Jerman vs Yunani 0-1: Debut Kandang Jürgen Klopp Berakhir Pahit
Gol Dimitrios Kourbelis menit 74 membuat Jerman asuhan Jürgen Klopp takluk 0-1 dari Yunani di WWK Arena pada UEFA Nations League, Senin dini hari WIB.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga
Rangkuman
- Jerman kalah 0-1 dari Yunani di WWK Arena, Augsburg, pada laga UEFA Nations League 2026/27, Senin (28/9) dini hari WIB.
- Gol tunggal Dimitrios Kourbelis pada menit ke-74 mengubur debut kandang pelatih baru Jerman, Jürgen Klopp.
- Jerman menguasai 76 persen bola dan melepas 16 tembakan, tetapi gagal mencetak gol; Yunani memuncaki Grup A2 dengan 6 poin.
AUGSBURG — Debut kandang Jürgen Klopp sebagai pelatih Timnas Jerman berakhir pahit. Der Panzer takluk 0-1 dari Yunani pada laga Grup A2 UEFA Nations League 2026/27 di WWK Arena, Augsburg, Minggu (27/9) malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB, meski tampil dominan hampir sepanjang pertandingan.
Gol tunggal kemenangan Yunani dicetak gelandang Dimitrios Kourbelis pada menit ke-74, memanfaatkan salah satu dari sedikit peluang bersih yang didapat tim tamu. Kourbelis, yang baru masuk pada menit ke-59 menggantikan Christos Zafeiris, menjadi pembeda dalam laga yang sejak awal dikuasai tuan rumah.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa timpangnya penguasaan bola. Jerman mencatatkan 76 persen penguasaan, melepaskan 16 tembakan berbanding 11 milik Yunani, dan melakukan 729 operan. Namun, dari 16 tembakan itu hanya satu yang tepat sasaran — tanda kemandulan lini depan Jerman malam itu. Klopp menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Alexander Nübel di bawah mistar, Joshua Kimmich sebagai kapten di lini tengah, serta trio Karim Adeyemi, Kevin Schade, dan Bilal Conté menopang penyerang Yassine Ebnoutalib.
Pelatih 59 tahun itu mencoba mengubah keadaan di babak kedua dengan memasukkan Florian Wirtz, Jonathan Burkardt, dan Serge Gnabry. Namun, pertahanan rapat Yunani yang dikawal Konstantinos Mavropanos — yang terpilih sebagai pemain terbaik laga setelah memenangi 100 persen duelnya — tak mampu ditembus. Kiper Konstantinos Tzolakis juga tampil sigap mengamankan gawangnya.
Bagi Klopp, ini adalah laga kandang pertamanya di depan publik Jerman setelah laga debutnya di markas Belanda beberapa hari sebelumnya. Tiket laga di WWK Arena yang berkapasitas 30.662 kursi ini dilaporkan terjual habis jauh-jauh hari, dengan 28.945 penonton memadati stadion — pertanda tingginya antusiasme publik terhadap era baru mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool tersebut.
Hasil ini membuat Jerman tertahan di posisi ketiga klasemen Grup A2 dengan satu poin dari dua laga. Yunani justru memuncaki klasemen dengan enam poin sempurna dari dua kemenangan, unggul dua angka atas Belanda di posisi kedua. Bagi pelatih Yunani Ivan Jovanović, kemenangan di Jerman ini menjadi modal besar dalam misi membawa negaranya promosi di kasta tertinggi Nations League.
Jerman akan kembali beraksi pada jeda internasional berikutnya menghadapi Serbia dan laga tandang ulangan melawan Yunani. Klopp, yang menangani tim nasional setelah bertahun-tahun berkarier di level klub, mengakui timnya masih dalam proses adaptasi. Publik Jerman kini menanti seberapa cepat tangan dinginnya bisa mengangkat performa Die Mannschaft menjelang putaran final Piala Dunia.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi bukti bahwa Yunani bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata di sepak bola Eropa. Dengan dua kemenangan beruntun dan pertahanan yang baru kebobolan satu gol, tim asuhan Jovanović itu kini difavoritkan lolos ke babak gugur Nations League. Laga tandang ke Belanda pada matchday berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi Yunani, sekaligus kesempatan bagi Jerman untuk kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Serbia di Beograd.
Sumber
- Germany 0-1 Greece: Match result, line-ups and stats — Football Today
- Greece Stun Germany 1-0 in Nations League as Kourbelis Scores — SportsGanga via Headtopics
- Germany vs Greece: Match preview and prediction — Footboom