Penembakan Gereja di Yordania Tewaskan 7 Orang, Raja Abdullah Bersumpah Membalas
Tiga pria bersenjata menembaki jemaat pemakaman di Gereja Hamoud, Karak, menewaskan 7 orang dan melukai puluhan lainnya; pelaku masih diburu.
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Tiga pria bersenjata menyerang pemakaman di Gereja Hamoud, Karak, Yordania, menewaskan 7 orang dan melukai sedikitnya 34 orang
- Mendagri Yordania menyebut pelaku kelompok ekstremis; belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab
- Raja Abdullah II mengunjungi Karak dan bersumpah pelaku akan dihukum paling keras
AMMAN — Yordania diguncang serangan bersenjata terhadap sebuah gereja yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya. Tiga pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah jemaat yang sedang menghadiri upacara pemakaman di Gereja Hamoud, wilayah Karak, Yordania tengah, pada Jumat (23/10/2026).
Kepala Direktorat Keamanan Publik Yordania, Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, dalam konferensi pers mengatakan sebagian besar korban luka masih menjalani perawatan, sementara perburuan terhadap para pelaku terus dilakukan. Menteri Kesehatan Yordania menyebutkan jumlah korban luka mencapai 40 orang, sementara laporan BBC menyebut sedikitnya 34 orang terluka. Jumlah korban tewas sempat direvisi beberapa kali sebelum dipastikan tujuh orang.
Menteri Dalam Negeri Mazin al-Faraya menyatakan serangan itu dilakukan oleh "sekelompok ekstremis", namun menurutnya masih terlalu dini untuk memastikan keterkaitan mereka dengan kelompok tertentu di dalam maupun luar Yordania. Ia menyebut peristiwa itu "menyakitkan dan mengerikan" serta "tak tertandingi dalam sejarah Kerajaan Hashemite Yordania". Hingga Jumat malam, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Rekaman CCTV yang diverifikasi Reuters dan BBC memperlihatkan tiga pria bersenjata pistol bergerak dari jalan raya menuju gereja, berlindung di balik pepohonan dan tembok rendah, sebelum menyerbu masuk. Para pelaku kabur dengan truk pikap sambil terus melepaskan tembakan. Rekaman setelah serangan menunjukkan darah berceceran di lantai dekat pintu masuk gereja.
Saksi mata Khalid al-Mdanat menuturkan kepada BBC Arabic bahwa serangan berlangsung sekitar 15 menit. "Orang-orang mencoba melarikan diri saat tembakan masih berlangsung. Orang-orang saling mendorong dan menjatuhkan diri ke lantai," katanya. Saksi lain, Ihab Ammareen, mengatakan melihat orang-orang berlumuran darah jatuh ke lantai. "Orang-orang menangis, meratap, dan menjerit. Sulit untuk menggambarkannya," ujarnya kepada stasiun televisi pemerintah Al-Mamlaka.
Raja Abdullah II mengunjungi Karak beberapa jam setelah serangan dan menyatakan para pelaku akan dihukum dengan tangan besi. "Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan yang paling keras. Mereka yang berkhayal bisa memecah belah rakyat Yordania dengan peluru mereka tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita," tegasnya. Perdana Menteri Jafar Hassan lewat unggahan di X menyalahkan "ideologi teroris dan ekstremisme buta".
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan menegaskan serangan terhadap warga sipil serta tempat ibadah tidak dapat diterima. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyebutnya serangan "keji dan brutal". Presiden Lebanon Joseph Aoun, seorang kepala negara Kristen, menyebut serangan itu melanggar kesucian kematian dan para pelayat.
Serangan semacam ini tergolong langka di Yordania, negara sekutu utama Amerika Serikat yang relatif stabil di kawasan. Karak memiliki komunitas Kristen yang cukup besar di negara mayoritas Muslim itu, dan Yordania memiliki sejumlah situs Alkitab yang menarik peziarah dari seluruh dunia. Meski jarang, otoritas Yordania mengaku dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menggagalkan upaya serangan kelompok militan. Yordania sendiri sempat terkena dampak serangan dari Iran tahun ini menyusul konflik AS-Israel dengan Iran pada Februari lalu.
Sumber
- Raja Yordania Bersumpah Akan Balas Penembakan di Gereja yang Tewaskan 7 Orang — Detik
- Seven shot dead by gunmen at church funeral in Jordan, officials say — BBC
- Gereja di Yordania Diserang Pria Bertopeng, 7 Orang Tewas dan 10 Terluka — Okezone
Topik
Berita terkait
- RAF Fairford: 5 Pria Ditangkap atas Dugaan Rencana Serangan Teror
- Gempa M7 Guncang Tibet, 16 Tewas dan Ratusan Rumah Ambruk
- Netanyahu Perintahkan Lockdown Tepi Barat Usai 6 Tentara IDF Ditembak
- Sudan di Ambang Bencana: Dunia Didesak Akhiri "Perang yang Terlupakan"
- Krisis Air Global Mengancam, PBB Peringatkan Separuh Dunia Hadapi Kelangkaan