BBM Ganjil Genap Bali: Pertalite Dibatasi Motor 3 Liter Mulai Hari Ini
Pengisian BBM subsidi Pertalite di seluruh SPBU Bali mulai 17 Oktober 2026 memakai sistem ganjil genap, motor maksimal 3 liter dan mobil 20 liter per transaksi.
Oleh Adi Rahmadi · · Lokal
Rangkuman
- Sistem ganjil genap pengisian Pertalite berlaku di seluruh Bali pada 17–19 Oktober 2026 menyusul surat Gubernur Wayan Koster
- Motor dibatasi maksimal 3 liter dan mobil 20 liter per transaksi; pengisian ulang hanya jika pemakaian sudah 70 persen
- Kelangkaan dipicu gangguan bongkar muat kapal tanker dan konsumsi Pertalite yang naik jadi 2.200 kiloliter per hari
DENPASAR — Pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh SPBU Provinsi Bali mulai Sabtu (17/10/2026) diatur dengan sistem ganjil genap. Kebijakan ini berlaku hingga Senin (19/10/2026) untuk mempercepat pengisian BBM dan mengurai antrean panjang di tengah kelangkaan pasokan yang sudah berlangsung lebih dari sepekan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan kebijakan tersebut tertuang dalam surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM yang diterima Pertamina. "Pengisian BBM dengan menerapkan nomor polisi ganjil dan genap, mulai diperlakukan pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2026, sampai dengan hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026," ujar Ahad di Integrated Terminal Sanggaran, Denpasar, dikutip dari detikBali.
Mekanismenya, kendaraan berpelat nomor ganjil hanya dilayani pada tanggal ganjil, dan pelat genap pada tanggal genap. Artinya, pada 17 Oktober hanya kendaraan berpelat ganjil yang boleh mengisi Pertalite, sedangkan 18 Oktober giliran pelat genap, di seluruh SPBU se-Bali. Pertamina berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mengatur kendaraan di SPBU agar sesuai ketentuan.
Selain ganjil genap, Pertamina menerapkan pembatasan kuota per transaksi: sepeda motor maksimal 3 liter dan mobil maksimal 20 liter, dikutip dari akun Instagram resmi Pertamina Bali via CNBC Indonesia. Pengisian ulang berikutnya baru diizinkan jika pemakaian BBM telah mencapai minimal 70 persen dari pengisian sebelumnya, diverifikasi lewat pencatatan odometer kendaraan. Kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran mendapat prioritas akses pelayanan lebih cepat.
Surat Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal Jumat (16/10) kepada Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memuat enam rekomendasi. Selain ganjil genap dan pembatasan kuota, Koster meminta pengisian BBM untuk armada truk dialihkan ke malam hari, penertiban SPBU yang tidak menyiagakan operator penuh di setiap nozel dengan ancaman pengambilalihan operasi, penambahan jam operasional termasuk pengawasan SPBU 24 jam, penambahan armada mobil tangki, serta digitalisasi antrean.
Kelangkaan BBM di Bali sudah berlangsung sejak awal pekan lalu. Antrean kendaraan mengular 700 meter hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Gianyar, termasuk kawasan wisata Kuta dan Seminyak. Dampaknya nyata: Handoko, pengemudi ojek daring, mengaku tidak bisa bekerja tiga hari dan kehilangan potensi pendapatan Rp900.000. Universitas Udayana sampai menerapkan kuliah daring dan work from home pada 14–16 Oktober untuk menekan mobilitas sivitas akademika.
Pertamina menyebut konsumsi Pertalite di Bali naik menjadi sekitar 2.200 kiloliter per hari dari sebelumnya 2.000–2.100 kiloliter. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkap gangguan pasokan salah satunya dipicu kendala teknis kapal tanker yang kesulitan menjatuhkan jangkar, sehingga bongkar muat yang seharusnya pagi molor hingga malam. "Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat," katanya, dikutip dari Detik.
Untuk memperkuat pasokan, Pertamina mendatangkan kapal pengangkut bermuatan 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax, dengan jadwal kedatangan bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Gubernur Wayan Koster menegaskan stok di dua depo utama Bali, Manggis dan Sanggaran, masih tersedia dan membantah spekulasi bahwa pasokan dialihkan untuk MotoGP Mandalika.
Kasus Bali adalah episentrum terbaru dari rangkaian kelangkaan BBM sporadis di Indonesia tahun ini — setelah Sumatra pada Juli dan Makassar pada September. Pengamat energi Fabby Tumiwa dari Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai akar masalahnya lebih dalam: ketidaksesuaian kuota Pertalite dengan lonjakan konsumsi, ketergantungan impor lebih dari separuh kebutuhan BBM nasional, dan kerentanan logistik. "Ada mismatch antara kuota yang dialokasikan dengan kenaikan permintaan dari konsumen," katanya kepada BBC Indonesia, sembari mendesak pemerintah mengevaluasi kuota BBM subsidi dan lebih transparan soal cadangan riil di lapangan.
Sumber
- Isi BBM di Bali Pakai Sistem Ganjil Genap Mulai Hari Ini — Detik
- Isi BBM Subsidi di Bali Pakai Skema Ganji-Genap, Berlaku Hari Ini — CNBC Indonesia
- Antrean panjang SPBU di Bali, mengapa kelangkaan BBM di berbagai daerah terus berulang? — BBC Indonesia
Topik
Berita terkait
- Harga BBM 1 Oktober 2026 Tidak Berubah, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
- Asap Karhutla Terdeteksi Masuk Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker N95
- Bantuan Asing Tangani Karhutla Disetujui Prabowo, ISPA Sumut Tembus 89.638
- Ledakan Pasar Cimanggis: 2 Tewas, 11 Luka, Bukan Bom kata Polisi
- Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Asap RI Lumpuhkan Rute Malaysia-Singapura