Badai Boelo Terjang Inggris: Satu Tewas, Ribuan Rumah Mati Listrik, 1.500 Penerbangan Terganggu
Oleh Adi Rahmadi · · Internasional

Rangkuman
- Badai Boelo menerjang Inggris sejak akhir pekan 24-26 Oktober 2026 dengan angin 60-70 mph dan hingga 80 mph di kawasan pesisir, memicu peringatan Amber dari Met Office untuk Skotlandia, Irlandia Utara, dan Inggris utara.
- Satu orang dilaporkan tewas tertimpa pohon tumbang, ribuan rumah tanpa aliran listrik, dan lebih dari 1.500 penerbangan terganggu di bandara Glasgow, Edinburgh, Aberdeen, Inverness, hingga Belfast.
- Boelo merupakan badai bernama kedua musim 2026/2027 yang menyusul Badai Austen; Met Office memperingatkan cuaca tak menentu masih akan berlanjut pekan ini.
LONDON — Badai Boelo (Storm Boelo) menerjang Inggris Raya dengan angin kencang dan hujan deras, menewaskan satu orang, memutus aliran listrik ribuan rumah, serta memaksa pembatalan dan penundaan lebih dari 1.500 penerbangan, dikutip dari BBC dan The Independent.
Met Office, badan meteorologi Inggris, mengeluarkan peringatan Amber untuk Skotlandia, sebagian Irlandia Utara, dan Inggris utara pada Sabtu malam hingga Minggu. Angin diperkirakan berhembus 60-70 mil per jam (mph) secara luas, dengan potensi hingga 80 mph di lokasi pesisir yang terbuka. Peringatan Yellow yang lebih luas juga berlaku hingga Inggris selatan dan Wales utara.
Kepala Peramal Met Office Jason Kelly mengatakan badai ini akan terasa di seluruh Inggris dengan potensi gangguan terbesar di wilayah utara. "Masyarakat harus bersiap menghadapi potensi gangguan, terutama pada perjalanan dan pasokan listrik. Amankan barang-barang di luar rumah, rencanakan perjalanan dengan matang, dan pantau terus prakiraan serta peringatan terbaru untuk wilayah Anda," ujarnya, dikutip dari Met Office.
Dampak Badai Boelo
Dikutip dari BBC, satu orang dilaporkan tewas tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang. Bandara di Glasgow, Edinburgh, Inverness, dan Aberdeen membatalkan penerbangan selama akhir pekan, dengan pembatalan juga terjadi di Belfast dan Birmingham. The Independent melaporkan lebih dari 1.500 penerbangan tertunda dan ribuan rumah tanpa listrik di seluruh Inggris.
Layanan feri juga ikut dibatalkan, termasuk rute-rute dari Irlandia Utara. The Straits Times melaporkan gangguan juga meluas hingga Amsterdam. ITV News mencatat sembilan penerbangan keluar dan sepuluh penerbangan masuk dibatalkan maskapai karena cuaca, dengan sejumlah acara publik turut dibatalkan.
Badai Kedua dalam Sepekan
Boelo merupakan badai bernama kedua musim 2026/2027, menyusul Badai Austen yang sebelumnya membawa angin kencang ke sebagian Inggris pada Jumat — dengan hembusan 76 mph tercatat di Bandara St Mary's, Isles of Scilly, dan 74 mph di Aberporth, Wales selatan. Met Office menamai badai ini pada 22 Oktober 2026.
"Dengan Badai Austen yang begitu cepat disusul Badai Boelo, tidak akan ada jeda. Ini akan menjadi pengalaman musim gugur pertama yang sesungguhnya," kata Jack Halstead, mekanik RAC, memperingatkan para pengemudi soal kondisi jalan yang berbahaya.
Met Office memperkirakan kondisi cuaca tak menentu akan berlanjut hingga pekan depan, terutama di wilayah utara, karena area tekanan rendah lainnya mendekati Inggris. Peringatan angin telah dikeluarkan untuk wilayah utara Inggris pada Selasa.
Otoritas Inggris mengimbau masyarakat menjauhi tepi tebing dan laut yang berombak besar, serta menghubungi 999 dan meminta Coastguard jika melihat seseorang dalam kesulitan di perairan.
Sumber
- Storm Boelo: Man killed by falling tree as strong winds and rain batter UK — BBC
- Warnings in place as Storm Boelo to impact UK — Met Office
- Storm Boelo sees flights and ferries cancelled and multiple warnings issued — The Independent
- Storm Boelo cuts power in UK and cancels flights — The Straits Times
- Storm Boelo: Travel disruption and events cancelled as UK hit by wind and rain — ITV News
Berita terkait
- Estafet Kepemimpinan ASEAN 2026, Filipina Gantikan Malaysia
- Lula Menang Pilpres Brasil untuk Periode Keempat, Kalahkan Anak Jair Bolsonaro
- Fragmentasi Perdagangan Global Menguat, Negara Berkembang Hadapi Tekanan Ganda
- Kim Jong Un ke China Lewat Jembatan Baru Sungai Yalu, Disambut PM Li Qiang
- Penembakan Gereja di Yordania Tewaskan 7 Orang, Raja Abdullah Bersumpah Membalas