Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: RI Bela Palestina, Nyalon DK 2029-2030

Menlu Sugiono tegaskan RI berdiri bersama Palestina, desak reformasi PBB, dan resmi nyalon anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029-2030.

Oleh · · Politik

Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: RI Bela Palestina, Nyalon DK 2029-2030
Foto: Suasana Sidang Umum PBB di New York. · Mojnsen · CC BY-SA 4.0

Rangkuman

NEW YORK — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pernyataan nasional Indonesia di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. Dalam pidatonya, Sugiono menegaskan Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina, mendesak reformasi PBB, dan resmi mengajukan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.

Di hadapan para delegasi negara-negara dunia, Sugiono menyebut isu Palestina sebagai salah satu ujian paling jelas bagi prinsip-prinsip hukum internasional sekaligus ujian bagi nurani dunia. Ia menilai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan dunia pada era sebelum 1945, yakni sebelum Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan empat Konvensi Jenewa 1949 lahir.

"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi, dan sampai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional," kata Sugiono, seperti dikutip dari Detik, Minggu (27/9/2026). Menurutnya, Palestina juga menjadi ujian apakah sistem multilateral mampu menegakkan prinsip-prinsip yang diciptakan untuk dibelanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menegaskan keyakinan Indonesia pada PBB, sekaligus menilai reformasi lembaga itu semakin mendesak di tengah dinamika dunia abad ke-21. "Indonesia senantiasa percaya pada PBB. Akan tetapi, kepercayaan pada PBB juga berarti percaya bahwa PBB harus berevolusi seiring dengan dunia yang dilayaninya," ujarnya, sebagaimana dilaporkan Antara. Ia menyebut sistem multilateral yang tepat untuk abad ini adalah yang lebih representatif, lebih ulet, dan mampu membawa hasil konkret bagi masyarakat dunia, termasuk reformasi arsitektur keuangan internasional agar lebih memenuhi kebutuhan negara berkembang.

Poin penting lain dari pidato Sugiono adalah pengumuman resmi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. Menurut laporan Kumparan, Sugiono menggarisbawahi rekam jejak Indonesia sebagai salah satu penyumbang pasukan utama misi pemeliharaan perdamaian PBB sejak 1957, termasuk hampir dua dekade bertugas di bawah bendera PBB di Lebanon melalui UNIFIL. "Dalam semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030," ujarnya, dengan komitmen "Memupuk Persatuan, Memajukan Perdamaian".

Sugiono juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal prinsip diplomasi Indonesia: "Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak." Pendekatan itu, kata dia, memandu keterlibatan Indonesia di berbagai forum mulai dari ASEAN, G20, D-8, BRICS, MIKTA, hingga PBB. Ia menambahkan Indonesia akan menjunjung tinggi Piagam PBB secara konsisten demi perdamaian dan keamanan internasional.

Selain itu, Menlu menyampaikan apresiasi Indonesia atas kepemimpinan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang memimpin organisasi itu selama satu dekade terakhir di tengah perang, pandemi global, darurat kemanusiaan, dan transformasi teknologi yang pesat. Ia berharap Sekjen PBB berikutnya tetap menegakkan Piagam PBB dan menerjemahkan multilateralisme menjadi hasil nyata. Sugiono telah berada di New York sejak Senin (21/9) sebagai kepala delegasi Indonesia dan mengikuti berbagai pertemuan tingkat tinggi serta bilateral sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya.

Sumber

  1. Di Sidang Umum PBB, RI Tegaskan Tetap Berdiri Bersama Palestina — Detik
  2. Indonesia tegaskan reformasi PBB semakin mendesak di abad ke-21 — Antara
  3. Di Sidang Umum, Menlu Tegaskan RI Nyalon Anggota Dewan Keamanan PBB 2029-2030 — Kumparan

Berita terkait