Pemuda Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas di Ukraina

Rendi Apriyanto, pemuda asal Ranai Darat, Natuna, dikabarkan tewas di Rusia setelah diduga direkrut jadi tentara bayaran; keluarga sebut paspornya ditahan.

Oleh · · Lokal

Pemuda Natuna Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas di Ukraina
Foto: Gunung Ranai di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kampung halaman Rendi. · a_rabin · CC BY 2.0

Rangkuman

NATUNA — Seorang pemuda asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dikabarkan tewas di Rusia setelah diduga terjerat menjadi tentara bayaran dalam perang Rusia-Ukraina. Korban bernama Rendi Apriyanto (30), warga RT 03 RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur. Kabar kematiannya pertama kali diterima keluarga dari rekan Rendi yang berada di Indonesia.

Ketua RT setempat, Starki, menuturkan Rendi meninggalkan Ranai sekitar tahun 2022 untuk mencari pekerjaan. "Tujuan awalnya ke Tanjungpinang, cari kerja. Setelah beberapa tahun di Tanjungpinang, ke Batam, kemudian ke Jakarta," ujarnya, dikutip dari Detik. Keluarga terakhir mengetahui Rendi bekerja di Filipina di bidang jaringan atau internet, sebelum sekitar Februari-Maret 2026 mendapat informasi bahwa ia sudah berada di Rusia. Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, Rendi berangkat dari Jakarta menuju Dubai lalu melanjutkan perjalanan ke Rusia sekitar Mei 2026.

Yang membuat keluarga terkejut, pekerjaan Rendi di Rusia ternyata bukan seperti yang dibayangkan. Awalnya Rendi mengaku bekerja di bagian logistik makanan, bukan sebagai tentara. "Jadi keterangan si Rendi ini, dia bekerja di Rusia itu bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai pengantar logistik makanan," kata Starki. Namun belakangan Rendi bercerita akan dipindahkan menjadi pasukan tempur — sesuatu yang ia tolak karena tidak sesuai kontrak awal.

Menurut Starki, penolakan itu sia-sia. "Dia menolak karena tidak sesuai dengan kontraknya. Setelah itu dia sudah pasrah, mau mundur tidak bisa, mau tidak mau ikut alur. Tidak bisa kembali ke Indonesia karena paspornya ditahan," ujarnya. Setelah itu komunikasi Rendi dengan keluarga terputus. Keluarga awalnya mengira teleponnya tidak aktif karena persoalan baterai, sampai akhirnya datang telepon dari rekannya di Indonesia yang mengabarkan Rendi sudah meninggal dunia. Sejumlah media lokal Kepulauan Riau menyebut Rendi tewas akibat serangan drone Ukraina, meski detail ini belum terkonfirmasi resmi.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pemerintah kabupaten baru menerima informasi itu dua hari lalu dan langsung memerintahkan Kesbangpol berkoordinasi dengan keluarga. "Informasi yang kita dapatkan masih simpang siur. Tentunya kita mengharapkan, kalau memang sudah meninggal, apa solusinya supaya bisa segera dibawa kembali," katanya di rumah dinas Pemkab Natuna, Rabu (30/9/2026). Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. "Perlu ditegaskan, apa pun itu, tidak boleh ada warga negara Indonesia menjadi tentara negara lain."

Cen Sui mengakui motif keberangkatan Rendi belum jelas. "Kita juga nggak tahu apa motifnya, apakah benar menjadi tentara di sana atau... ada informasi beliau hanya mengantar, sebagai logistik," ucapnya. Pemkab Natuna menyampaikan duka mendalam kepada keluarga.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang kebetulan berkunjung ke Natuna, turut menanggapi. Ia mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran menjadi tentara bayaran di luar negeri. "Iming-iming atau tawaran terhadap pekerjaan, apalagi berkonotasi dengan tentara bayaran, saya rasa tidak dibenarkan," katanya, dikutip dari Antara. Menurut Muzani, negara juga wajib menyediakan lapangan pekerjaan dan kehidupan layak agar warga, terutama di daerah perbatasan seperti Natuna, tidak mudah tergoda tawaran berisiko di luar negeri.

Kasus Rendi bukan yang pertama. Sebelumnya publik dikejutkan kasus Satria, mantan prajurit Marinir TNI AL yang menjadi tentara bayaran di Ukraina karena terlilit utang. Duta Besar RI di Moskow juga telah mengimbau warga Indonesia mewaspadai jebakan rekrutmen tentara bayaran yang marak menargetkan warga Asia lewat iming-iming gaji besar — disebut mencapai Rp600 juta dalam beberapa laporan.

Sumber

  1. Awal Mula Pemuda Natuna Jadi Tentara Rusia hingga Dikabarkan Tewas — Detik
  2. Beredar Kabar Pemuda Natuna Jadi Tentara Rusia, Bupati Kontak Kemlu — Detik
  3. Ada warga Natuna diduga jadi tentara bayaran, ini pesan Ketua MPR — Antara

Berita terkait