Messi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Laga Haru Lawan Benin

Lionel Messi memainkan laga terakhirnya bersama timnas Argentina, menang 3-0 atas Benin dengan 1 gol dan 2 assist, menutup karier 20 tahun dan 208 caps.

Oleh · · Olahraga

Messi Pensiun dari Timnas Argentina Usai Laga Haru Lawan Benin
Foto: Stadion Monumental, Buenos Aires, lokasi laga perpisahan Messi bersama timnas Argentina · Py4nf · CC BY 4.0

Rangkuman

BUENOS AIRES — Lionel Messi resmi mengakhiri kariernya bersama tim nasional Argentina. Laga perpisahannya melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026), berakhir manis: Argentina menang 3-0 dan Messi terlibat dalam seluruh gol—satu gol dari titik penalti plus dua assist untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz.

Usai pertandingan, pemain berusia 39 tahun itu tak kuasa menahan emosi. "Saya merasakan begitu banyak emosi," ujar Messi, dikutip dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Hal pertama yang terlintas di benaknya adalah mendiang ayahnya, Jorge Horacio Messi, yang meninggal pada 8 Agustus 2026 dalam usia 68 tahun—tak lama setelah Messi mengumumkan rencana pensiun dari timnas pada 31 Agustus lalu, usai membawa Argentina finis sebagai runner-up Piala Dunia 2026.

"Saya hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih; merupakan kehormatan luar biasa bisa mengenakan seragam ini selama lebih dari 20 tahun. Saya tidak pernah berhenti berjuang, tidak pernah berhenti memberikan segalanya. Saya bersumpah, saya ingin kembali bermain selamanya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa dialami seseorang," kata peraih delapan gelar Ballon d'Or itu.

Melalui Instagram, Messi menambahkan bahwa ia sudah merindukan jersey biru-putih Argentina. "Ini perjalanan yang luar biasa, penuh kebahagiaan dan juga kesedihan, tetapi saya tahu setiap langkah yang saya ambil layak untuk diperjuangkan," tulisnya seraya berterima kasih kepada keluarga, rekan setim, pelatih, dan klub-klub yang pernah dibelanya.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni mengaku menangis di laga perpisahan itu. "Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi pelatih bagi pesepak bola terbaik dalam sejarah. Kami sangat berterima kasih kepadanya karena telah memberi kami kesempatan untuk berada di sisinya," kata Scaloni, melansir Sky Sports. "Air mata ini mengalir karena begitu banyak hal yang berkecamuk di benak saya. Sungguh menyedihkan tidak bisa lagi melihatnya; ia mewariskan sesuatu yang luar biasa bagi kami."

Bahkan sang rival abadi ikut memberikan penghormatan. Cristiano Ronaldo menulis di Instagram: "Leo, bertahun-tahun membela negaramu dan itu adalah kisah yang akan hidup selamanya. Anda mendapatkan seluruh rasa hormat saya atas semua yang telah Anda capai bersama Argentina. Peluk hangat dari saya." Komentar itu menambah babak baru hubungan dua megabintang yang selama dua dekade kerap dibingkai berseteru—Ronaldo sebelumnya juga menyampaikan belasungkawa saat ayah Messi wafat.

Messi menutup karier internasionalnya dengan rekor monumental: 208 penampilan, 126 gol, dan 70 assist untuk Argentina. Ia mempersembahkan satu gelar Piala Dunia, dua Copa America, dan satu Finalissima bagi Albiceleste. Angka 208 caps dan 126 gol itu menempatkannya di jajaran pemain dengan penampilan dan gol internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola.

Kepergian Messi dari panggung internasional menandai berakhirnya sebuah era. Pada hari yang sama, media Argentina ramai membahas Lamine Yamal yang disebut melampaui rekor dunia Messi dan Ronaldo di usia muda—seolah tongkat estafet generasi benar-benar berpindah tepat saat sang maestro mengucapkan selamat tinggal.

Sumber

  1. Ronaldo sampaikan pesan hormat kepada Messi — Antara
  2. Laga Perpisahan Haru Lionel Messi: Kenang Mendiang Ayah hingga Membela Timnas Argentina Jadi Hal Terindah — Okezone
  3. Tangis Lionel Scaloni saat Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Kehormatan Melatih Pemain Terbaik Sejarah! — Okezone
  4. Lamine Yamal Lampaui Rekor Dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo — Kumparan

Berita terkait