Semeru, Merapi, dan Marapi Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Selimuti Bukittinggi
Tiga gunung api Indonesia erupsi dalam 24 jam: Merapi dan Marapi Sabtu malam, Semeru Minggu pagi dengan kolom abu 1.300 meter di atas puncak.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal

Rangkuman
- Gunung Semeru erupsi 4 kali pada Minggu (27/9) dini hari hingga pagi, kolom abu tertinggi 1.300 meter, status Level III Siaga
- Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran 2 km ke Kali Boyong Sabtu (26/9) pukul 20.34 WIB, disusul erupsi Marapi pukul 21.40 WIB disertai dentuman dan lava pijar
- Hujan abu vulkanik Marapi selimuti Bukittinggi dan Kabupaten Agam sekitar satu jam; warga diimbau pakai masker dan jauhi radius 3 km dari kawah
JAKARTA — Tiga gunung api di Indonesia menunjukkan aktivitas erupsi dalam rentang kurang dari 24 jam pada akhir pekan ini. Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah–DI Yogyakarta dan Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi pada Sabtu (26/9/2026) malam, disusul rangkaian erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu (27/9) dini hari hingga pagi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi terbesar terjadi pukul 05.55 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.300 meter di atas puncak atau 4.976 meter di atas permukaan laut. "Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 20 detik," katanya dalam laporan tertulis yang diterima Antara di Lumajang. Sejak pukul 00.21 hingga 06.22 WIB, Semeru tercatat empat kali erupsi dengan tinggi letusan 500 meter hingga 1,3 kilometer.
Semeru saat ini berstatus Level III (Siaga). Masyarakat dilarang beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, dan tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. Warga juga diminta mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Beberapa jam sebelumnya, Badan Geologi mencatat Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah selatan menuju alur Kali Boyong, Sleman, pada Sabtu pukul 20.34 WIB, dengan amplitudo maksimum 48,66 mm dan durasi 129,64 detik. Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga).
Berselang sekitar satu jam, Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi pukul 21.40 WIB. Erupsi itu disertai dentuman dan gemuruh yang mengejutkan warga, serta memunculkan lava pijar yang terekam kamera pengawas. "Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis, membuat sesak bernapas," kata Pakiah Farid (38), warga Bukittinggi, dikutip dari Antara. Hujan abu berlangsung sekitar satu jam dan menyelimuti kendaraan serta permukiman di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Pos Pengamat Gunungapi Marapi mencatat erupsi beramplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena letusan terjadi malam hari. Marapi, yang berketinggian 2.891 mdpl, masih berstatus Level II (Waspada). Petugas PGA Marapi, Bilal Alegro, mengimbau warga, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki radius 3 km dari Kawah Verbeek, mewaspadai banjir lahar saat musim hujan, serta mengikuti informasi resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang tidak jelas sumbernya.
Hingga Minggu pagi belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat rangkaian erupsi ketiga gunung tersebut. Badan Geologi dan PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dari ketiganya dan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. Bagi warga yang terdampak hujan abu, petugas mengimbau penggunaan masker untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu di atap rumah agar tidak menimbulkan beban berlebih yang berbahaya.
Sumber
- Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 1.300 meter di atas puncak — Antara
- Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Bukittinggi dan Agam — Detik
- 2 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan: Merapi di DIY, Marapi di Sumbar — Kumparan