Fleetwood Singkirkan Arsenal di Piala Liga Inggris Usai Drama Adu Penalti
Tim Liga Dua Fleetwood Town menahan Arsenal 1-1 lalu menang adu penalti di babak keempat Carabao Cup, kejutan terbesar Piala Liga Inggris musim ini.
Oleh Adi Rahmadi · · Olahraga

Rangkuman
- Fleetwood Town, tim Liga Dua, menahan Arsenal 1-1 di kandang Highbury pada babak keempat Piala Liga Inggris.
- Pertandingan ditentukan lewat adu penalti dan Arsenal tersingkir dramatis, sesuai laporan Republika.
- Adu penalti berjalan panjang, dan laga juga diwarnai kartu merah pada menit 85.
LONDON — Kejutan besar terjadi di Piala Liga Inggris musim 2026-2027. Fleetwood Town, tim yang bermain di Liga Dua atau League Two, berhasil menyingkirkan raksasa Premier League Arsenal pada babak keempat Carabao Cup, Rabu (28/10/2026) dini hari WIB, di kandang mereka di Highbury.
Laga berakhir 1-1 dalam 90 menit. Arsenal membuka keunggulan lewat gol pada menit ke-21, sebelum Fleetwood menyamakan skor pada menit ke-50. Skor imbang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
Adu penalti berlangsung panjang dan ber-semangat drama. Kedua tim saling menjalani eksekutor satu demi satu sejak menit ke-91 hingga ke-97, sebelum akhirnya diketahui Fleetwood yang menang dan melaju ke babak lima besar. Republika melaporkan Arsenal dipermalukan Fleetwood dan tersingkir secara dramatis pada babak keempat Piala Liga Inggris.
Laga ini juga diwarnai momen panas. Wasit mengeluarkan kartu merah pada menit ke-85, beberapa menit sebelum pertandingan selesai, menyisakan ketegangan di tengah upaya kedua tim mencari gol penentu. Data pertandingan ESPN mencatat enam kartu kuning juga dikeluarkan sepanjang laga, menandakan intensitas duel yang tinggi antara tim peringkat atas Premier League melawan tim League Two yang bermain penuh semangat.
Untuk Fleetwood, hasil ini memperpanjang kisah menakjubkan mereka di Piala Liga musim ini. Tim asal Lancashire itu melaju ke babak keempat dengan catatan mengesankan, termasuk menyisihkan tim-tim dari divisi yang lebih tinggi, dan kini mereka menambah satu nama besar lagi ke daftar korban: Arsenal, salah satu tim terkuat Premier League musim ini.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Arsenal, yang musim ini dinilai sebagai salah satu kontender gelar Premier League. Manajer Arsenal biasanya memutar susunan pemain di Piala Liga, memberi kesempatan pemain muda dan cadangan, dan pendekatan itu kali ini justru membuka pintu bagi kejutan. Tren di media sosial menunjukkan nama-nama pemain Arsenal menjadi topik hangat mengikuti hasil dramatis ini.
Kejutan semacam ini bukan kali pertama terjadi di Piala Liga Inggris. Kompetisi ini memang dikenal sebagai ajang di mana tim-tim divisi bawah kerap menggulingkan tim besar, karena format knock-out satu lawan satu memaksa kesalahan sedikit saja berubah menjadi kekalahan musim.
Sekali gagal di Piala Liga, peluang trofi berkurang satu; namun kekalahan di kompetisi domestik atas tim divisi bawah biasanya jadi alarm disiplin yang diterima manajer besar.
Fleetwood kini melaju ke babak kelima atau quarter-final Carabao Cup 2026-2027. Undian babak berikutnya akan menentukan lawan mereka, dan setiap tim yang tersisa kini harus memperhitungkan tim League Two yang telah membuktikan mampu menyisihkan siapa pun. Bagi Arsenal, fokus harus segera berpindah ke kompetisi Premier League dan kompetisi Eropa, dengan bekas luka dramatis dari Highbury yang akan lama diingat para penggemarnya.
Sumber
- Arsenal Dipermalukan Fleetwood, Tersingkir Dramatis pada Babak Keempat Piala Liga Inggris — Republika
- Fleetwood Town vs Arsenal Carabao Cup tie given official date — Yahoo Sport UK
- Fleetwood Town vs Arsenal (27 Oct 2026) match data — ESPN
- Hasil Fleetwood Town vs Arsenal di Piala Liga Inggris 2026-2027 — Okezone
Topik
Berita terkait
- Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
- El Clasico: Dua Gol Mbappe Bawa Real Madrid Bungkam Barcelona 2-1 di Camp Nou
- MotoGP Australia 2026 Batal, Pole Perdana Veda Ega Hangus
- Liga Italia: Torino Menang Dramatis, Alaves Lolos dari Kalah
- Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Diuji: Antara Beban Sejarah dan Harapan Baru