari OPM — Liputan6
- Panglima TNI Tegaskan OPM Harus Ditumpas, Tak Boleh Ada Separatis di Indonesia — Sindonews