Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sinyal Error Disorot

Tabrakan kereta cepat AVE dan Iryo di Toledo, Spanyol, menewaskan 68 orang, Rabu 28 Oktober 2026. Kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak 2013.

Oleh · · Internasional

Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sinyal Error Disorot
Foto: Kereta cepat AVE Renfe serie 100 melintas di Hornachuelos, Spanyol (ilustrasi). · Kabelleger · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

MADRID — Tragedi maut terjadi di jalur kereta cepat Spanyol pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, ketika sebuah kereta cepat AVE yang dioperasikan perusahaan kereta api negara Renfe menabrak kereta milik operator swasta Iryo yang sedang berhenti di jalur di desa Urda, provinsi Toledo, kawasan Castilla-La Mancha. Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, menyatakan jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 68 orang, sementara Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan sebanyak 80 orang mengalami luka-luka, termasuk 15 orang yang kondisinya sangat serius.

Dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir Reuters, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Kereta AVE 20280 membawa 397 penumpang dalam perjalanan dari Madrid menuju Sevilla, sedangkan kereta Iryo mengangkut 147 orang. Akibat tabrakan itu, dua gerbong kereta Iryo anjlok, dan puing-puing logam berserakan di lereng tempat sedikitnya tiga gerbong terjun ke bawah jalur layang. Tim penyelamat dengan ambulans dan helikopter dikerahkan, dan hingga malam tiba petugas masih menyisir gerbong-gerbong yang ringsek untuk mencari kemungkinan korban lain yang tertimbun.

Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengungkapkan detail yang menjadi sorotan penyelidikan. Sebelum kecelakaan, sistem kendali LZB (Linienzugbeeinflussung) — sistem perlindungan dan persinyalan otomatis buatan Siemens asal Jerman yang memindahkan informasi rambu langsung ke layar monitor di kabin masinis — mengalami gangguan sekitar pukul 08.30 pagi di sepanjang jalur sejauh 63 kilometer, berdampak pada sedikitnya enam kereta. Sistem ini sangat krusial bagi kereta berkecepatan di atas 220 km per jam karena masinis tidak mungkin membaca rambu fisik pinggir rel dengan jelas.

Saat sistem itu tidak berfungsi, kendali dialihkan ke pos kendali Atocha, dan di sinilah keputusan diambil agar kereta AVE tetap melanjutkan perjalanan secara 'normal'. Menurut Republika, Puente menyebut situasi itu sebagai sesuatu yang 'tidak dapat dijelaskan'. 'Keputusan untuk melanjutkan lalu lintas tanpa memulihkan sistem terlebih dahulu merupakan wewenang pusat kendali,' ujar Puente. Operator Renfe menyatakan keretanya telah diizinkan melanjutkan perjalanan sesuai instruksi sebelum menabrak kereta Iryo, dan mengaku belum mengetahui alasan kereta Iryo berhenti di jalur. Operator Iryo mengatakan telah mengaktifkan protokol darurat, sementara Adif, pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, belum memberikan tanggapan.

Kesaksian penumpang menggambarkan kekacauan sesaat setelah benturan. Salvador Arriza, penumpang berusia 62 tahun, mengatakan sejumlah orang memecahkan kaca jendela untuk keluar, sementara yang lain terjepit di antara kursi. Penumpang lain, Rafael Barcelo, mengaku beruntung karena sedang meninggalkan kursinya untuk mengambil kopi ketika tabrakan terjadi. 'Kami sedang sarapan dan minum kopi ketika merasakan benturan yang sangat kuat hingga kami terlempar,' katanya. Ia menyebut sedikitnya delapan korban berasal dari gerbong yang ditumpanginya. Di sebuah sekolah di Urda yang dijadikan tempat berkumpul keluarga, sejumlah kerabat korban menanti kabar dengan cemas.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari lokasi kejadian, menyebut insiden ini tragedi mengerikan dan berjanji memastikan penyelidikan menyeluruh. 'Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh demi memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya. Sebab, yang tidak dapat diterima oleh negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam tahun yang sama,' kata Sanchez. Ia menegaskan penyebab kecelakaan kali ini dan insiden sebelumnya tampaknya tidak berkaitan.

Kecelakaan ini menjadi yang paling mematikan di Eropa sejak kecelakaan anjloknya kereta di Santiago de Compostela, Spanyol, pada 2013 yang menewaskan 80 orang. Ini juga merupakan kecelakaan fatal kedua di Spanyol sepanjang tahun ini, setelah insiden Januari lalu di jalur yang sama yang menewaskan 46 orang dan memicu perdebatan mengenai investasi pemeliharaan jaringan perkeretaapian. Partai oposisi, People's Party, bahkan membatalkan seluruh kegiatan kampanye menjelang pemilihan umum bulan depan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.

Sumber

  1. 68 Orang Tewas dalam Tubrukan Kereta Cepat di Spanyol — Republika
  2. Kecelakaan Maut Tabrakan 2 Kereta Cepat, Sedikitnya 68 Orang Tewas — CNBC Indonesia
  3. Real Madrid dan Barcelona Bersatu Doakan Korban Tragedi Kereta Api Toledo — Kumparan

Berita terkait