Korut Tembakkan Rudal Balistik dari Wonsan usai Tolak Minta Maaf ke Korsel

Korea Utara luncurkan rudal balistik lebih dari 700 km dari Wonsan, Sabtu (3/10/2026), sehari setelah Pyongyang tolak tuntutan maaf Seoul soal ranjau DMZ.

Oleh · · Internasional

Korut Tembakkan Rudal Balistik dari Wonsan usai Tolak Minta Maaf ke Korsel
Foto: Kawasan perbatasan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. · Andrew vdBK · CC BY 3.0

Rangkuman

SEOUL — Korea Utara menembakkan rudal balistik ke arah laut timur pada Sabtu (3/10/2026) pagi, hanya sehari setelah Pyongyang menolak mentah-mentah tuntutan Korea Selatan agar meminta maaf atas ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajurit Seoul.

Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan menyatakan, militernya mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan di pesisir timur Korea Utara sekitar pukul 06.30 waktu setempat. "Rudal tersebut terbang sejauh lebih dari 700 kilometer ke arah Laut Timur," demikian pernyataan JCS Seoul, dikutip dari kantor berita AFP dan Yonhap, Sabtu (3/10/2026).

Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi rudal itu jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) menilai peluncuran ini tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel maupun wilayah AS dan sekutunya, meski ketiga negara tetap bertukar informasi intelijen secara erat.

"Korea Selatan, AS, dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang tangguh melalui pertukaran informasi yang erat terkait rudal balistik Korea Utara," ujar pejabat JCS Seoul, seperti dilaporkan Detik. Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan Korsel mendesak Pyongyang menghentikan peluncuran rudal berulang yang disebut melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB.

Peluncuran ini adalah yang kedua dalam 13 hari terakhir. Sebelumnya, pada 20 September, Korut juga meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Jepang. Wonsan sendiri, menurut laporan Kompas TV, menjadi lokasi uji coba sistem rudal hipersonik pada tanggal yang sama.

Ketegangan terbaru ini dipicu ledakan ranjau darat pada 21 September 2026 di dalam DMZ — zona penyangga penuh ranjau yang memisahkan kedua Korea sejak gencatan senjata 1953. Ledakan terjadi sekitar 10 meter di selatan garis demarkasi militer dan melukai tiga tentara Korsel, dua di antaranya dalam kondisi serius.

Hasil inspeksi gabungan Seoul dan Komando PBB yang dipimpin AS menyimpulkan ledakan berasal dari ranjau yang dipasang Korut di sisi selatan perbatasan. Komando PBB menyatakan Pyongyang melanggar perjanjian gencatan senjata 1950–1953. Menteri Pertahanan Korsel Kang Shin-chul meyakini ranjau itu dipasang sebagai bagian dari proyek penguatan perbatasan Pyongyang, yang mencakup penghalang antitank, menyusul penetapan Korsel sebagai "musuh utama" oleh Kim Jong Un pada 2024.

Militer Korsel menuntut Korut meminta maaf. Namun Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Kim Jong Un yang dipandang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Pyongyang, membantah keterlibatan negaranya dan menyebut Seoul "sangat hina". Ia mencemooh tuntutan maaf itu sebagai "sangat konyol" dan "puncak lelucon", serta menegaskan pada Jumat (2/10/2026) bahwa Korut berniat memutus hubungan dengan Korsel untuk selamanya. Kim Yo Jong juga mengancam pembalasan jika Seoul menembaki tentara Korut yang tengah memperkuat perbatasan.

Di sisi lain, Presiden Korsel Lee Jae Myung yang berhaluan pasifis tetap mendesak Pyongyang kembali ke meja dialog — sikap yang diperolok Kim Yo Jong. Situasi di Semenanjung Korea kini berada di salah satu titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir, dengan militer Korsel menyatakan kesiagaan penuh mengantisipasi peluncuran susulan.

Sumber

  1. 'Cara Minta Maaf' Korut ke Korsel: Rudal Balistik Mengudara — Detik
  2. Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik di Tengah Memanasnya Ketegangan Perbatasan — Kompas TV
  3. North Korea fires ballistic missile toward East Sea: ROK — NK News
  4. Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal Balistik — Liputan6
  5. Korut Luncurkan Rudal Balistik, Terbang Lebih dari 700 Kilometer, Korsel Gelar Rapat Darurat — Akurat

Berita terkait